Membawa Bayi Di Hari Kiamat

Membawa Bayi Di Hari Kiamat
Cicit kecil


__ADS_3

Setelah mengemas beberapa barang, Tim singa hutan pergi ke pintu gerbang menuju di mana bus sekolah di tinggal kan.


Pemandangan aneh tersaji di depan mata ketika mereka tiba di sana.Puluhan orang kurus duduk dan berbaring di dalam bus.


Wajah wajah yang sangat umum di hari kiamat ini.Masalah nya apa yang mereka lakukan di dalam sini.


Tuan Wang datang tiba-tiba,dia langsung menuju kapten Gu.


"Kapten gu,maaf tapi keluarga ku tidak bisa bertahan lagi"kata tuan Wang.


"Aku akan membayar biayanya nanti, sebutkan jumlah nya.Jika tidak cukup aku akan berhutang dulu"


Tang Qian tidak bereaksi,dia tau kehidupan semua orang juga sulit.Kapten Gu membawa mereka ke area aman dengan tujuan membantu orang lain.Apa salahnya jika dimulai dari sekarang.


"Tidak apa apa, tapi ruang akan sedikit sempit,tidak apa apa?"kata kapten Gu .


"Kapten Gu,aku juga lancang mengambil tiga kotak mie untuk bayaran kuli.Akau.akan menggantinya dua kali lipat,oke"


"Hah?"


Tuan Wang tersipu sipu.Mereka mengambil makanan orang lain tanpa izin.Makanan adalah hal yang paling berharga sekarang.


Kapten Gu agak marah karena ini, tapi dia juga mengerti kesulitan tuan Wang.Makanan di mobil bukan lah milik pribadi,ini milik tim.


"Oke dua kali lipat"jawabnya.


"Terimakasih kapten Gu ,trimakasih"


Ayah tuan Wang menarik kaki celana anak nya,dia tidak pikir anak nya ini bisa mengembalikan tiga kotak mie Apalagi jika di kali kan tiga.


"Ayah..."Tuan Wang berinisiatif untuk duduk di lantai bus memegang ayah tua nya yang sedang berbaring.


"Ayo turun...mie.. tidak mungkin"kata nya pelan.


Begitu juga dengan keponakan nya yang saat ini sedang terluka.Mereka menggeleng lemah. Demi makanan ini, dulu tuan wang dan keluarganya. Terpaksa ditinggalkan di belakang tapi sekarang mereka harus melakukan hal yang sama untuk nya. Ini bukan masalah tiga bungkus mie tapi tiga kartun mie.Di mana anak yang hanya memiliki satu tangan ini mencari persediaan makanan .


" tidak apa-apa yah,sekarang hidup akan lebih baik .Istriku sudah menemukan tempat dimana kita bisa hidup dan makan seperti dulu " kata tuan Wang.


Beberapa orang tersenyum lemah tapi mereka tidak percaya begitu saja hal-hal yang tidak mereka dengan mata kepala sendiri.Tapi bisakah mereka menyangkal jika tuan wang dalam kondisi tumbuh daging di wajahnya.


Ini membuktikan perkataannya itu adalah benar.


Selagi bus sekolah berjalan ke arah supermarket .Tuan wang menceritakan kisah bagaimana istrinya bertemu supermarket itu.

__ADS_1


Sementara itu Shen You juga duduk di lantai melihat interaksi keluarga ini.Mengingatkan dia tentang keluarga besarnya itu.


Apa kabar mereka sekarang ,apa kah mereka sekurus itu.Walau bagaimana itu adalah keluarga yang berhubungan dengan darah.


Nenek jiga baik baik saja sekarang.Apa sebaiknya dia pergi mencarinya dan membawa mereka ke sini juga.


Ada makanan dan pakaian juga rumah yang aman.Mungkin rasa lapar sudah merubah orang tapi bagaimana jika mereka kenyang.


"Kapten, keluarga Gu masih di pangkalan itu,apa sebaiknya kita pergi menjemput nya?"tanya Shen You.


Meskipun dia bisa mengingat dengan jelas mimpi-mimpi itu . Dia tidak percaya mimpi itu adalah hal yang terjadi sebelumnya.


Menurutnya mimpi hanyalah bunga tidur yang datang ketika hatimu dalam suasana tidak nyaman.


"Xiou you aku tidak bisa berkata tidak.Ini keluarga mu sendiri.Jika kau bersikeras,ayo pergi.Perlu ku ingat kan lagi,nona wei tidak akan menyukai ini"kata kapten lagi.


"Aku tau kap, tapi ini masalah hidup dan mati.Dia di dalam kami akan menyewa di luar, tidak ada hubungannya " linwei hanya akan bergerak antara kondominium dan supermarket saja.Tidak ada hubungannya di area aman sama sekali .Meski tidak dipungkiri mereka akan bertemu sesekali tapi tidak akan bersinggungan satu sama yang lain nya.


"Terserah tapi kau sudah aku peringatkan "kapten Gu masih kurang nyaman dengan ide ini.


Dari mulut nenek shen, kapten Gu t


jika linwei dulunya di intimidasi di rumah mertua .Sekarang setelah dia melepaskan diri. Akhirnya dia akan dipertemukan lagi dengan mereka.Bukan kah itu tidak nyaman.


setelah berjalan lebih dari satu jam akhirnya bersekolah tiba juga di area aman karena belum banyak yang menempati beberapa lapak mobil bus bisa masuk ke dalam dengan santai.


