Membawa Bayi Di Hari Kiamat

Membawa Bayi Di Hari Kiamat
serang pertama


__ADS_3

Mobil yang di kendarai oleh Shen you adan beberapa teman seperjuangan nya masih tergeletak di pinggir jalan .Mereka tertidur dengan nyenyak di dalam mobil tanpa tahu apa yang terjadi dengan keadaan di luar.


Mobil yang mereka kendarai adalah mobil jenis biasa sehingga tidak ada perlindungan jika ada terjadi sesuatu. Beruntungnya mereka sedang ada di alam terbuka yang jauh dari pemukiman warga.


Di hari ini hari biasa pun jalan ini memang sangat jarang dilalui oleh kendaraan lain.


Yang pertama terbangun adalah Shen you. Matanya terbuka perlahan lahan tapi tertutup lagi karena silau matahari yang sudah meninggi.Jelas mereka begitu kelelahan akibat perjalanan sehingga tertidur nyeyak.Pikir Shen You.


Di dalam mobil hanya ada empat orang termasuk lah dengan dirinya sendiri.Shem you memandang ke arah tiga teman seperjuangan yang masih tertidur ini.Baginya mereka bahkan lebih dekat dari pada saudara sedarah sekalipun. Ketika sang kapten menasehati untuk pulang, dia bahkan merasakan hangat di hatinya. Mereka.layak di sebut keluarga alih alih sahabat.


Kapten tim Singa hutan.


Gu Sintie.


Memiliki dua orang putra yang baru berusia belasan tahun. Istrinya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu jadi anak-anaknya sekarang ditinggalkan bersama orang tuanya di rumah.


Kepulangan nya kali ini adalah kepulangan nya setelah dua tahun tidak kembali. Kapten Gu juga merindukan anak-anak dan orang tuanya tapi karena kewajiban seorang prajurit dia harus berkorban begitu banyak.


Meskipun gaji dan beberapa tunjangan dikirim langsung ke rekening keluarga nya. Jelas saja tidak sama dengan jika kapten Gu sendiri yang pulang ke rumah.


Ran tieshu .


Meski usianya sudah lebih tua dari Shen you sendiri ,dia masih belum menikah. Namun di rumahnya dia hanya memiliki seorang ayah dan dua adik perempuan.Di samping dua paman yang sudah berkeluarga.


Rumahnya sendiri dengan rumah dua paman masihlah satu lokasi yang sama . Sehingga dia tidak begitu khawatir meninggalkan mereka saat pergi bertugas.


Rumah Asu masih satu kota dengan rumah kapten sendiri. Rencana awalnya mereka akan pergi pertama kali ke rumah Feng Tian berhubung rumah Shen You masih lebih dekat.


Setelah mengantarkan Shen you ke rumah mereka barulah kembali ke kota masing-masing.


Feng Tian.


Di dalam tim singa hutan ,AFeng masuk kejajaran seorang pria tampan berkulit putih. Dia masih seusia dengan Shen you sendiri. Keluarganya masih cukup lengkap dengan tiga saudara lelaki dan satu perempuan.Begitu juga juga dengan kakek dan nenek dan dua orang tua


A feng adalah putra ketiga dari keluarga Feng. Sewaktu muda dia telah menolak untuk sekolah malah memilih langsung terjun ke militer. Berbeda dengan tiga saudaranya yang lain mereka memiliki status sosial yang tidak rendah.


Semakin lama A Feng menjadi semakin rendah diri bila berhadapan dengan keluarga besarnya. Disana mereka lebih sering menertawakan dirinya karena tidak kuliah.


Sebab itulah dia tidak pernah pulang setelah lima tahun kebelakang. Dalam waktu lima tahun itu tidak ada seorangpun keluarga yang pernah menelpon untuk mencari tahu keadaan dirinya.Begitu juga dengan dia yang tidak pernah ingin menelpon keluarga terlebih dahulu.


Bagi A Feng keluarga sebenarnya adalah teman seperjuangan nya di dalam tim. Setelah lima tahun dia juga tidak merasa ikatan yang dalam dengan keluarga kelahirannya sendiri.


Akan tetapi sejak kejadian pada misi terakhir yang menewaskan puluhan teman seperjuangan nya. Dia juga di nasehati oleh kapten sama seperti Shen You.Kapten merasa tidak nyaman jadi memutuskan untuk melihat langsung apa mereka pulang atau tidak.


