
Di sebuah rumah sederhana itu, Shen You bertarung melawan zombie untuk pertama kalinya.
Setelah mengetahui bahwa lawan mereka sebenarnya bukanlah manusia .Mereka memutuskan untuk membunuhnya di tempat.
Sementara semua orang bertarung dengan perkakas ke belakang mencari sesuatu untuk dijadikan senjata. Monster ini tidak bisa dibunuh dengan senjata api.
Mata Shen you segera menangkap satu bilah parang panjang di sudut dapur. Dia bergegas maraih nya dan lari kembali ke arena pertarungan.
Ketika dia datang di posisi semula, tanpa berpikir panjang dia langsung menumpas leher Zombie wanita berpakaian merah itu.
Kresss.
Dengan tebakan itu putus dah kepala zombie yang menggelinding di lantai yang dingin. Tidak ada lagi pergerakan dari zombie yang membuat Shen you yakin ini lah satu-satunya cara untuk membunuhnya dengan cepat.
Memastikan zombie sudah tidak lagi bergerak, dia langsung mengarahkan parang ke arah zombie yang sedang bertarung melawan kapten Gu.
kressss
Lagi-lagi kepala zombie putus .Kepalanya segera mengelinding lantai .
Kapten Gu segera berbaring kelelahan di lantai mengetahui musuhnya sudah tidak lagi bergerak. Namun begitu matanya begitu awas melihat kondisi musuh yang sekarang menjadi mayat seutuhnya.
Darah mereka tidak lagi berwarna merah pekat. Melainkan hitam gelap dan berbau busuk seperti bangkai.
" Kapten, anda baik baik saja?" tanya Asu khawatir .Mereka semua kelelahan akibat pertarungan aneh ini.Tapi apa sebenarnya yang mereka lawan.Alien kah?
" Kurasa tidak, bagaimana dengan kalian apa ada yang terluka ?" tanya Kapten kepada tiga orang bawahannya.
Ketiga menjawab jika mereka tidak terluka bahkan tidak tergores sedikit pun.Mereka sama sama berbaring di lantai untuk sesaat.Pertarungan yang sangat melelahkan.
Beristirahat untuk menjernih kan pikiran.Merenungkan situasi kedepannya.Apakah para monster akan menyerang warga desa juga.
Tak lama kapten Gu bangkit dan memilih untuk duduk di sofa kotor. Tiga prajurit nya juga mengikuti kqpten Gu, seraya menunggu perintah selanjutnya.
Afeng menemukan sebungkus rokok di kantong celananya.Dia menyulut nya sebentar dan bergegas menyedotnya dengan kuat.Dia bukan seorang perokok tapi memiliki kebiasaan menyimpannya di saku celana.
Jika dia sedih atau khawatir akan sesuatu dia pasti menghisap rokok untuk melampiaskan nya.
Mereka tidak bergerak sama sekali. Masih tidak percaya jika ada monster di dunia ini.Bagaimana tanggapan pemerintah jika tau masalah ini.
Setelah berpikir sebentar,kapten berkata.
"Kalian periksa seluruh desa,cari tau apa yang terjadi "
"Siap kapten " jawab mereka serempak. Ketiganya tidak menawar atas perintah yang kapten Gu buat.Lagipula mereka juga ingin tau tentang penduduk desa ini.
Hanya saja mereka lupa dengan kata pepatah lama "Rasa penasaran bisa membunuh mu"
Segera mereka pergi keluar dari rumah itu,sementara kapten mencoba menghubungi markas.
Srrrrets.... Srrrrett..Srreettt.
Tidak ada jawaban dari sebelah sana.Hanya bunyi ******* yang menandakan jaringan sedang sibuk.
" Sial..tidak di angkat"
Selagi kapten Gu berusaha untuk menghubungi markas, tiga prajurit mengendap mengendap masuk sampai ke tengah desa.
Kondisi desa sungguh mengenaskan saat itu. Suasananya seperti habis perang. Banyak darah di mana-mana.
Ketiganya belajar dari kondisi terakhir jadi mereka tidak begitu banyak menimbulkan suara. Perintahnya hanyalah untuk menyelidiki apa yang terjadi.
