Membawa Bayi Di Hari Kiamat

Membawa Bayi Di Hari Kiamat
Lumut


__ADS_3

Di malam yang gelap gulita,linwei terus berjalan tanpa hambatan. Dia tidak terganggu dengan suasana gelap gulita ini.


Dengan kemampuan mentalnya semua terasa dengan mudah.


Berbeda dengan penampilan nya di siang hari,tidak ada payung daun yang melindungi nya.Suhu di udara turun perlahan lahan dan menjadi dingin. Linwei memilih pakaian tebal jadi dia juga tidak terganggu dengan ini.


Lama berjalan ,kemampuan mentalnya segera mendeteksi sekelompok kecil zombie. Memang tidak banyak tapi zombie juga bergerak ke satu arah.


Dimana ada banyak manusia yang istirahat.Mungkin kelompok manusia itu ingin tidur di sana dan bergerak di pagi hari. Tapi berkelompok juga tidak bagus.Ada banyak nafas yang tercium di udara yang tentu saja bisa memanggil para zombie terdekat.


"Inti crystal berjalan, tunggu aku "


Linwei bukan pahlawan kesiangan.Dia tidak akan sudi menjadi penyelamat juga .Tapi sayang sekali melewatkan " harta " yang akan terbang sia sia.


Sekarang dia sudah tidak memiliki satu pun inti crystal di tangan. Ini namanya rezeki nomplok. Tidak banyak hanya ada lima dari mereka. Tapi di belakang nya masih beberapa zombie lagi yang akan segera menyusul.


Supaya lebih cepat linwei bergegas, berlari ke depan dengan semangat juang di tulangnya.Inventarisnya benar benar kosong .Sebelum sistem mobil selesai di perbarui dia harus menyiapkan beberapa inti crystal extra. Semua indikator telah turun ke titik nol.Bagaimana dia bisa ke kondominium jika mobilnya saja tidak bergerak sama sekali.


Inti crystal adalah satu satunya sumber energi jadi dia tidak punya pilihan. Bantai zombie, lumpuh kan mereka dan kumpulkan inti crystal nya.


Sepuluh menit kemudian dia berhadapan langsung dengan zombie yang berlari. Uhh berlari artinya zombie level selanjutnya.Mari cari tau level berapa itu.Pedang titanium nya berkilat kilat di tengah gelap nya malam.


Srekk


Srekk


Srekk


Srekk


Srekkk


Meskipun mereka bis abergeak.lebuh cepat tapi kecepatan linwie juga tidak bisa di anggap remeh. Lima zombie segera lumpuh di tanah kering.


Itu mudah,apa zombie yang semakin lemah atau dia yang semakin kuat. Dia tidak merasa jijik ketika mengulurkan tangannya ke dalam otak putih yang lengket itu.


Rogoh..Rogoh..Rogoh..Rogoh..Rogoh..


"Dua inti crystal level tiga dan tiga lagi di level dua.Tidak buruk" bibir linwei membentuk senyuman tipis. Tidak buruk berjalan di malam hari.


Dia memindai lagi dan menemukan beberapa kelompok zombie yang tersebar.Mungkin ini adalah keluarga yang berpikir melarikan diri ke suatu tempat. Hanya saja itu tidak akan pernah tiba di tujuan.


Linwei terus memburu para zombie yang ada di beberapa titik. Dia berselimutkan darah hitam zombie di pakaiannya. Tidak ada yang lolos dari tarian pedang titanium nya. Kemampuan sistem mental mendeteksi kelompok zombie lagi dan lagi.


Meskipun tidak banyak tapi kebanyaka dari inti crystal itu sudah naik ke level dua dan tiga.Mereka berevolusi dengan cepat. Entah ini baik atau buruk.


Linwei tidak begitu peduli dengan evolusi para zombie. Baginya zombie di tingkat lanjutan adalah hal yang terbaik untuk bahan bakar mobil.Doa terus bergerak,memburu zombie tanpa takut. Zombie yang tersebar begini masih bisa di lumpuh kan.Jika di banding dengan zombie yang berkumpul.


Di malam gelap gulita tidak ada satu orang pun yang berpikir jika mereka sebenarnya di selamat kan tanpa sengaja. Banyak kelompok zombie yang di lumpuh kan linwei demi mengumpulkan cadangan inti crystal nya.


Bertarung tidak melelahkan untuk linwei tapi dia juga butuh istirahat sejenak. Kemampuan nya masih terbatas. Jika sering d8 gunakan dianuga akan kehabisan energi .


Jangan sampai energi nya benar-benar terkuras.


