Membawa Bayi Di Hari Kiamat

Membawa Bayi Di Hari Kiamat
Kemampuan Kakek Lin


__ADS_3

Suasana di kondominium agak tegang sekarang.Hanya ada tiga orang di kondominium,dua lansia dan bibi kedua.


Linwei dan yang lain biasa akan sarapan setelah berkeliling di supermarket.


Sebab itu lah ketika paman lin Jinxi dan istri nya nya di lantai keluarga, tidak ada orang lain selain tiga orang ini di sana.


Bibi kedua sedang sibuk menyediakan sarapan mertua nya.Dia jarang melakukan ini sebelum hari kiamat.


Tapi dia rela melakukan nya sekarang.Ini hanya bentuk terimakasih pada dua mertua yang bersedia menampung keluarga mereka.


Tapi dia juga menyimpan rasa sedih di sini.Dia jarang keluar yang pasti nya tidak ada keluarga kelahiran nya di area aman.


Tidak mau berlarut larut dalam kesedihan bibi kedua tidak pernah lagi pergi ke area aman.Tapi dia selalu mengingat anak anak nya.Jika saja ada keluarga kelahiran nya di sana,harap di perhatikan.


Bibi ke dua tidak menyangka jika kesedihan nya akan terbayar beberapa hari lagi.


Dia hanya tulus melayani keluarga suami namun tidak dengan kakak iparnya yang datang hanya untuk makan saja.Jangan kan menolong nya untuk memasak mencuci mangkuknya sendiri saja dia enggan.


Guan wan pikir ada adik ipar nya ini dia bisa santai seharian.


Hati bibi kedua memendam rasa dendam tapi dia tidak bisa berkata apa-apa.Hanya saja ketika keduanya datang dia lebih memilih untuk pergi menghindar.


Inilah yang dilihat lin Jinxi dan Guan wan ketika mereka tiba di lantai atas.Bibi kedua sedang sibuk menata meja makan untuk dua mertua nya.


Sejak ada warung warung di area aman, linwei dan yang lainnya jarang kembali untuk makan siang.Mereka hanya berusaha untuk selalu bisa makan malam bersama.


Karena itu hidangan di meja makan hanya untuk tiga orang saja.Milik lin Jinxi dan istrinya tidak di sediakan oleh bibi kedua.


Mereka marah dengan bibi kedua tapi hanya bisa menelan nya di dalam hati.


Nenek lin tidak tau pemikiran pasangan ini.Sejak tinggal di sini, kedua nya jarang makan bersama.Mereka kerap membeli makanan di area aman dan membawa nya di lantai pribadi mereka.


Jadi tidak ada yang berpikir untuk menyimpan jatah makan mereka, begitu juga dengan nenek dan kakek Lin.


"Ada apa?"tanya kakek lin heran.


Tidak biasanya pasangan ini bergabung dengan mereka di pagi hari.


Tanpa merasa malu, kedua nya duduk dan mencari mangkuk sendiri.Ambil nasi dan penekuk daun bawang , terong ungu goreng.


Tanpa menyapa orang tua di depan, mereka memulai makanan nya sendiri.Mungkin karena mereka belum makan dari sore kemaren, mereka melupakan sopan santun .


Aturan makan dalam keluarga Lin di langgar oleh kedua nya.Seharusnya tidak ada sumpit yang melayang sebelum sumpit penetua jatuh ke mangkok nya.


Tapi apa yang terjadi sekarang.


Bagaimana kakek dan nenek Lin tau jika kedua nya belum makan ,di hati mereka berdua.Lin Jinxi adalah putra yang tidak berbakti.


Jika ada pertama pasti akan ada yang kedua ketiga dan sebagai nya.


Darah kakek Lin mendidih karena perilaku yang kurang ajar ini.Dia melempar kan mangkok yang masih kosong langsung ke kepala lin Jinxi.


Brak...


Lin Jinxi tercengang.


"Putra tidak berbakti, tidak bisa menyenangkan hati orang tua!" bentak kakek lin dengan mata merah .


"Ayah aku..aku.."Setelah kena lemparan itu, barulah lin Jinxi sadar jika dia sudah melanggar peraturan makan keluarga Lin.