Meski telah bersiap secara mental ketiganya masih saja shock lihat beberapa sosok yang menyerupai monster di rumah yang berdiri tanpa banyak bergerak.
Dari raut wajah mereka ,semuanya terjangkit virus yang sama seperti pemilik rumah. Tidak ada pupil hitam di mata mereka masing-masing.
Selain itu kulit mereka juga berubah pucat dengan kuku hitam dan gigi yang bertaring tajam. ada beberapa monster malah tidak utuh lagi.
Ada yang berjalan dengan usus yang keluar dari perutnya. Malah ada satu monster yang tidak memiliki kaki sama sekali tapi masih bisa bergerak sedikit sedikit.
Shen You tidak bisa tidak berkeringat dingin melihatnya. Jika mereka tidak salah tebak hampir seluruh desa sudah terjangkit virus yang sama.
Kreakt...
Shen You tidak sengaja memijak ranting kecil secara tidak sengaja dan itu menimbulkan suara kecil yang memang sangat kecil .
Namun itu berhasil ditangkap oleh para zombie. Shen you dan teman-temannya tidak tahu jika zombie mengandalkan suara dan bau untuk mendeteksi calon makanan mereka.
Hanya dengan suara sekecil itu keberadaan mereka bertiga sudah diketahui oleh makhluk yang kelaparan ini.
Tanpa di kemando oleh siapapun para zombie bergegas menuju ke arah Shen you dan teman-temannya.Mereka mereka marah dan menggerem senang melihat Shen you dan dua temannya ini.
Greeekkm
Aurgggkk
Tapi sebelum zombie yang berjalan lambat itu sampai, mereka bertiga mendatangi mereka terlebih dahulu dengan senjata di tangan.
krest...
__ADS_1
krest...
Kreast...
Buk...
Slap..
Mengetahui jika lawan di depan mereka ini bukanlah manusia sama sekali. Mereka tidak lagi berpikir banyak. Langsung bergerak ke arah leher untuk memutuskan kepala dari tubuh.
Tapi mereka salah langkah.
Zombie yang berjalan lambat demam udah untuk dihabisin tapi bayangkan jika zombie ini memiliki jumlah yang tidak terbayangkan sama sekali.
Berhasil menebak satu musuh,musuh yang lain datang dari belakang. Semakin banyak menikah menebus semakin berkurang lah tenaga yang mereka miliki.
Mendapati mereka sebenarnya kalah jumlah, Asu segera memerintahkan untuk mundur. Lagipula misi mereka sudah selesai sampai di sini.
Tapi berkat kejadian ini mereka juga mengetahui jika para monster sebenarnya mempunyai pendengaran yang sensitif terhadap bunyi.
"Xiou You ,AFeng,mundur...
Tidak mau mati konyol ,tentu saja mereka akan mundur secara teratur. Tapi mundur dalam situasi ini tidak lebih mudah.
Meskipun tangan mereka sudah kelelahan untuk menebus musuh .Tapi kaki mereka masih bisa bergerak cepat ke arah gang sempit.
Pertama kali datang dan sempit ini telah menjadi tempat perhatian mereka bertiga. seorang prajurit baik adalah seseorang yang memiliki plan B.
Jika ada sesuatu yang terjadi pada misi kali ini, mereka jelas telah memilih gang sempit ini sebagai rencana B.
Sebenarnya gang ini bukanlah gang biasa. ini adalah jalan buntu. Tepat diujung gang,telah di semen dengan tembok tinggi dua meter.
Pelarian tidak semulus yang mereka pikirkan. kelompok zombie baru datang entah dari mana.
Dengan ini para zombie makin banyak.
Ketiganya saling pandang dengan wajah yang buruk. Ini adalah sebuah peperangan yang paling tidak masuk akal berbagai mereka.
Sudah jelas musuh yang aneh ini sudah dipukul berkali-kali tapi masih tidak mati. Selain itu mereka makin bersemangat ingin membunuh tanpa sebab.
Seolah-olah mereka adalah musuh dari kehidupan sebelumnya.
Ketiganya masih tidak tahu monster yang mereka hadapi sebenarnya menganggap mereka sebagai makanan bukan sebagai musuh.
Saat ini yang terpenting harus mundur dulu.