Lalu dia sinilah mereka.


Shen you merasakan pergerakan di sisi lain. Itu adalah Asu .


"Senior Asu."Panggil nya.


"Selamat pagi Xiou You "Asu merasa kan tubuhnya tidak baik baik saja. Meskipun dia merasa curiga tapi dia malah berpikir jika ini hanyalah efek dari tidur dengan posisi duduk di dalam mobil.


"Hahaha,senior sekarang sudah siang bukan pagi lagi, kau tau?"


"Hah sudah siang kah?"


Dia ikut melihat kondisi dari luar mobil dan mendapati memang hari sudah begitu siang. Jika di barak mereka harus selalu bangun disaat hari masih gelap . Tapi entah kenapa mereka melewatinya pagi bahkan sang kapten juga belum bangun sampai sekarang.


Keduanya memutuskan untuk menyiapkan beberapa makanan pokok di luar mobil. Sementara menunggu dua orang lagi bangun dari tidur.


Satu jam kemudian satu persatu bangun dan selamat terkejutnya dengan Shen you. Mereka yang sudah terbiasa bangun pagi sekarang bangun kesiangan.


" Kapten mungkin saja kita kelelahan karena itu kita tidur lebih lama dari biasanya bahkan aku merasakan sekujur tubuhku sakit sakit" jelas AFeng kepada kapten Gu ketika kapten terlihat heran.


"Kau bilang, aku juga merasakan seluruh tubuhku seperti akan remuk hari ini" Aku Shen you ragu


Dia pikiran jika hanya dirinya yang merasakan bangun tidur dengan tubuh remuk redam. Tapi keadaan makin aneh jika semuanya mengakui kondisi yang hampir sama.


Tidak mau berpikir buruk, empat orang ini segera menghabiskan sarapan pagi yang terlambat. Hanya perlu melewati satu kota lagi sebelum sampai ke kampung halaman kapten Gu dan Asu.


Setelah selesai menghabiskan semua makanan yang sempat dimasak oleh Shen you itu, mereka masuk kembali ke dalam mobil dan meneruskan perjalanan ke satu arah.


Tapi perjalanan tidak semudah yang mereka pikirkan. Setelah berjalan begitu dulu jauh mereka merupakan tentang hal bensin.


Mobil mogok di tengah jalan .


Tidak ditemukan lokasi tempat jual beli bersin alih alih pom benzin besar. .Mau tak mau mereka berempat harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.


Sebagai orang yang sudah dilatih di dalam perang yang berdarah, berjalan kaki sejauh berkilo kilo meter hanyalah masalah kecil.

__ADS_1


mereka melalui nya tanpa banyak hambatan.


Setelah berjalan lebih dari tiga jam akhirnya mereka bertemu dengan sebuah desa kecil. Rencananya di desa kecil ini mereka akan mencari sebuah mobil.


Jika bisa menemukan satu jarigen minyak benzin, mereka bisa membawa minyak itu kembali ke tempat dimana mobil mereka ditinggalkan.


Desa yang mereka datangi tampak sunyi tanpa ada kehidupan sama sekali. Tidak ada orang yang lalu lalang bahkan rumah-rumah juga tidak ada yang terbuka.


" kapten.. ini?"


" ini baru di pintu gerbang mungkin akan ada lebih kemeriahan kecil di dalam desa" terang kapten gu.


Dia juga ingin segera menemukan jawaban apa yang membuat desa ini begitu sunyi seperti desa yang ditinggalkan.


Tepat di pintu masuk desa ada sebuah rumah yang sederhana. rumah itu hanya rumah desa biasa yang tidak memiliki pagar sama sekali.


Setelah berjalan selama tiga jam lebih. Empat orang ini merasakan lelah dan juga lapar. Melihat jika ada rumah di depannya tentu mereka ingin semoga ada meminta izin untuk menggigit satu atau dua mangkok sop.


Mereka juga tidak akan meminta secara gratis malahan akan membayar seperlunya.


Ketika berhadapan dengan perang mereka selalu bertemu dalam kondisi seperti ini. Di mana mereka membutuhkan keluarga lain untuk memenuhi perut.


