
Hari di mana lunwei dan orang tuanya berbicara, Shen you sudah berada lagi di jalan raya dengan ko disini mobil mogok akibat kehabisan bensin.
Walaupun mobil yang di ambil Shen You berasal dari desa kecil,tapi masih cukup lengkap dengan layanan GPRS.
Dengan gprs mereka tau ,ada pom benzin satu km di depan. Tapi berjalan dengan mendorong mobil juga tidak bagus,anda akan kelelahan karena nya.
"Tinggal kan saja mobil di sini,mari berjalan kaki ke sana.Mungkin akan ada mobil yang lewat" kata kapten Gu.
Sampai saat ini,empat orang ini masih tidak tau apa yang terjadi. Mereka hanya berpikir ada yang salah di desa itu.Tapi dunia masih sama,betapa naif nya.
Sekarang mereka putar arah ke kampung halaman Afeng.Meski sedikit berputar tapi masih lebih dekat dari pada kota kapten Gu.
Lewat dari pom benzin maka perlu tujuh atau sepuluh km lagi untuk sampai ke sana.Masih cukup dekat,sebagai seorang prajurit mereka terkadang di haruskan berlarian dengan jarak sejauh ini setiap hari.
Jika ada mobil pasti akan lebih cepat tapi mobil sudah kehabisan bahan bakar sebelum mereka tiba di pom benzin terdekat.
Kapten Gu masih berpikir jika dunia aman juga qkarenq mereka belum menemukan keanehan lain.
Jalan yang mereka lalui adalah jalanan yang jarang di lalui orang.Sampai sekarang rumah terlihat satu mobil pun yang lewat selain mobil mereka.
Karena kapten mengatakan berjalan kaki,sekarang mereka berjalan ke sana tanpa berpikir buruk.
Hanya setengah jam berjalan, mereka tiba di lokasi pom benzin. Dari jarak seratus meter saja sudah bisa di lihat jika pom benzin tidak begitu kosong.
Ada beberapa mobil yang tergeletak tidak beraturan di sana.Salah satu nya mobil yang kerap di gunakan oleh militer ini.
Masih bagus tapi tergeletak begitu saja di pom benzin, mungkin pengemudi nya sedang membeli sesuatu di sana.Bukan kah ada supermarket kecil di sana.
Kapten Gu berpikir ,ada kemungkinan pengemudi masih orang yang dia kenal baik di markas.Mungkin dia bisa bertanya tentang perkembangan markas yang telah di serang itu.
"Ayo"
"Siap kapten " mereka begitu bersemangat dengan pemikiran akan bertemu seseorang dari markas terdekat. Berjalan cepat tanpa berhati-hati hati lagi.
Gruuammm
Khrrmmmm
Gruamm
Kapten memberi isyarat untuk berhenti,di depan ada tiga orang yang berdiri membelakangi mereka tapi mereka membuat suara gerakan yang aneh.
Mendapatkan sinyal dari kapten mereka berhenti bergerak . Tapi tiga zombie memiliki hidung yang sensitif langsung berbalik menampilkan wajah wajah mengerikan nya.
Agrrrmggg
Agrrrmggg
Grrrmm
"Kapten,ini virus yang sama" kata A feng pelan. Dia sudah belajar jika mereka sensitif terhadap suara.
"Hati hati ,masuk ke supermarket itu" perintah kapten Gu lagi dengan suara kecil.Mereka tidak perlu bicara dua kali ,langsung menyerang dengan senjata di tangan. Bukan dengan senjata api.
Ini adalah parang panjang yang mereka simpan sebelumnya. Sedianya di simpan untuk bukti ketika akan di laporkan ke markas nanti.Tapi sekarang masih ada begitu banyak zombie yang harus di bunuh terlebih dahulu.
Hiaaattt
Srekkt
Hiaattt
Teskk
Jleb tekskks..
Kepala kepada itu langsung hancur menjadi bubur.Otak putih yang kental dan menjijikkan itu berhamburan ketanah,menghentikan langkah para Zombie kelaparan itu.
Tapi masih ada zombie yang baru datang,zombie dengan pakaian militer.Terlihat sangar dan garang.Giginya yang runcing penuh dengan darah hitam begitu juga dengan kuku jarinya yang tajam dan panjang itu.