Ketiganya bergegas untuk berlari seraya menebak ke sana kemari menuju ke sisi gang sempit itu. Mereka bisa dikatakan mereka lebih unggul karena lebih cepat dari para zombie yang baru lahir ini.
Begitu mereka masuk ke gang ,segera beberapa barang yang ada di gang itu mereka lempar begitu saja.Ini demi untuk menutup jalan memperlambat gerakan para zombie.
Tidak banyak barang sebenarnya yang mereka lemparkan . Hanya beberapa peralatan dapur kosong seperti kursi rusak dan beberapa kulkas rusak.
Karena gang itu kecil peralatan rusak itu berhasil menutupi mulut gang. tapi sebuah keanehan terjadi.
Barang-barang yang menutupi gang itu sebenarnya tidak begitu tinggi hanya sekitar satu meter saja. Akan tetapi para zombie itu tidak bisa menembus nya.
Mereka hanya mengaum marah di depan mulut gang yang tersumbat. jika saja mereka mau sedikit bergerak pasti mereka bisa melewatinya dengan mudah.
Tapi para zombie sebenarnya tidak memiliki otak untuk berpikir. Jadi mereka hanya berputar-putar dengan marah seraya menggapai gapai ke arah Shen you dan dua temannya
Pemandangan aneh ini berhasil memancing rasa penasaran dari Shen You dan dua temannya. Tapi mereka masih perlu hidup untuk melapor kepada kapten Gu.
Segera saja mereka melompat ke atas dinding yang menutupi gang. dinding itu tingginya lebih dari dua meter. Tapi bagi prajurit itu hanyalah masalah kecil.
Shen you segera melakukan gerakan tangan untuk menahan beban kaki Afeng. Afeng segera memijak kan kaki ke tangan shen You dan melambung ke atas dengan bantuan Shen you tentunya .
Di detik berikut dia sudah tiba di atas dengan selamat. Sesampainya afandi atas segera asu melakukan hal yang sama ,melambung ke atas dengan gaya dorong dari Shen you.
Barulah Shen you berusaha naik dengan disambut oleh dua temannya dari atas. Dengan begini mereka berhasil selamat dari kepungan para zombie.
Tapi itu tidak cukup sama sekali.
Disebalik tembok rupanya ada sebuah rumah yang bisa bilang rumah terbesar di desa ini. Rumah ini adalah rumah tercantik dan ter bersih andai tidak ada darah di mana-mana.
Melihat kondisi ini dari atas dinding, ketiganya tahu bahwa pemilik rumah juga menjadi sasaran monster dan kemungkinan besar berubah menjadi monster juga.
Karena mereka sudah mengalami jadi mereka tahu bahwa para monster ini sensitif dengan suara sekecil apapun.
Oleh karena itu mereka lebih berhati-hati bergerak agar tidak menimbulkan suara bahkan mereka juga menekan pernapasan agar tidak mudah tercium oleh monster.
"Ayo "
"Baik"
Butuh Lima belas menit bagi ketiganya untuk menemukan pintu gerbang. Bau busuk yang begitu menyengat bisa tercium sampai keluar rumah.
Mungkin jika ada wanita yang sedang hamil mereka sudah muntah terlebih dulu sangking busuk nya.
Tapi mereka adalah para prajurit tangguh yang telah berpengalaman dalam hal membunuh. Jadi bau busuk ini tidak mempengaruhi ketiganya.
__ADS_1
Akan tetapi pemandangan di depan membuat mereka berdua tidak tega.
"Bayi"
Di depan mereka telah menunggu dua bayi yang sudah berubah menjadi zombie. jika dihitung bayi perempuan itu masih berusia empat atau lima tahun.Matanya hampir keluar dari soket dan penuh dengan lubang darah yang menganga.
Yang terakhir bayi laki-laki dengan leher yang hampir putus kemungkinan masih berusia batu tahun lebih.
Begitu keduanya melihat tiga orang yang tidak dikenal ,mereka menjadi begitu bersemangat untuk menggapai nya dengan kuku mereka yang hitam legam.
Argggghhh
Agrggggghh
Anehnya pergerakan mereka lebih cepat dari monster yang tadi mereka lawan. Jika dilihat ini sama seperti manusia berjalan pada umumnya.