"Jinxi ibu dan ayah masih hidup . Tapi kau sudah berperilaku buruk . Bagaimana aku bis menutup mata dengan tenang.Seharusnya sebagai kakak tertua kau bisa memberi kan contoh pada adik adik mu" kata nenek lin sedih.


Perilaku memulai langkah pertama dalam hal makan,memberi petunjuk jika dia adalah ketua di keluarga ini.Orang yang kata kata harus di ikuti oleh semua anggota keluarga yang lain seperti kata kata seorang kaisar.


Jadi ketika lin Jinxi melakukannya. Dia jelas tidak menganggap ayah dan ibunya masih hidup.Dia menginginkan hak tertinggi ini untuk bisa memerintahkan adik dan keponakan nya nanti.


Bibi kedua yang mengintip dari dapur bergidik ngeri.Apa jadinya jika lin. Jinxi fan Guan wan mengambil alih kekuatan keluarga lin.


Mereka akan lebih arogan dan sewenang-wenang.Sebaiknya dia akan membujuk suaminya untuk tinggal di area aman saja dari diperbudak oleh Guan wan di masa depan.


"Ayah ibu, ini tidak seperti yang kalian sangka kan.Kami berdua belum makan dari kemaren.Di lantai kami tidak ada persediaan makanan yang bisa di masak" kata. lin Jinxi dengan mengecil kan lehernya.

__ADS_1


" Orang bisa saja merasa lapar tapi tidak bisa melupakan tradisi.Kalian jelas hanya mencari alasan saja"kata kakek lin tidak peduli dengan alasan yang di sampaikan oleh lin Jinxi.


Sejak dia tahu lin Jinxi adalah serigala bermata putih .Dia sama sekali tidak menaruh harapan lagi pada putra pertamanya ini.


Tanpa menunggu putra ini berbakti, dia masih memiliki dua putra lagi dan tiga orang cucu yang berbakti.


Hidup itu bukan saja tentang makan dan pakaian.Keselehan anak juga bisa membuat orang tua menutup mata dengan ikhlas.


Tapi Lin Jinxi telah melukai perasaan ayah dan ibu kandung nya sendiri.Lupakan saja kenyataan jika mereka pernah melahirkan anak pertama.


"Ayah kalian bias, jelas suamiku adalah putra pertama kalian yang akan mendukung hari tua di masa depan.Tapi lihatlah perlakukan yang lain pada kami.Kami belum makan sejak kemaren. Apakah ada yang bertanya?"Kata Guan wan tidak puas


" Supermarket itu, dari awal kalian mengatakan itu miliki Linwei.Kalian lupa siapa dia? Dia bukan keluarga lin lagi .Dia adalah menantu shen sekarang!"sambung nya lagi.


Apakah orang tua ini tidak berpikir apa jadinya mereka jika supermarket ini jatuh ke tangan orang lain .Mereka semua akan kembali ke jalanan dan kembali merasa lapar, bukankah begitu.


lain halnya jika supermarket ini diserahkan kepada suaminya lebih awal. Kemungkinan besar keluarga Guan akan berpartisipasi untuk menyelamatkan beberapa hal dari gangguan orang luar.


" apa menurutmu Linwei adalah orang luar ?" tanya nenek yang mulai marah .


Dari tadi dia hanya berkata pelan tapi menantu perempuannya ini meninggikan suara melebihi dirinya.


Apa yang dia pikirkan tentang dirinya sebagai mertua di rumah ini.


" tentu saja ada orang luar bu, setelah menikah dia sudah menjadi milik orang lain ,apa aku salah?" katanya mendengus.


Dia melirik makanan yang belum sempat dia makan di meja.Orang-orang ini tidak tahu menghargai makanan. Lihat saja jika supermarket ini sudah jatuh ke tangan guan, nanti mereka akan tahu bagaimana artinya lapar.


" Guan wan, diam .Ini bukan saat nya kau berbicara .apa posisi mu di rumah ini?"bentak kakek yang menggigil.


Kakek Lin sudah setua ini .Memiliki anak dan cucu dan sekarang dia dimarahi begitu rupa oleh menantu perempuannya sendiri. Apakah itu pantas.


" ayah Guan wan berbicara mewakili aku. Dia tertekan ketika tahu aku sedang teraniaya. Aku adalah putra pertama tapi aku tidak mendapatkan hak ku sebagai putra pertama" kata lin jinxi.