"Prajurit li...
Asu mengenali sosok ini,dia selalu minum dan bercanda dengan tim mereka. Prajurit dari markas yang sama dengan tim yang berbeda.
Dia juga belum menikah tapi sudah memiliki seorang tunangan yang menunggu di rumah. Masih muda dan energik dengan masa depan yang cerah. Tapi sekarang dia...
"Asu..dia telah terkontaminasi virus,Prajurit li sudah mati "berikan Shen you menyadarkan Asu dari keterkejutannya.
Shen you benar,dia bukanlah lagi teman minum nya prajurit Li .Melainkan seorang monster haus darah yang harus di bunuh.
Meskipun berat tapi monster tetaplah monster. Jika tidak mau mati,maka habisi di tempat. Asu menelan ludah tapi dia masih belum mati semudah ini.
Dia menentang parang nya lebih erat lagi.Sementara Afeng ,Shen You dan kapten sibuk dengan zombi lain,dia di hadapkan dengan seorang prajurit , mantan teman yang sekarang ingin makan teman.
Biasa nya jika melawan zombie ,akan mudah untuk membunuh mereka karena tubuhnya sudah membusuk dan lembek penuh air hitam yang menjijikkan .Namun zombie yang lahir dari tubuh seorang prajurit ,bukan lagi zombie biasa.
__ADS_1
Dia masih bertahan lamban tapi tubuh sudah begitu keras bahkan dia berani menggenggam parang yang di sabet kan ke tubuhnya dengan raungan marah.
Tong...
Asu sedikit kesal, tapi dengan lincah menarik parang yang zombie pegang. Tarik kan nya membuat tangan zombie putus di bagian telapak tangan.
auungkkkk
Paling tidak ,satu kuku tajam sudah tidak bisa di pakai lagi.Dia masih marah tidak peduli dengan tangan nya yang putus itu. Masih berani mencari celah untuk Asu lengah.Tapi Asu tidak bodoh seperti zombie tanpa otak ini.
Syatt.
Asu mengarahkan parang ke tangan zombie yang lain,dan itu juga putus dengan mudah.Tidak merasakan sakit, zombi prajurit li,marah dan meraung dengan keras.Dia melompat ke depan mengandalkan gigi taring nya untuk menggigit Asu.
Asu sudah siap jadi dia menahan gigi yang membuka lebar dengan parang nya dan..
Sreettt.
Parang berhasil membelah mulut Zombie menjadi dua bagian yang otomatis menghancurkan otak nya di jalanan.
Di saat yang sama, tiga orang lainnya sudah membereskan tujuh zombie yang baru datang. Sekarang sudah tidak ada lagi zombie yang mendekat.
Mereka bergegas ke pintu supermarket, tentu saja untuk membeli sesuatu di sana.Mereka kehabisan bekal sejak pertarungan di desa kecil itu.
Tapi untuk membeli di supermarket ini juga mempertaruhkan nyawa mu.
Sebelumnya prajurit Li berhasil kabur dari markas namun kehabisan makannya. Jadi dia singgah sebentar.
Dia menemukan beberapa orang yang berubah menjadi zombie di supermarket.Karena sudah berpengalaman di dalam pertempuran ,dia berhasil keluar dari supermarket dan mengunci nya dari luar.
Di luar ada beberapa orang yang baru sampai. Mereka adalah orang-orang yang melarikan diri dari kota asal.Hendak singgah sebentar di pom benzin untuk membeli sesuatu.
Sungguh malang nasib mereka karena ketika itu prajurit Li sebenarnya sudah digigit zombie sebelumnya. Sehingga dia berubah menjadi zombie tidak lama kemudian.
Tentu saja fisiknya yang bagus membuat dia mudah menggigit dan mencakar orang yang baru tiba itu.
Mereka lah para zombie yang menyerang Kapten Gu dan tiga bawahannya tadi.
Karena ketidaktahuan kapten Gu tentang situasi itu .Dia membuka pintu kunci supermarket dan langsung masuk ke dalam.
Berpikir jika mereka sudah aman berada di dalam supermarket . Nyatanya keadaan di dalam supermarket lebih mengerikan dari yang mereka duga.
Ada begitu banyak zombie yang terkunci ,mereka hanya berdiri diam di tempat. Tapi begitu melihat bada manusia yang datang,mereka segera aktiv lagi.