Puluhan mobil besar maupun kecil banyak berjejeran di pinggir jalan. Mereka mungkin pergi ke supermarket untuk membeli sesuatu di sana.


sebenarnya mu bus tidak perlu masuk ke area aman sama sekali tapi kapten lagu mengingat kondisi keluarga uang yang tidak memungkinkan untuk mereka mas berjalan. Bus sekolah langsung berhenti di depan tenda tuan Wang yang sekarang sudah direnovasi menjadi rumah tanah dengan dua lantai.


Ketika akan berangkat ke pangkalan S tadi pagi .Tuan Wang sudah memesan tim tornado untuk merenovasi rumah mereka dan lima lapak yang mereka sewa.


Tidak sangka pengerjaannya begitu cepat dan rapi. Tanpa setahu tuan Wang istrinya menyewa beberapa kemampuan khusus yang datang dengan tujuan berbelanja.


Istrinya hanya menggratiskan beberapa pot hotpot dengan santainya .Lima lapak juga sudah siap dipakai .Jika di tanyakan kenapa ada lima lapak, keluarga mereka memiliki empat saudara kandung dan keponakan yang menikah tanpa anak.


Tiga lapak untuk satu keluarga sayu lagi untuk lansia dan satu khusus di berikan kepada keponakan yang sudah menikah tadi.


Mereka bersaudara tapi ada baiknya mengurus hal hal secara berasingan dari sekarang. lantai atas untuk hidup dan lantai bawah untuk usaha kecil mereka.


Melihat kedatangan keluarga di pihak suami yang datang dengan di bopong.Istri tuan Wang bergerak cepat, menyambut mereka semua dengan antusias.


Dua anak mereka juga bergegas membantu menarik pakaian tebal untuk masing masing orang.Keluarga yang kurus dan lemah tiba tiba menangis haru.

__ADS_1


Mereka tau udara nya tidak begitu dingin di dalam sini.Ini saja sudah membuat semua orang yakin masa depan tidak berbatas.


Sementara tuan Wang sudah berkumpul lagi dengan keluarga nya,tim singa hutan langsung di giring ke dalam rumah yang di alokasikan sebagai rumah tim ini.


Keluarga asu menginginkan satu lapak sendirian yang nantinya di bayar dengan uang pribadi.Karena hari sudah gelap,remas saja malam ini.


Shen You berbicara tentang masalah keamanan lagi sebelum dia pergi ke rumah nenek nya.


Hanya beda satu dinding saja.Tidak jauh .Nenek Shen menunggu cucu lelakinya ini kembali sejak sore.


Hidup tidak begitu membosan kan di sini.Dia main mahjong dengan lansia lain.Sekarang sedikit bosan.


Linwei juga tidak terlihat batang hidungnya sejak kemaren.Dia juga tidak bisa menggangu nya terlalu jauh.


"Xiou you,bagaimana kabarnya Youyou kecil,aku merindukan nya sekarang.Apa dia masih ingat aku,bibi tang nya?" kata tang Qian yang datang entah dari mana.


Deg...


"Alamat... nenek tidak tau"


"Nona?"kata nenek Shen yang melihat gelagat tidak baik dari Shen You.Dianjuga memanggil Shen You dengan youyou .Jadi dia kurang mengerti dengan nina ini yang bertanya tentang youyou juga.


"Halo nenek shen,kenal kan aku Tang Qian.kefepannya akau akan bertanggung jawab atas tempat ini jika Tim kami pergi keluar.Jadi jika ada masalah di depan,cepat beri tau aku" kata nona tang dengan ramah.


"Ohh nona tang,baik baik kelak Nenek bergantung kepada mu kan.Jadi katakan ada apa dengan Youyou?"tanya nenek heran.


"Nenek aku baik kok nek,ayo kembali ke dalam " kata ShenYou gugup.Kegugupan ini makin membuat Nenek Shen penasaran


"Jangan ribut, nenek bicara dengan nona tang yang baik.Jadi nona tang, Youyou..." Shen You tidak tau mau lari kemana yang jelas Tang Qian tidak tau jika dia juga di panggil dengan nama yang sama.


"Nenek Shen,maaf tapi aku begitu kangen dengan Youyou kecil,apa dia sekarang makin gemuk lagi" kata tang yang polos.


Deg..deg..deg..


"Youyou ku?Dari Shen You apakah gemuk dan putih?"tanya Nenek dengan muram.


"Ya nenek, Youyou kecil,ohh kau tidak membawa ke nenek Xiou you?"tanya tang Qian lagi.


Nenek langsung menarik kuping Shen you dengan marah.Cucu bau ini begitu murah.Cicit yang di tunggu sudah ada tapi dia tidak di kasi tau.


"Nenek...aw...aw.."


"Mana cicit ku, cucu kurang ajar" nenek makin marah, darah tinggi nya seperti akan naik ke ubun-ubun.Dia memelintir telinga Shen You di depan orang banyak.Biar kan dia ingat pelajaran ini

__ADS_1


"aduh.. nek..aw.."


__ADS_2