"Sejak hari kiamat aku tinggal di keluarga Guan.Aku belum kekurangan apapun.Mereka mau memberikan aku makan dan pakaian tapi lihat saja perawatan yang aku dapatkan dari keluargaku sendiri .Aku bahkan belum makan nasi sejak kemarin dan kalian tidak ada yang bertanya apakah aku sedang makan atau belum"kata lin Jinxi dengan raut wajah sedih.


" jika keluarga guan itu baik .Maka pergilah ke keluarga Guan. Kenapa kalian masih di sini pergilah ,pergi" Kata bibi kedua yang tiba-tiba muncul dari dapur.


"Chen xi, berani berani nya kau membantah kata-kataku. Aku adalah menantu perempuan pertama di rumah ini.Jadi ini bukan waktunya kau untuk berbicara" kata Guan wan marah.


Dia tidak bisa menggertak mertuanya tapi dia bisa menggertak iparnya ini.


"kenapa aku tidak melawan, apa pak apa kak benar gangguan itu hebat. jika keluarga guan itu hebat. Kalian tidak akan mengincar supermarket itu bukan ?" balas bibi ke dua.


Dengan mata kepalanya sendiri dia melihat bagaimana pasang surutnya linwei untuk membangun supermarket itu dari awal. Sekarang setelah supermarket itu berjalan pada jalurnya .Dua orang tidak tau malu ini. Datang untuk meminta hak,apa apaan itu.


Jika pun supermarket itu bisa dibagi.Ini bukan giliran mereka berdua.Suami dan dua anaknya juga ikut berpartisipasi dalam hal pembangunan supermarket. Keluarga nya lebih berhak dibandingkan pasangan ini.


"Kau..kau ..


" Dasar lintah pengisap darah. Pergilah dari sini kami tidak menerima kalian!" bentak bibi kedua dengan berani.


Dari ekor matanya dia melihat dua mertua tidak menghentikannya. Jadi dia percaya diri dan yakin apa yang dilakukannya ini adalah benar.


mereka adalah keluarga walau bagaimanapun mereka tidak saling suka tidak ada yang bergerak menggunakan kemampuan khusus.


Terlebih lagi lin Jinxi mempunyai kemampuan kecepatan .Jika dia mau, dengan mudah dia bisa menyelesaikan orang-orang ini tapi ini adalah ayah dan ibunya sendiri.


Ketika mereka semua sedang berdebat di kondominium.linwei sudah mendeteksi pergerakan itu. Dia tidak menyangka paman pertama akan begitu memalukan.


Berhadapan dengan orang tua nya sendiri demi keluarga Guan.


Sampah.


Walau bagaimanapun dinilai tidak bisa melanggar senioritas. itu adalah pamannya yang seharusnya dia hormati.


Jadi dia segera mengatakan masalah ini langsung kepada ayah nya dan paman Sam.


"Kurang ajar sekali ,ayo kakak kita harus melihat ayah tua. Jangan sampai ada kecelakaan "kata ayah linwei pada paman Sam.


Paman Sam segera setuju . Dia menyerahkan semua pekerjaan di tangannya kepada kakak sie dan tuan Feng.

__ADS_1


Apalagi beberapa orang yang antusias juga ringan tangan dan ingin membantu tuan feng .Dalam menyelesaikan kamar antivirus.


Setelah itu mereka berdua berlari ke arah kondominium dengan cepat. ibu linwei yang sedang sibuk di laboratorium.Dia tidak tahu apa yang terjadi saat ini.


Namun dia di panggil segera karena dia adalah pengguna kemampuan sistem cahaya. Berjaga-jaga jika sesuatu terjadi pada dua orang tua itu.


walau bagaimanapun mereka berlari cepat ,itu tidak secepat gerakan paman lin jinxi di lantai atas.


Entah bagaimana dia kehilangan kesabaran dan sasaran empuk nya adalah bibi kedua yang tidak memiliki kemampuan khusus apapun.


Akhhjh.


Bibi kedua ditampar dua kali di wajah .Dia tidak sempat mengelak dengan kecepatan yang dipakai oleh lin jinxi. Dua cetakan darah terpapar indah di wajahnya dengan cepat.


