MEMBELAH BATAS DIRI

MEMBELAH BATAS DIRI
BAB 19


__ADS_3

" Ayu masih kenyang Buk,belum lapar " jawab Ku malas sambil melihat Ibu Ku sekilas, Ibu duduk di sebelah Ku, tangan lembut nya membelai punggung Ku.


" Ayu Ibu minta kamu berdamai dengan keadaan, turuti saja mau Eyang Mu, Ibu gak mau Kamu pergi-pergi lagi Nak " ucap Ibu Ku langsung menangis dan peluk Aku.


Aku bingung, Ku balas pelukan Ibu, kembali Aku cermati kata-kata Ibu Ku tadi, tapi Aku gak dapet kesan apa pun dari kata-Kata Ibuk, yang ada rasa tertekan itu yang Ku rasa dari uraian yang tadi Ibu sampai kan.


" Buk apa yang Ayah lakukan terhadap Ibuk" tanya Ku mengikuti kata hati, Ibu mengangkat wajah nya dari pundak Ku, air mata nya masih mengalir.


" Ayu sayang kan Sama Ibuk " tanya Ibu Ku dengan pandangan redup, Aku langsung ngangguk, " kalau sayang berdamai ya nak, turuti aja mau Eyang Mu ikuti peraturan nya walau Kamu gak sukak!!"ucap Ibu Ku lagi , Aku yakin pasti Ibuk Ku di tekan Ayah dan Eyang.

__ADS_1


" Iya Buk Ayu nurut apa kata Ibuk " jawab Ku dengan dada panas, Aku gak tau apa yang sudah Ayah Ku buat untuk Ibu, biar kemarin Ibuk sempat ngusir, itu tidak ku masukan dalam hati karena Ku tau Ibu berusaha melindungi Aku.


" Yang penting Ayu sekolah yang rajin biar bisa kerja gak kayak Ibu cuma nunggu di kasi makan " ucap Ibu Ku lagi dengan tersedu, serasa sangat memilukan di telinga Ku.


Aku diam gak tau harus bicara apa, " yaudah temani Ibuk makan ya" pinta Ibu Ku, Aku ngangguk gak sampe hati nolak, sebelum keluar Ibu menghapus jejak air mata juga merapi kan rambut di depan cermin yang ada dalam kamar Ku.


" yaudah ayok" Ibu ulur kan tangan ajak Aku, " tapi Buk itu mata Ibuk masih keliatan sembab nya " ucap Ku agar Ibu perhatikan lagi penampilan nya sebelum keluar.


Keluar dari kamar Aku lihat masih ada Eyang dan Ayah lagi ngobrol, Aku gak tau apa yang mereka obrolin, Ayah dan Eyang langsung berhenti ngobrol. setelah sadar dengan kedatangan Kami berdua.

__ADS_1


" Ayu makan yang banyak biar kamu pinter " seloroh Ayah Ku sebelum bangun dari duduk lalu pergi bersamaan dengan Eyang, Aku gak tanggepin karena Aku muak dengan kepura-puraan Ayah, entah sandiwara model Apa lagi yang di peran kan Ayah.


Ku lihat Ibu hanya menatap punggung Ayah sambil menghempas nafas kasar beberapa kali.


Timbul rasa ingin tahu ku tentang kejadian setelah Aku pergi malam Itu, kebetulan Aku lihat Ibu juga kurang selera makan, Aku harus gunakan kesempatan untuk cari tau apa sebenar nya yang terjadi.


Awal Aku ajak Ibu ngobrol biasa, ya tentang tanaman Ibuk lah biar Ibuk sedikit terhibur, sengaja Aku Tanya beberapa jenis tanaman.


Lama ke lamaan Aku ajak Ibu pindah ke kamar Ku, tapi aku harus cuci piring dulu bekas makan Ibu dan yang lain.

__ADS_1


Setelah nya kami pindah ke kamar Ku, Aku lihat wajah Ibu ku sudah tidak lagi sendu, hati Ku senang kalau Ibu bisa tertawa.


__ADS_2