MEMBELAH BATAS DIRI

MEMBELAH BATAS DIRI
BAB 1


__ADS_3

Di satu sekolah menengah, Jam pelajaran telah berahir tepat pukul 1:30 (wib), semua murid berhamburan keluar dari kelas, tapi ada juga beberapa yang masih dalam kelas.


termasuk Aku Ayuninda Hapsari yang memang malas pulang, " hey.. beb kamu gak pulang!? "..Seta mengejut kan aku, " malas pulang " jawab Ku singkat.


mendengar jawaban Ku Seta malah duduk di depan Ku, " Ayuninda hapsari cobak jelasin kenapa kamu malas pulang? " tanya Seta lembut, udah macam bapak Ku pulak Dia.


Aku sengaja gak jawab malas, hati Ku lagi galau, Ku rebah kan kepala Ku di atas meja untuk menghindari kontak mata dengan Seta.


Aku yakin Eyang pasti udah sampai di rumah, Seta gak perlu tau apa alasan Aku gak mau buru-buru pulang kayak yang lain.


" Kamu sakit beb ?" tanya nya lagi sambil ngeraba kening dan leher Ku, " apaan sih kamu" Aku geli sengaja Aku tepis tangan nya saat meraba sampai di leher Ku.

__ADS_1


" Beb Kamu marah udah gak suka sama Aku ya? "... tanya Seta, sensi Dia gara-gara Ku tepis tangan nya, Aku angkat kepala lalu Ku lihat mukanya, ntah Aku juga merasa gak senang dengan ucapan nya barusan.


" Kalau Aku gak sukak kamu mau apa!? " bentak ku kesal jadi kebakar emosi, Seta nunduk kayak nya sedih banget, lalu Dia berdiri.


Aku juga jadi gak enak hati, menyesal udah bentak Dia, " Set...maafin Aku ya? " Aku pegang tangan nya, " udah ahh Aku mau pulang " Seta ngibas tangan nya yang Ku peggang.


Seta berbalik dan pergi ninggalin Aku, hati Ku langsung mencelos jantung ku berdebar, gak mau Seta salah faham lebih baik Aku jelasin aja fikir Ku.


pas sampai di depan pintu kelas, Aku nyari di mana Seta tapi gak kliatan, Aku tambah kesal jadi nya, balik masuk dalam kelas juga gak mungkin, ahir nya ku putus kan untuk duduk dibangku taman dekat parkiran.


bunga-bunga jarum di taman lagi mekar semua ada yang Kecil, ada yang besar mirip kayak konde Eyang Ku, mikir itu Aku geli sendiri.

__ADS_1


sekolah udah lumayan sepi hanya tinggal beberapa murid lagi yang terlihat, Seta berarti udah beneran marah, fikir Ku terus aja jalan.


hati ku kesal masalah galau Ku soal kedatangan Eyang belum selesai, eh di tambah lagi Seta yang merajuk, sangking kesal Aku nendang kerikil kecil sambil jalan.


" Woiii sengaja ya? " Aku kaget langsung liat kedepan, gak tau Aku kalau di depan masih ada murid lain, batu kerikil yang Ku tendang kenak salah satu murid perempuan, kebetulan Aku lihat Seta ada di situ.


" Maaf gak sengaja" ucap Ku sambil mengatup kedua tangan, sekilas Aku lihat Seta kayak gak perduli sama Aku, makin lah kesel hati Ku, Seta bikin Aku cemburu.


Apa cobak urusan Dia dekat-dekat cewek itu, bukan nya Dia sendiri yang bilang kalau gak akan bicara dengan cewek lain tampa seijin Ku.


Aku bener-bener marah dengan Seta, kenapa gak nepati janji, Aku pulang gak jadi duduk ditaman

__ADS_1


__ADS_2