Jadi mereka tidak canggung sama sekali.Malahan sudah memiliki pemahaman diam diam.


Tok.... tok....tok..


Tok..tok...tok...


Beberapa kali kapten Gu mencoba mengetuk pintu tapi hasilnya pintu masih tidak di buka.


" Mungkin rumah ini sedang kosong " pikir kapten Gu.


Ketika mereka akan berbalik tiba-tiba kapten gu seperti mendengar sesuatu dari dalam. Sesuatu seperti suara orang menggeram.


Khurmmm.... khurmmmm


Mendengar suara itu tiba-tiba mereka berempat mendapatkan firasat yang buruk. Tapi seorang marina tidak akan pernah mundur hanya gara-gara sebuah firasat.


" Mungkin ada pencuri di dalam "pikir mereka berempat.


Segera saja sebuah pistol dikeluarkan dari sarung nya masing-masing.


Perlahan lahan pintu di buka oleh kapten.


Kosong.T8mahan begitu kosong tapi rumah dalam kondisi hancur seperti ada badai yang terjadi dan....


"Kapten, ada darah" bisik Shen You .


Kapten diam tapi juga melihat jika sebuah pertarungan telah terjadi di sini.Ada pertumbuhan darah dan kaca pecah di mana mana.


Bahkan sofa juga terlepas dengan isi perut yang berhamburan keluar.


Krrggg grammm gruk..


Suara yang mencurigakan itu masih terdengar jelas dan sepertinya berasal dari kamar belakang. mereka berempat yakin ada sesuatu yang terjadi di tempat ini. Tapi itu tidak berarti mereka akan pergi begitu saja. Jiwa seorang prajurit tiba-tiba bangkit untuk mencari tahu.


Mendekati kamar yang mencurigakan,kapten memberi aba-aba untuk mereka membuka pintu sementara dia dalam posisi bertahan.


"Kami adalah prajurit keluarlah hati-hati" pekiknya keras.


Biasanya mereka mengatakan itu untuk mengertak orang yang dicurigai .


Reaksi mereka kadang beragam bahkan ada juga yang menyerah di detik yang sama.


Tapi yang terjadi di luar nalar.


Pintu di gedor dari dalam dan suara gerakan semakin kuat dan semakin kuat.Entah kenapa aura di dalam begitu kuat seperti ara pembunuh yang selalu.mereka temukan di medan perang.Apalagi di udara ,bau darah tercium dengan kuat.


Ada pembunuhan.


Apa itu pembunuhan berantai?


Mereka berempat saling pandang. Makin berjaga jaga. Dengan satu anggukan kepala kapten, pintu dibuka pelan-pelan. Mereka seharusnya melihat bagaimana musuh bergerak hati-hati atau menodong kan senjata api ke arahn mereka tapi tidak begitu.


Dua bayangan bergegas datang ke arah kapten yang sudah bersiap siap dengan pistol nya.


Argghhhkkk


Arggggkkkk

__ADS_1


Kapten segera meletakkan pistol ke arah musuh dengan cekatan.


Dor...Dor.. Dor...


Musuh berhasil ditembus oleh timah panas. Hanya saja itu tidak bisa menghentikannya dari menyerang kapten yang berdiri tepat di depan pintu.


Jelas saja kapan tidak siap menerima serangan dari pihak musuh. Dia segera terjengkang di lantai akibat di tubruk begitu saja.


Sebelum dia benar-benar terjengkang di lantai ,Kapten Gu sempat melayangkan pukulan keras kepada bayangan itu sehingga bayangan itu terpental dua meter dari lokasi awal.


Brukk


Serangan dari satu bayangan bisa diatasi tapi yang satu lagi juga bergegas datang ke arah kapten disaat yang sama.


Dor..Dor..Dor...


Suara tembakan terdengar berusaha menghalangi gerakan bayangan itu hanya saja itu tidak mampu menghentikan dia dari bergerak.


begitu tubuhnya tertembak bukannya dia tumbang melainkan berhenti sejenak untuk melihat ke arah orang yang menembak nya dari belakang.


itu adalah Shen You.