Linwei melirik jam di tangan waktu masih banyak sekali sebelum matahari terbit.Temukan segera tempat untuk istirahat sejenak.


Di depannya ada sebuah rumah sederhana yang tidak ada zombie ataupun manusia.Linwei memilih itu dan pergi tanpa tergesa gesa.Lagipula dia lupa makan malam.Jangan sampai terkena asam lambung.Asam lambung adalah penyakit yang umum di temukan di hari kiamat.


Rumah yang dia tuju tidak besar tapi masih cukup bagus dan anehnya .Linwei mencoba melihat dari jarak tertentu,memindai nya dengan kemampuan mentalnya.


Itu bersih. Tidak di temukan apapun yang mencurigakan.


Di hari kiamat sangat wajar jika menemukan sebuah rumah dalam kondisi rusak di sana-sini. Tapi akan sangat aneh jika anda bisa menemukan sebuah rumah yang tidak jauh dari jalan besar namun baik-baik saja tanpa ada kerusakan sedikitpun.


Sebelum linwei membuka pintu gerbang ,ada enam orang yang berjalan dari belakangnya. mungkin mereka ini berniat untuk istirahat di rumah ini. Lima lelaki muda dan seorang gadis belia yang terlihat energik meskipun bajunya tidak lagi begitu bersih.


"Halo,kami akan menginap di sini, nona juga?" Seorang gadis muda berpakaian biru dengan rok selutut,dia cukup menarik dengan senyum yang lebar.


Terkadang sangat banyak di temukan sebuah tim dengan komposisi ini.Wanita cantik hanya akan menjadi hiburan dan permainan di waktu senggang.Banyak wanita yang hidup dengan cara ini.Besar kemungkinan gadis di depannya ini,juga terlibat dalam hubungan saling menguntungkan.


Tapi siapa yang bisa di salahkan.Linwei yang pernah mengalami masa masa buruk tidak membenci wanita yang terpaksa melakukan pekerjaan ini.


Wanita adalah makhluk lemah tapi mereka akan tetap berusaha untuk hidup tidak peduli apa.Jadi di sapa oleh gadis ini linwei tidak membencinya.

__ADS_1


Linwei tidak akan menjadi orang yang sombong. Dia menjawab dengan anggukan kepalanya. Tidak perlu repot membuat hubungan dengan kelompok yang tidak di kenal. Lagipula dia hanya mampir untuk istirahat sebentar dan makan malam yang tertunda.


"Hahaha syukur lah setidaknya aku bukan satu satunya wanita di sini kan?" katanya lagi.Bibir nya menampilkan senyuman tulus.Linwei tidak begitu peduli. Dia juga tidak akan lama di sini.


Linwei membiarkan lelaki di depan nya ini membuka pintu gerbang yang tidak terkunci. Seketika pemandangan cantik tersaju di depan mata.


"Uuh rumah yang indah,kurasa aku bisa tidur nyaman malam ini!" kata gadis itu sumringah.


Sulit untuk tidur di malam hari di hati kiamat. Anda tidak tau bahaya apa yang ada ketika anda sedang tidur.


Halaman nya sangatlah bersih,tidak satupun sampah ada di dalamnya. Bahkan udaranya juga tidak terasa aneh,hanya ada bau rumput yang samar samar.Linwei tidak percaya jika semua akan baik baik saja Ad sesuatu yang aneh di sini.


Namun begitu kemampuan sistem mentalnya tidak mendeteksi apa pun sejauh ini.Apa dia terlalu banyak berpikir.


"Ohh giant,aku menemukan kamar tidur dengan kasur empuk. Aku pilih tidur di kamar malam ini " seru gadis kecil itu yang datang entah dari mana.


Rupanya dia sempat berkeliling sekitar rumah.


"Kakak ,mau cari kamar?" tanya nya ramah tapi linwej menggeleng kan kepalanya.


"Aku lupa memperkenalkan diri lihat bagaimana tidak sopan nya aku, nama ku Su weiwei.panggil saja weiwei.Ini Giant ketua tim.Kakak kong, kakak Ran lie,kakak fu dan kakak ding" gadis itu memperkenalkan semua anggota tim yang kepada linwei. Linwei juga sopan menyebut nama nya sendiri.


"Halo aku linwei"


Di antara mereka linwei merasa dirinya sudah tua,wanita dengan bayi. Tapi dia menyukai anak muda yang sopan dan ramah seperti mereka ini.


" Kakak linwei" kata mereka serempak.


Linwei tidak terlalu banyak bicara ,mungkin karena mereka juga tidak seumuran.Tidak ada topik yang sama untuk di bicara kan.


