
Giant yang memohon tiba-tiba memegang lutut Linwei tanpa ampun.Kemana pergi nya lelaki yang katanya ketua tim itu.
Dia seperti kerupuk yang di jauhkan air. Melempem.
Air matanya mengalir tak terkendali.Ada rasa takut di hati nya jika bepergian seorang diri di tengah tengah zombie.
"Kakak lin ,bawa aku ya ,tolong lah"
Dia meregek lagi seperti anak kecil yang budak di belikan mainan. Linwei sebenarnya tidak tega,dia tau bagaimana rasanya di tolak.
Tapi dia juga tidak berdaya,ada youyou kecil menunggu nya di mobil. Dia pasti ketakutan jika tidak melihat ibunya ketika dia membuka mata.
"Giant, bukan aku tak mau tau atau tidak bisa.Tujuan kita berbeda kau tau"
"Tidak kak keluarga ku,hanya di seberang jembatan itu saja,kak juga akan lewat di sana.Kita bisa pergi bersama sama dan berpisah di jalan nanti" tawarnya lagi.Anterin napa kak.
Dia pikir kakak ini cukup bagus,dirinya akan selamat sampai ke rumah jika ada kakak linwei yang menemani. Uuh tempel saja.
__ADS_1
"Tidak bisa, tidak kataku"
"Huhuhu kakak linwei yang baik,ajak aku hubuhuhu" Giant benar-benar menangis dari lubuk hatinya. Baru saja dia melihat sahabatnya mati satu persatu di depan mata.Dia masih ingin hidup.
Peluk kakinya...
Pukk
"Giant kau..ahh sudahlah. Tidak jauh dari sini ada supermarket kecil.Di sana ada beberapa orang yang singgah untuk pergi dengan mobil melewati jembatan layang. Hemm bagaimana jika aku mengantarkan mu ke supermarket itu " tawarnya kepada Giant.
Lalu kakak?" Tanyanya ragu. Pergi ke tempat yang lebih ramai juga bagus sebenarnya tapi dia masih merasa lebih selamat bersama linwei.
"Tapi..tapi..
"Tidak ada tetapi, kalau mau ayo pergi,jika tidak tunggu saja di sini" bentak linwei tidak sabar.Giant ini menyebalkan sekali. Mau di lemparkan kan saja kedalam rumah yang penuh dengan lumut lumut itu.
"Kakak,apa tidak bisa ya". Tanya nya yang merubah wajah menjadi seimut mungkin.Tapi linwei tidak tertarik ,dia punya youyou kecil yang lebih imut dan mengemaskan.
__ADS_1
"Tidak bisa ,tidak boleh,aku lebih suka sendirian dari pada berkumpul dengan banyak orang, aku risih" tambahnya.
Kasian juga sih tapi mau bagaimana lagi.
Aku kau akan membauarmu Kak"
"pakai?" bayar sih boleh tolong uang sudah tidak sepenting tisu toilet sekarang.
"Aku..aku akan menghangatkan ranjang mu,bagaimana, hehehe " dia malah tersenyum malu malu seperti perawan yang mau di lamaran orang.
Linwei tercengang mendengar jawaban nya. ini bukan untung malah buntung jadinya.
Enak nya di kamu nggak enak nya di aku.
Tak mau mendengar kan lebuh jauh organ tidak bermutu dari Giant ini ,linwei berjalan cepat tanpa peduli jika pemuda itu mengejarnya dari belakang.
" Kakak aku ikut.."pekik nya yang mengejar linwei dengan cemas.Giant berlari secepat mungkin, dia adalah pengguna kemampuan sistem kecepatan. Lebih cepat lagi untuk segera menyusul linwei yang sudah di depan.
__ADS_1
Linei hanya terus berjalan tidak peduli dengan teriakan itu,malas banget ngurusin pria cengeng. Youyou kecil saja tidak secengeng itu.
" Kakak,tunggu aku..