Mengaum dan bersemangat untuk makan besar. satu hal yang bisa dipelajari menyanyi mengenai kejadian ini adalah para zombie tentu tidak akan makan teman.
Sangat berbeda dengan manusia, ketika mereka lapar mereka benar-benar melupakan hati nurani dan moral.
Jangankan teman ,ayah ,ibu ,saudara ataupun anak kandung saja.Terkadang tidak akan dilewatkan demi untuk memenuhi kebutuhan urusan perut.
Para zombie terkunci dan dikelilingi oleh makanan yang belum dibuka .Tapi mereka tidak mau membuka nya sedikit pun karena mereka tentu saja tidak ber selera dengan itu.
Namun dengan hadir nya empat manusia yang masih hidup, mereka merasakan lagi kelaparan itu dan langsung menyerang dengan membabi buta.
Kapten Gu sekarang telah memiliki kemampuan sistem petir dan guntur. Hanya saja kemampuannya ini akan menguras begitu banyak energi hanya untuk tiga kali percobaan.
Tapi mau kah kapten Gu untuk mati konyol di sini?
Jawabannya adalah tidak mau.
Ada air galon besar di dinding ,kapten Gu menariknya dan menebas nya dan mengakibatkan golongan bocor dan air nya merembes kemana-mana.
Satu galon.
Dua galon
Tiga galon
Empat galon.
Dengan cepat empat galon air sudah bocor membawahi lantai supermarket. Sementara tiga anak buahnya sedang bertarung antara hidup dan mati.
"Minggir lah " pekik nya.
Tiga bawahannya mengerikan apa yang dia akan lakukan.Mereka bergegas kabur ke tempat kering.
Zombie terlalu banyak untuk di lawan ,sementara kemampuan sistem masih sangat terbatas.Hanya di pakai ketika dalam keadaan mendesak saja.
Ketika tiga sekawan sudah menyingkir,kapten Gu segera melepaskan kemampuan sistem petirnya.
Zzztttt
Blstttt
Percikan petir langsung menyambar air dilantai.Seketika lantai seperti di aliran oleh listrik sehingga para zombie segera golongan tidak lama kemudian.
__ADS_1
Supaya efektif,kapten Gu melepaskan satu kali lagi.Listrik segera menghangus kan otak zombie dalam sekejap mata.
Lebih dari lima puluhan zombie tumbang hanya dengan dua kali serangan sistem petir kapten Gu. Akhirnya kapten Gu dan tiga bawahannya bisa bernafas lega.
"Bersihkan, kita istirahat di sini malam ini"
"Siap kapten "
Hari mulai gelap ketika mereka selesai membersihkan supermarket dari tubuh golongan para zombie.
Tubuh tubuh itu di timbun di belakang supermarket sebelumnya benar di bakar habis. Tidak baik meninggalkan jasad jasad yang penuh dengan virus ini begitu saja.Ada kemungkinan akan berpengaruh buruk untuk kedepannya.
malam itu ,kelompok Shen you ini beristirahat di supermarket setelah membuat mie rebus di ruangan.
Mereka tidak lagi mau mengambil resiko lain jika memasakangsung di alam terbuka. Untung supermarket menjula teko listrik tinggal isi dengan air bersama semua isi mie instan dan colok ke panel listrik.
Tunggu sesaat sebelum mie siap di makan. Shen you menemukan sosok siap makan juga jadi mie bisa di makan dengan itu.
Mereka makan besar tapi tidak tau jika kedepannya mie adalah salah satu makanan mewah yang banyak di cari.
Banyak bahan yang mereka singkirkan dan menimbunnya ke dalam mobil militer itu.Mereka tidak menjamin tapi berhati hati jika terjadi sesuatu di jalanan.
Isi penuh mobil dengan benzin dan simpan beberapa jarigen lain untuk tambahan di jalan.
Setelah di rasa cukup barulah mereka beristirahat sebelum berangkat lagi tanpa tidur.Di mobil semua akan bergantian menyetir selagi yang lain berusaha untuk tidur.
Sementara kelompok ini masih maju di jalan raya di malam hari.Linwei tidak begitu.
Dia menyempatkan diri untuk memanen ladang yang memang tidak besar ini.