Mereka adalah satu universitas di kota B.Niatnya ingin ke kota sebelah .Itu di seberang hambatan layang.


Mereka berasal dari kota yang sama.Karena itulah mereka memutuskan untuk pergi bersama sama .Pada hari pertama kiamat,mereka masih berada di kampus.


Banyak teman dan gitu yang menjadi zombie di sana.Awalnya mereka berjumlah lebih dari dua puluh orang. Tapi tidak banyak yang selamat. Untungnya kemampuan segera terbangun satu persatu. Semua remaja ini memiliki kemampuan yang berbeda beda.Itu sebabnya mereka tidak takut dengan situasi berbahaya lagi.


Karena masih sekampung,mereka memutuskan pulang dengan tergesa gesa.Berharap keluarga nya masih ada di sana dan menunggumu di rumah.


Linwei hanya tersenyum tipis mendengarkan celotehan mereka. Baginya kisah mereka tidak ada yang istimewa. Ada banyak orang dengan pengalaman yang sana.Bahkan ada yang lebih mengerikan dari kisah ini.


Sekarang di ruang tengah hanya tinggal empat orang saja termasuk dengan linwei.Linwei berniat untuk pergi setelah beberapa saat.


Dia baru saja menghirup sup dari mie cup terakhir.Tidak memiliki air panas,air mineral dingin pun tidak masalah. Linwei sama sekali tidak menawarkan mie cup nya kepada para pemuda di depannya.Mereka juga tidak marah karena itu adalah hal.wajar di hari kiamat.


Orang tidak akan berbagi makanan dengan orang lain selain anggota tim nya sendiri


"Ke kota S,keluarga ku ada di sana" jawab linwei setelah menyeka sisa sup di bibirnya dengan ujung jari.


"Itu masih sangat jauh, tapi aku harap kakak cepat tiba sampai ke tujuan" katanya lagi.Sungguh pemuda ramah yang sopan.


Dua temannya hanya berbicara sesama sendiri sebelum izin ke kamar gadis. Linwei mengerti tujuannya tapi dia tidak peduli.Itu bukan urusannya sama sekali.


Dua dari mereka pergi menyisakan linwei dan Giant. Melihat Linwei mengemas ranselnya ,Giant tertarik untuk bertanya lagi.


"Mau pergi?"


"hemm,perjalanan masih jauh, malam hari masih lebih dingin" katanya.Giant tidak membantah hanya mengucap kata kata agar berhati hati di jalan.


"baik"


Baru saja kaki Linwei bergerak,tiba-tiba ada suara jeritan kencang yang berasal dari dalam kamar gadis. Jeritan seperti orang ketakutan dan panik.


Bukankah itu seharusnya jeritan kenikmatan?


Giant yang mendengar jeritan juga panik tiba tiba. Mereka berada di dunia aneh yang berbahaya. Setelah bertahan hidup untuk beberapa waktu,kenapa masih ada masalah batu.


Apa ada zombie di kamar itu.


Linwei juga bertanya tanya,dia jelas sudah memindai jika tidak ada zombie di lingkungan ini.


Mereka.berdua berlari ke arah kamar,jeritan mengerikan dan meminta tolong masih terdengar tapi tidak ada gerakan aneh dari dalam sana.


Giant membuka pintu dengan hati hati,dia tidak mau di serang zombie ketika pintu di buka.

__ADS_1


Tapi pemandangan aneh segera tersaji di depan mata.Dinding kamar berwarna hijau hampir keseluruhan.


Itu bahkan menutupi lantai. Warna hijau itu bergerak lebih cepat dari keong. Ada dua gundukan di lantai ,gambarnya seperti manusia yang anehnya tertutup habis.


Sesuatu berwarna hijau itu juga menutupi setengah area ranjang. Gadis yang ramah sudah tertutup setengahnya.


"Tolong,sakit ahhh sakit,tolong "


"Giant,jangan pijak lumutnya,mereka menelan kong dan Ran li " Pria muda itu berusaha berbicara di tengah rasa sakit nya.


Pria muda itu di sebut dengan ding.Tubuh nya dan tubuh weiwei sudah di tekan setengah. Satu gundukan lagi terlihat jelas hanya menyisakan telapak tangan.


Tapi telapak tangan itu juga berangsur-angsur di tutup oleh sesuatu yang sebenarnya hanyalah lumut yang bermutasi.


"Sakit...ahhh tolong "Pekik weiwei yang tidak.kuat menanggung rasa sakit.Lumut sudah menjelajah hingga ke dada nya yang terbuka. Weiwei tahu ini adalah akhir dari segalanya .Dia tidak akan selamat kali ini.


