
Brian mengantar Gisel ke butik Liana. Baru saja Liana akan menyemprot Gisel karena ia telat datang, tapi tidak jadi karena Gisel datang bersama Brian. Wajah mereka tidak terlihat sedang bahagia. Liana berpikiran aneh dengan mereka berdua siang ini.
"Kenapa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Liana sedikit khawatir.
Gisel menggeleng dan tersenyum.
"Tolong jaga Gisel hari ini ya. Kalau dia lagi sendirian di toko, pastikan CCTV nya nyala ya." kata Brian. Tidak lama setelah mengantar Gisel, Brian pamit pergi dari butik.
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Liana sangat penasaran dan dia menuntut jawaban dari Gisel. Gisel mengehala napas setelah meletakkan tasnya di laci.
Ia juga mengambil posisi duduk sebelum menceritakan semuanya pada Liana.
"Marcus sudah keluar dari penjara."
"Hah? Kok bisa?" tanya Liana kaget.
"Entahlah, yang jelas tadi dia ke sekitar butik. Dia bertemu denganku dan dia minta aku kembali padanya."
"Pantas saja Brian begitu khawatir denganmu." ucap Liana
"Ya. Brian menyelamatkan aku dari Marcus. Marcus memaksa menciumku. Tapi syukurlah Brian cepat datang. Rupanya tadi dia mau jemput aku dan makan siang. Tapi karena aku sedang bersama Marcus dan perbuatan dia tidak menyenangkan, Brian tidak jadi makan siang." cerita Gisel.
"Wah, aku jadi penasaran bagaimana Brian menyelamatkanmu!" ujar Liana
"Kamu nggak khawatir dengan apa yang terjadi padaku?" tanya Gisel gemas.
"Kamu baik-baik saja, kan? Lihatlah, kamu disini sekarang dan kamu tidak terluka." jawab Liana apa adanya.
"Setidaknya kamu tanyakan keadaanku." kata Gisel geram
"Aku sudah melihatnya. Kamu baik-baik saja."
"Ah, sudahlah, aku mau merapikan barang display." kata Gisel kesal.
"Aku ada janji jam lima sore loh! Kalau kamu mau pulang jam enam juga nggak apa-apa. Aku takut nanti Brian marah sama aku kalau sesuatu terjadi padamu." kata Liana. Gisel tidak menghiraukan perkataan Liana.
"Tsssh. Dasar ambekan." umpat Liana tertawa. Tentu saja Liana khawatir dengan Gisel. Tapi rasa kekhawatiran itu pudar karena ia datang ke butik bersama Brian. Sudah tidak perlu ada yang dikhawatirkan jika dia bersama Brian.
Brian sudah pasti akan menjaga Gisel dengan baik, karena Gisel bagaikan permata bagi Brian.
********************
Brian kembali ke kantor dengan perasaan kesal. Dia meminta Pak Liam memesankan makanan online. Pak Liam sedikit bingung, karena tadi Brian keluar untuk makan siang, tapi kenapa masih belum makan siang juga?
"Brian." panggil Bella begitu Brian memasuki ruangannya.
__ADS_1
Brian menggantung jas kerjanya di gantungan yang ada di ruangannya.
"Ada beberapa berkas kerjasama yang perlu kamu cek sebelum ditandatangani ya. Aku meletakkannya disini dan disini."
"Iya." jawab Brian lemas.
"Kamu belum makan?" tanya Bella.
"Nggak jadi tadi, Aku minta Pak Liam pesankan makanan untukku." jawab Brian.
"Ada yang terjadi sampai kamu nggak jadi makan?" tanya Bella. Ia merasa curiga dengan sikap adiknya.
"Edith."
"Edith? Kenapa dia?" Nah, benar kan, batin Bella
"Dia menebus seorang tahanan hanya demi bisa balas dendam pada Gisel. Huh! Sialan!" kata Brian kesal.
"Sampai segitunya?" tanya Bella tidak percaya.
"Aku juga baru tahu aslinya dia sepicik itu. Untung aku tidak mudah merasa kasihan dengan dia. Kalau iya, entah bagaimana aku tertipu oleh iblis macam dia." ucap Brian.
"Aku pikir dia wanita baik-baik." kata Bella. Ah, ada yang tidak beres.
"Zaman sekarang jangan melihat segala sesuatu dari wajahnya saja. Bisa saja dia ular yang sedang menipu!" ujar Brian. "Jika ada sesuatu yang menyangkut dengan Edith, aku tidak akan menerimanya." kata Brian tegas.
"Baiklah." Sepertinya ada yang perlu diselidiki, batin Bella.
Pak Liam mengetuk pintu ruangan dan memberikan sebungkus makanan pada Brian. Brian segera membukanya karena sudah merasa amat lapar. Tidak peduli makanan apapun itu, saat ini ia hanya ingin menyantap makan siangnya sampai habis.
************
Sudah beberapa hari berlalu. Edith menyelesaikan pekerjaan kantornya. Ia terlihat kesal karena rencanaya tidak berhasil. Dan kini Brian telah membencinya. Tidak seharusnya ini terjadi. Ia ingin mencari cara lain. Yang paling utama sekarang ia ingin meminta maaf pada Brian dengan penuh penyesalan. Ya, dia yakin Brian pasti akan memaafkannya.