Tapi bocah laki-laki dengan leher hampir putus itu, lebih fleksibel karena dia bisa melompat dengan mulus.
"Xiou You ,awas "
Shen you terkejut dengan melihat gerakan bocah laki-laki itu . Ada perasaan tidak tega yang menghinggapinya tiba-tiba.
Anak sekecil itu...
Sehingga dia memang tidak siap ketika bocah itu melompat ke arahnya. Untung Afeng yang berdiri di sampingnya siap dengan parang yang dia pegang.
Jresss
Leher yang hampir putus itu memang putus tidak lagi menempel di tubuhnya itu membuat tubuhnya tiba-tiba tidak bisa bergerak dan berbaring dengan suara " gedebuk "yang keras.
Disaat yang sama asu pula sedang berhadapan dengan bayi perempuan yang memiliki bola mata yang menonjol.
Asu mengantisipasi kukunya lebih dari apapun. Dia tidak ingin tubuhnya dijangkau dengan kuku menjijikkan itu. Baginya ini bukanlah anak-anak melainkan monster yang memakan anak-anak itu dari dalam.
Parang panjang yang dipegang nya langsung di sebet sehingga bayi perempuan itu tidak sempat mendekat tapi kepalanya sudah putus duluan.
Baru saja tiga orang ini ingin menarik napas lega. Mereka mendapati beberapa zombie segera bergegas datang karena mendengar suara pertarungan mereka sebentar tadi.
Sial...
Hari ini mereka sudah ditakdirkan tidak memiliki waktu untuk istirahat sejenak.
Sementara ketiganya sedang sibuk bertarung melawan para zombie yang baru lahir. Kapten Gu hampir menyerah untuk menelpon markas nya.
Sebagai upaya terakhir dia segera menelpon salah satu anak buahnya yang ada di sana.
Tut...Tut...Tut...
Tut..Tut..Tut..
Tapi teleponnya tidak masih juga tidak mendapat respon padahal dia telah menelepon beberapa orang sekaligus. Merasa kesal kapten Gu masih mencoba sekali lagi.
Kali ini hanya satu kali panggilan seseorang dari seberang berhasil menjawabnya.
"Kapten Gu.."
Ini adalah Tang Niu,prajurit wanita satu satunya di tim singa hutan.
Meski Tang Niu menjawab panggilan dari kapten Gu .Tapi melalui suaranya jelas bisa dilihat ada sebuah ketakutan tertentu di dalam diri prajurit wanita ini.
"Prajurit tang ,apa yang terjadi di sana?"
"Kapten..uh..kami..kami di serang"
"Di serang,apa kah itu monster dengan mata putih dan gigi runcing?"Tanya Kapten Gu bersungguh-sungguh.
Dia baru saja akan melapor ke markas perihal keberadaan monster ganas yang tidak dikenali ini. Namun sekarang para master sudah menyerang markas terlebih dahulu.
"Kapten Gu,monster monster ini..adalah para prajurit di kamp!" seru Tang Niu dari sana.
"Apa?"
Kapten gu merasa jika dia salah dengar .Apa benar monster itu menyerang prajurit atau monster itu sendiri adalah prajurit .
" Ketika bangun ,aku mendapati beberapa prajurit sudah menjadi monster ini .Mereka yang berubah segera memangsa para prajurit lain yang masih tidur" katanya sampai suaranya pun gemetar.
Di sana ,prajurit Tang berhasil menarik diri dari zombie yang mengejarnya.Untuk selamat beberapa orang sudah mengorbankan diri namun menjadi zombie di menit berikutnya.
Saat ini prajurit Tang bersama puluhan orang sedang bersembunyi di sebuah rumah kosong tidak jauh dari markas mereka.
Mereka tidak mungkin selamat begitu mudah seandainya tidak ada dua dari mereka yang membangkit kan kekuatan sistem api dan sistem emas.
"Kapten gu,hindari terluka meskipun itu hanya sebuah goresan kecil. Banyak prajurit kita yang berubah menjadi monster karena goresan kuku mereka "
Mendengar cerita dari prajurit Tang, tiba-tiba kapten Gu merasa khawatir melepaskan tiga itu untuk menyelidiki keadaan desa.
Tapi kekuatan api?
Kekuatan Emas ?
__ADS_1
Apa apaan ini....