"Giant pergi... pergi lah..!" Ding juga merasa sakit yang teramat sangat. Dia sudah tidak lagi merasakan tubuh bagian bawahnya.Lumut telah menjalar ke arah tubuh bagian atas.


Dia akan mati di sini.


"Ding..weiwei.." Giant ragu ragu .Doa telah bersama mereka setelah beberapa waktu. Tentu tidak tega melihat mereka dalam kondisi itu.


"Kak Giant, mereka di belakang mu,cepat pergi,cepat lah,ahhkkkk" Weiwei juga meminta Giant untuk cepat pergi.Dia melihat jika lumut itu sudah menguasai sesuatu rumah.


Hanya menunggu waktu ,korban nya lengah inwei segara menarik Giant untuk segera pergi dari rumah ini.Weiwei benar,ruang tamu y tadi mereka tempati sekarang sudah hampir penuh dengan lumut lumut .


"Giannnnttt ...akhhh pergi..Per...


Pekikan Ding sudah tidak terdengar lagi,Giant tau akhirnya. Sekarang dia sendirian.


Tidak ada waktu untuk bersedih lumut lumut itu bergerak cepat seolah olah ingin menelan mereka juga. Kemana mereka akan pergi.


Tidak ada lantai yang bisa di pijak sekarang.


Giant tidak tau mau melakukan apa. Dia gugup sementara teman teman nya sudah mati.Otaknya sudah tidak bisa berfungsi lagi.Mundur beberapa langkah, hanya itu yang bisa dia lakukan.


Tapi lumut di belakang juga sudah mendekati ke arah kakinya. Dinding rumah juga sudah di selimut oleh mereka.


Linwei memilih tidak bergerak,mundur atau maju hasilnya akan sama saja.Dia.merogoh ransel.Pura pura jika dia mengambil sesuatu di dalam sana.


Ambil korek api dan temukan satu botol kecil benzin.


Percikkan benzin sedikit dan bakar dengan korek api.


Whusss


Seketika lumut terbakar ,itu berhasil.


Hanya saja,lumut yang terbakar di ganti kan lagi dengan tumbuhnya lumut baru.Mereka kuat dan alot.Linwei jadi memikirkan sesuatu. Dia mengambil tempat makan siang yang terbuat dari stanless.Ambil sedikit lumut dan simpan di dalam ransel. Aslinya dia melemparkan semua di ruang angkasa. Hanya untuk bersenang senang saja.


Sekarang dia harus bisa pergi dari rumah yang bdi kuasai oleh lumut lumut pemamgsa makhluk hidup ini.Linwei pernah mendengar tentang lumut ini ,mereka memangsa semua yang bergerak.Tidak zombie ataupun manusia. Apalagi dengan hewan hewan.


" Giant,Siap untuk pergi?" tanya kepada Giant yang masih melonggo.


Mendapatkan pertanyaan itu tentu saja dia mengangguk dengan cepat. Kakak ini punya jalan keluar nya .


Linwei memerlukan lagi benzin ke arah lumut,dia membakar ya seperti tadi,bedanya dia langsung berjalan ke arah lumut terbakar itu.Meskipun akan di ganti kan dengan lumut batu,tapi perlu beberapa detik untuk itu.


Beberapa detik yang cukup untuk mereka melarikan diri.


Gerakan linwei cepat dan pantas .Tabur benzin, bakar lalu lari, begitu seterusnya Giant mengikuti nyangka itu dengan sama cepatnya.


Jangan tunggu posisi lumut yang terbakar di ganti dengan lumut baru.


Mereka berdua dengan susah payah akhirnya tiba di depan pintu gerbang. Lumut lumut itu hanya ada di sekitar rumah.


Mendapatkan mereka sudah ada di tempat yang selamat, Giant bersujud di tanah seraya menangis dan mengucapkan terima kasih kepada linwei.


"Huhuhu kakak lin,trimakasih kasih Huhuhu " katanya berulang ulang.Dia pikir dia kan mati tadi,tak taunya masih bisa selamat. Tapi teman teman nya tidak begitu.


"Jangan cengeng,kita harus pergi,ohh tidak aku harus pergi "


"Tidak kak,aku..aku ikut, bagaimana?"Dia sendirian sekarang, apa salahnya ikut dengan linwei yang bisa di bilang sebagai penyelamat. Dia akan mengingat hutang budi ini seumur hidup.

__ADS_1


Hutang budi harus di bayar, tapi sekarang uang tidak lagi berharga.Bagaimana cara membayar nya.


Apa harus di bayar dengan tubuh?


__ADS_2