Saat itu lah menunggu dan anak buahnya melihat dengan jelas bentuk dari bayangan yang menyerang mereka secara tiba-tiba.


bayangan yang baru saja terpental adalah seorang wanita berbaju merah darah. dia tidak bisa dikatakan lagi sebagai wanita yang cantik karena wajahnya begitu menyeramkan dengan sumatera putih yang tidak ada pupil hitamnya sama sekali.



Gigi giginya menjadi runcing dengan cara yang aneh. Kuku jarinya juga memanjang dan menajam juga hitam sehitam arang.


Sepertinya dia tidak perduli akan rasa sakit akibat ditembak sebentar tadi .Malah dia semakin bersemangat ketika melihat Shen you yang masih dalam keadaan hidup.


Secara tak terduga dia merubah arah korbannya. Dari kapten yang sekarang berada di lantai berubah menjadi Shen You yang berdiri di balik pintu.


Whuuus


Kali ini Shen You sudah bersiap dengan bergerak cepat. musuh terlalu dekat jadi dia tidak menggunakan pistol nya melainkan melayangkan langsung serangan tangan kosong.


Buk..Buk..Buk..


Kekuatan serangan Shen You tidak main-main itu terkadang bisa menghancurkan batu bata yang dilapisi lima sekaligus. Jika itu manusia biasa kemungkinan besar akan ada tulang rusuk yang patah detik itu juga.


Shen you yang merasa sangat percaya diri dengan serangannya. Tiba-tiba merasa heran dan takjub karena serangannya itu tidak membuat musuh berhenti dari menyerang nya.


Musuh jelas-jelas tidak mengetahui seni bela diri hanya menyerang secara membagi buta. Meski begitu serangan mereka begitu akurat karena mereka memiliki senjata berupa kuku dan gigi mereka sendiri.


Dari bentuk kuku yang menghitam ,jelas sudah mengatakan bahwa kuku itu mengandung sebuah racun yang mematikan.


Sedapat mungkin Shen you berusaha mengelak dari di cakar oleh pihak musuh.


Tidak mau temannya di berakhir di peti mati, akhirnya Asu segera masuk ke dalam pertarungan tangan kosong itu. Membantu Shen you sedapat mungkin.


" Hati-hati kuku nya beracun !" pekik Shen you keras di sela sela hpertarungan mereka .Dia ingin memberitahu teman-temannya ,apa yang dia pikirkan mengenai kondisi kuku pihak musuh.


tidak ada yang menanggapi perkataannya tapi xenia yakin mereka juga mengetahui hal yang sama.


Saat ini kondisi pertarungan adalah dua lawan satu.


Musuh tidak begitu kuat tapi dia masih mampu berdiri meskipun serangan bertubi-tubi telah diterima nya. Bahkan dahi wanita berbaju merah itu sudah robek dan berdarah di mana-mana.


Di sisi kapten juga juga sepertinya sudah kelelahan melawan musuh yang tidak pernah lelah dan tidak kenal takut ini.


Bahkan kondisi lawannya lebih mengerikan lagi. Lengannya telah patah akibat dari ayunan kaki kapten. Tapi masih bangun alih-alih menjadi kesakitan.Sekarang dia berjalan perlahan dengan tangan putus.


Tidak kah dia merasakan sakit?pikir kapten yang mau tidak mau berkeringat dingin.


Musuh makin bersemangat untuk menggapai kapten dan juga A Feng.Namun ketika kuku nya mencapai leher kapten, A feng yang tiba-tiba mendapatkan sebuah pisau dapur entah dari mana .Dia segera menusuk pisau itu ke perut musuh.


Jleb...jleb...


Pada tikaman yang kedua itu jelas menusuk pas ke arah jantung. Tapi musuh masih tetap tegar alih alih mati.


"Mereka bukan manusia "


Suara teriakan dari Afeng menyadarkan semua orang ,jika yang mereka hadapi sebenarnya bukanlah manusia biasa.


Mengingat mereka tidak berada di kancah peperangan ,mereka sebenarnya tidak berniat untuk membunuh musuh ini. Sebaliknya ingin menangkap mereka hidup hidup untuk diadili.


Tapi kenyataan musuh bukanlah lagi seorang manusia.

__ADS_1


Pada detik ini Shen You dan teman-temannya tidak mengetahui bahwa yang mereka hadapi adalah sesosok mengerikan yang disebut dengan zombie.


Bunuh...


__ADS_2