Ia akan mengatakan bahwa ia tidak akan mengulangi perbuatannya dan akan mendukung hubungannya dengan Gisel. ah walaupun itu semua hanya tipuan semata. Yang terpenting saat ini bagaimana Brian bisa memaafkannya.
Edith merasa senang karena otak cerdasnya dapat berpikir dengan benar kali ini.
Tapi, namanya juga rencana, belum terjadi dan masih ada dalam pikiran Edith saja. Edith bertemu Bella di lobby kantor.
"Kak Bella." sapa Edith dengan senyum yang coba ia paksakan. Ia ingin terlihat senatural mungkin ketika ada Bella disana.
Bella menatap dirinya dengan tajam. Gaya jalannya yang anggun dan angkuh, rambutnya yang terurai membuat siapapun tahu bahwa Bella adalah putri konglomerat. Bahkan satpampun mengetahui siapa Bella dari Salim Group itu.
"Apa kabar, Kak?" tanya Edith entah mengapa menjadi salah tingkah.
__ADS_1
"Baik." jawab Bella. Ia menatap Edith dengan tatapan tajam. Ia benar-benar tidak menaruh respek pada Edith sekarang.
"Aku pikir kamu adalah wanita berpendidikan dan memiliki etika yang bagus." kata Bella pada Edith.
"Maksud Kak Bella apa?" tanya Edith masih tidak mengerti.
"Kamu tahu kan aku tidak suka berbasa basi?" tanya Bella.
"Iya, Kak. aku tahu persis. Kak Bella pasti ingin mengatakan sesuatu." jawab Edith.
"Kamu cantik." Bella memainkan rambut Edith sedikit walaupun sebenarnya Edith bergidik karena tidak biasanya Bella memperlakukannya seperti itu. Tapi salah perkiraannya jika Bella ingin memperlakukannya dengan baik. Justru Bella menarik rambut Edith dengan keras. Spontan Edith menjerit kesakitan.
"Akkhh!!!" pekik Edith kesakitan.
"Tapi, jaga sikapmu terhadap keluargaku." kata Bella tajam.
"Aku nggak ngapain-ngapain, Kak! Aduh! Kak, sakit!" Edith mengaduh kesakitan.
"Lalu, apa yang kamu lakukan pada Gisel?"
"Bahkan Gisel belum menjadi keluarga Kakak!" kata Edith.
"Kamu yakin? Kamu masih belum tahu kalau Brian sudah melamar Gisel?"
"Apa?" Edith terkejut dengan apa yang ia barusan dengar dari Bella.
"Bahkan wanita yang kamu hina sebagai wanita murahan dan wanita kelab malam masih memiliki etika yang lebih baik dari kamu! Dan kamu berani-beraninya mengambil hati Brian dengan cara sampah seperti itu? Bahkan kamu mengeluarkan seorang tahanan demi membalas dendam pada Gisel? Sungguh tidak memiliki pendidikan! Etika yang rendah!" ucap Bella marah pada Edith.
Ia tidak menyangka wanita yang selama ini ia anggap memiliki etika dan pendidikan tinggi ternyata tidak lebih rendah dari Gisel yang sama sekali tidak mengenyam bangku perkuliahan.
"Maafkan aku, Kak!! Aku bersalah. Aku berniat minta maaf pada Brian hari ini. Aku tidak akan mengulanginya lagi, Kak!! Aku berjanji, aku bersungguh-sungguh!!" kata Edith yang masih menahan sakit karena rambutnya ditarik oleh Edith.
Bella menghela napas dan melepaskan tangannya dari Edith.
"kamu pikir semudah itu mendapat maaf dari Brian? Sekalipun Brian ingin memaafkanmu, aku akan memintanya agar tidak memaafkanmu!! Lalu apa kamu tidak bersalah pada Gisel? Saat ini dia yang paling terluka hatinya karena sikapmu! Bukan Brian!!"
Edith diam saja. Ia tidak berani membantah apapun yang Bella katakan. Ia tidak pernah tahu dengan kemarahan Bella bisa menjadi seperti itu. Tapi melihat satpam tidak ada yang berusaha memisahkan pertengkaran mereka, sudah terlihat jelas sebesar apa kekuatan dari Salim Group di perusahaan ini. Iya. Edith hanya bekerja di anak perusahaan Salim Group. Secara tidak langsung gedung ini juga merupakan milik keluarga Bella bukan?
"Dalam 1x24 jam, kamu tidak meminta maaf pada Gisel, lihat apa yang akan aku perbuat padamu dan juga jabatanmu!" ancam Bella.
Mendengar ancaman Bella, Edith menjatuhkan dirinya dan berlutut pada Bella. Sungguh diluar ekspetasi, hanya dengan kata-kata itu, Edith langsung berlutut didepanku!! kata Bella dalam hati.
"Maafkan aku, Kak!! Aku berjanji akan segera meminta maaf pada Gisel. Aku janji." ucap Edith penuh penyesalan.
Ia tidak mampu berkata-kata lagi. Kemarahan Bella lebih mengerikan daripada Brian. Selama ini ia telah salah mengartikan kebaikan Bella dan juga Brian. Selama ini keluarga Brian bersikap baik karena Edith bisa menjaga sikapnya. Tetapi ketika Edith tidak bisa menjaga sikapnya lagi, Brian dan Bella akan membalasnya dua kali lipat.
__ADS_1
Edith tidak berani berkutik sekarang. Skakmat.