
Mengenai persiapan hari-hari kiamat lain keluarga lin ,lain pula dengan Linwei. Disaat keluarga besar lin sedang mengumpulkan perbekalan makanan sebanyak mungkin untuk disimpan di gudang kondominium mereka,di sisi lain linwei tidak lagi memiliki uang yang tersisa.
Diperkirakan hanya tinggal empat hari lagi sebelum hari kejadian. Nanti malam adalah malam tahun baru yang bisa di katakan hitungan mundur untuk menuju hari kiamat.
Begitu Linwei mendapatkan sertifikat surat mobil RV yang di pesannya ,dia langsung menggadaikan nya di pusat pegadaian.
Apartemen yang dipakai sekarang malah sudah berpindah tangan dan akan ditempati bulan depan. Tapi linwei meminta waktu beberapa minggu sebelum pergi dari apartemen. Sebenarnya itu hanyalah alasan klise karena dia tahu tidak akan ada waktu bagi bagi pemilik baru untuk menikmati hidupnya di apartemen miliknya ini.
Karena harga yang fantastis, mobil RV ini juga ketika digadaikan ,bisa memiliki angka yang cukup fantastis juga. Setelah uangnya masuk ke rekening pribadi segera saja linwei menghubungi seseorang yang dia kenal baik.
Menunggu teleponnya diangkat Linwei menghidupkan televisi untuk mengusir suasana sepi karena alinea sudah tertidur sejak sore.
"Halo ,nona Lin?" panggilan orang di seberang yang kenal dengan no memanggilnya.Linwei yang menghubungi pertama kali untuk membeli sesuatu yang agak sulit.
"Ya ini aku, bagaimana dengan barang yang aku minta?"Tanya linwei serius jangan sampai orang ini tidak dapat menyediakan kan barang dia minta.
"Aku harus menghabiskan banyak waktu dan uang untuk ini tapi itu berhasil. Jadi kapan kira kira nona Lin punya waktu luang?" Mata linwei beriak karena senang ,akhirnya itu berhasil juga.
Emm bagaimana lusa, besok masih tahun baru juga kan?" katanya agak menekan perasan senangnya.
" oke kalau begitu, aku tunggu di sana sekitar hemm jam sepuluh pagi ?" tawar orang do seberang
"Oke jam sepuluh!" tentu saja linwei punya waktu untuk ini
Karena tidak ada yang di bicarakan lagi telepon segera terputus.Linwei melihat ke televisi yang menampilkan berita paling viral.
Di televisi di berita tentang begitu banyak orang yang harus di larikan ke rumah sakit gara gara flu yang aneh.
Jika seseorang sudah terkena Flu dia kan memiliki mata merah dan mudah tersinggung. Rasa sesak yang menghimpit juga akan menyertai nya.
Anehnya lagi flu jenis ini di katakan normal tapi sulit di sembuhkan.
__ADS_1
Semakin hari orang yang terkena flu jenis ini semakin ramai yang membuatkan banyak rumah sakit yang penuh sesak sehingga para pasien tidak lagi terlayani.
Karena itu diberitahukan kepada orang-orang yang berasa dirinya telah di jangkiti oleh virus flu agar bisa menjaga diri sendiri di rumah dan jika parah bisa pergi ke rumah sakit tapi anda hanya akan menerima rawat jalan.
Linwei melirik dan menarik bibirnya dengan sinis.
"Semua akan segera terjadi...
Linwei bangkit dari duduk nya dan mematikan televisi untuk pergi ke kamar bayinya.Di sana Lin You kecil masih tidur dengan nyenyak. Linwei mengheka.nafas,tidak tau jika kedepan bagaimana ini apakah masih bisa tidur senyumnya ini.
Dia sudah melakukan apa yang bisa tapi masih harus di serah kan kepada takdir dan nasib baik. Tak mau mengganggui Linwei menutup pintu lagi dan dia pergi ke kamar nya sendiri.
Mau besok Linwei harus keluar dari rumah nya.Dia harus membuat bayinya nyaman dulu dia terbiasa hidup di dalam mobil.
Dua hari lagi...
Hitungan mundur di mulai...
Tapi menunggu sampai jam delapan malam kerabat yang di tunggu tidak ada yang menampakkan batang hidungnya.
Sepertinya dua penetua harus menelan pil pahit.Bukan satu tapi hampir seluruhnya adalah serigala bermata putih.
Kakek dan nenek Lin memiliki empat putra seluruhnya.
Empat putra yang sama-sama menjanjikan. Sayangnya anak kedua sudah meninggal duluan sewaktu muda tanpa dapat meninggalkan pewaris.
Sekarang hanya ada tiga putra yang tersisa di sisi mereka.
Putra pertama adalah Lin jinxi, memiliki istri guan wan dengan satu putra dan satu putri yang lebih tua satu tahun dari Linwei.
LinCha masih muda di usia dua puluh enam tahun yang memiliki tunangan orang besar tapi Linwei tidak mengenalnya sama sekali.
__ADS_1
Putri mereka adalah LinGishu, orangnya ambisius yang suka bersaing dengan Linwei.Melalui kata katanya lah, Linwei akhirnya tersingkir di dalam keluarga besar Lin dan hidup di luar dengan membangun perusahaan nya sendirian.
Putra ke tiga adalah ayah kandung Lin wei dengan istri nya Wei lan.Hanya ada Linwei di sana.
Putra ke empat Lin San Qie kerap di panggil paman Sam oleh Linwei selagi bercanda.Dia memiliki satu putra dan satu putri.
LIN shi yang seharusnya bekerja di perusahaan keluarga dan masih lajang.
LinTiana putri manja yang belum bekerja lebih tepatnya menolak bekerja.
Ada rasa sedih jika mengingat bagaimana anak anak menolak memilih keluarga di banding dengan harta benda .Tapi ini hanya masalah pilihan hidup.
Tepat ketika keluarga Lin sudah ingin tidur ada bel yang berbunyi di depan.
Ini adalah kondominium kosong yang tertinggal, Untuk naik hanya ada satu Lift yang bekerja.Ketika ada yang menggunakan Lift secara otomatis akan ada bunyi bel di pintu.
Tapi bel hanya akan berbunyi jika Lift bergerak di pantai ke empat puluh. Demi keamanan di dalam Lift juga di pasang kamera jarum yang sangat kecil.
Setelah tahun baru cina, Lift hanya akan berfungsi dengan kode khusus tanpa itu Lift akan gagal berfungsi.
Dia berbicara sebentar dengan dua penetua dengan memberi tau kan kedatangan para tamu. Setelah itu ayah linwei bergegas mencari tau siapa tamu yang datang untuk merayakan tahun baru cina kali ini.
Ini juga memberitahu siapa saja yang ada di pihak.mereka di hari kiamat yang akan segera tiba.Matanya berbinar cerah dan bergegas membuka pintu menanti kedatangan kerabat nya.
Itu adalah saudara keempat nya.Paman Sam di mulut Linwei.Dari kamera terlihat jika mereka datang satu keluarga lengkap.Meskipun tidak di pungkiri jika wajah anak-anak nya menjadi jelek. Tapi mereka akan berterima kasih nanti jika tau hal yang akan terjadi beberapa hari lagi.Tunggu saja tanggal mainnya.
"Saudaraku " panggil ayah Linwei ketika pintu Lift di buka yang di sambut senyum ceria oleh saudaranya itu.
Mereka berpelukan sebentar dan kembali ke pintu di mana sangat penetua sudah menanti kedatangan mereka sekeluarga.
Tapi di mana anak pertama.
__ADS_1