Tapi ada satu kali panen dalam tiga hari.Ada lima puluh sampai delapan puluh kg beras yang di dapatkan serupa kali panen.
Di hari kiamat, linwei bisa di bilang adalah orang kaya yang bisa makan enak dan kenyang di tengah orang orang yang kelaparan .
Dua karung goni beras tapi di tumpukan sampai ribuan meter, bagaimana linwei tidak bahagia melihat itu.
Bukan hanya beras,tapi gandum jagung dan sebagainya. Mereka sebagian di buat menjadi tepung dan itu sudah membumbung tinggi.
Terkadang linwei bingung sendiri, mau di bawa kemana bahan yang menumpuk ini.Dia pasti akan memanen lagi di masa depan ,pasti akan ada lebih banyak bahan lagi yang akan di tumpuk.
Setelah beras dia akan menanam ibu jalar yang gemuk. Nanti dia akan membuat banyak keripik ubi jalar dan sedikit tela tela berbagai rasa.Goreng dengan panci penggorengan tanpa minyak.
Dia memiliki mesin khusus untuk membuat keripik juga. Semua mudah jika ada teknologi nya.
Kripik cabe pedas atau tela tela dengan rasa khusus. Bisa di simpan untuk camilan seumur hidup.
Malam itu di ruang angkasa linwei menanam ubi jalar seorang diri. Dia menggunakan kekuatan sistem mental untuk melakukan nya.
Ketika semua lahan sudah di tanami, linwei berlatih ke area peternakan.
Di situ banyak ayam yang sudah bertelur.Ada juga yang sudah tua. Linwei segera mengutip banyak telur ke dalam keranjang yang sudah di siapkan.
Telur di simpan setengahnya,sisanya di rendam bersama air garam dan cuka. Simpan telur di rak yang meninggi itu.
Dia begitu sibuk semalaman.
Dari menanam dan memanen lagi.Telur bebek asin dan telur ayam yang dipilih untuk di tetaskan.
Bagaimana dengan ayam tua dan beberapa unggas lainnya ?
Linwei memotong nya dan melemparkan nya dinmesin pencabutan bulu. Dalam satu hari ada lebih dari lima ekor ayam dan beberapa unggas lain yang perlu di potong. Dan itu setiap tiga hari berlalu.
Ayam yang di potong sebagian di buat bacon,sosis dan sebagainya. Lalu singkirkan di tingkat paling atas.Di buat seperti jemuran cucian di langit langit yang tinggi.
Ada juga yang di biarkan utuh tapi di rendam jus bumbu khusus.
Linwei bekerja begitu larut sehingga dia kecapean sendiri. Meskipun di lelah tapi dia bahagia dengan hasil nya.
Semua ini adalah jaminan hidup dia dan putranya kecilnya di masa depan.
Sapi perah yang berbaris di mesin pemerah susu sekarang bertambah dua ekor. Mereka berkembang dengan cepat.
Sapi kecil hanya dalam dua bulan sudah dewasa dan bisa melahirkan di bulan setelahnya. Dia sudah bisa menghasilkan susu .
Meskipun begitu sapi dewasa masih belum di potong Linwei masih menunggu dia sudah tidak lgi menghasilkan susu.
Kambing dewasa dan juga kijang dan kelinci, masih harus dipotong setiap hari jika tidak ingin ruang penuh sesak.
Hanya perlu ambil,potong dan lemparkan ke mesin .Begitu keluar dari mesin,hewan yang di potong akan keluar dalam bentuk potongan kecil kecil.
Semua begitu mudah dan cepat.
Begitu banyak pekerjaan yang untungnya di bantu dengan teknologi dan kemampuan sistem mental.
Hanya perlu waktu dua sampai tiga jam untuk dia melakukan ini setiap tiga hari sekali .Tidak begitu repot tapi masih bisa menimbun banyak makanan.
Setelah semuanya selesai,barulah linwei kembali ke dunia nyata. Dia membersihkan diri sebelum benar benar istirahat di samping putra nya youyou kecil.
__ADS_1
Dia tertidur nyeyak di tengah kota yang mengalami banyak hal.
Ada begitu banyak korban yang bahkan tidak bisa memejamkan mata mereka. Tetapi Linwei masih bisa bermimpi indah.