Nenek yang melihat itu tidak bisa melakukan apapun dia tapi dia memiliki kemampuan luar angkasa yang tidak diketahui oleh putra pertamanya ini.


Secara reflek dia mengambil segala sesuatu yang ada di luar angkasa dan melempar nya begitu saja ke arah putra dan menantu perempuan yang yang tidak berguna itu.


Namun sayangnya tidak ada banyak bahan di ruang angkasa nenek melainkan hanya bahan-bahan makanan dan alat-alat dapur saja.


Apa yang ditarik nya adalah peralatan dapur dari besi seperti wajan,sendok dan pancing.


Ada juga pisau dapur dan parang dari Jepang yang pernah linwei titipkan kepada nya.


Lin Jinxi tidak pernah tahu jika ibunya memiliki kemampuan yang sangat didambakan oleh banyak orang. Matanya berbinar binar melihat itu seperti seseorang yang melihat tumpukan emas permata.


Untuk menghindari serangan ibunya yang membagi buta dia meloncat dengan kecepatan ekstrim.


Selagi meloncat dia berkata kepada ibu tuanya" ibu maafkan aku, aku tidak tahu kau memiliki kemampuan sehebat ini"bujuk lin jinxi.


Sejak kecil sampai sekarang ibu paling menyayanginya. Karena ibu selalu berpikir jika dia adalah tempat bersandar di hari tua nya kelak. Jika dia belum bisa dikit saja dia yakin ibunya akan lebih menuruti kata-katanya.


"Ibu bagaimana jika ibu mengikuti aku ke keluarga Guan.Hidup kita akan baik-baik saja di sana. Mereka memiliki sumber penelitian yang bagus" sambung nya selagi mengelak dari serangan.


Mendengar kata-kata putranya itu Kakek lin merasa marah. Inilah orang yang membawa mereka ke pusat penelitian saat itu rupanya.


Serigala bermata putih.


Meskipun badannya lemas tapi kakek masih bisa berlari mengejar putra durhaka itu dengan pedang dari jepang.Tanpa di sadari ,dia membangun kemampuan kecepatan dalam keadaan emosi.


Lin Jinxi tentu tidak berharap jika ayah nya membangun kemampuan di usia tua, tapi dia masih berlari ngeri melihat pedang putih yang berkilat Itu.


Di sisi lain bibi kedua lagi-lagi sedang dipukuli oleh guan wan di lantai. Sebagai pengguna kemampuan guna wan sangat mudah mengalahkan bibi kedua yang tidak memiliki apa-apa.


Jadi ketika dua saudara tiba di kondominium bersama ibu linwei , hal yang mereka lihat adalah adegan seperti ini.


Ada ibu tua yang membuang segalanya dari ruang angkasa seraya memaki.Ada lin Jinxi yang berlarian seraya dikejar dengan pedang oleh kakek tua .Ada juga dua wanita separuh baya yang bertarung namun tidak seimbang.


Saat ini wajah bibi kedua bengkak seperti wajah babi.


Dua saudara langsung merasa emosi melihat saudaranya yang tidak bisa berbakti ini. Dia tidak bisa memberikan tiga kali makan untuk orang tuanya. Tapi dia malah membuat orang tua ini marah sampai mati.


Dengan amarah yang memuncak. Paman Sam mengeluarkan kemampuan es untuk membekukan kaki saudara lelakinya yang sedang berlari itu.


Akibatnya dia menjadi es loli hidup.


Setengah badan di lapisi oleh es yang dingin.


Melihat suaminya tidak bergerak karena dibekukan setengah badan Guan wan bergegas membantu nya.


Lagi lagi dia mengutuk Keluarga lin yang buruk.


ibu linwei yang bergegas menarik babi kedua yang keadaannya sangat mengenaskan .Bukan hanya wajah dia juga mengalami luka pendarahan di sekujur tubuhnya.


Tanpa berbicara ibu linwei langsung mengobatinya dengan kemampuan cahaya.


Lagi lagi lin Jinxi terpana.


jika begini seluruh anggota lin sebenarnya sudah membangun kemampuan khusus tanpa terkecuali.


Apa kata keluarga Guan jika mereka tau ini,ohh berita bagus.

__ADS_1


__ADS_2