MEMBELAH BATAS DIRI

MEMBELAH BATAS DIRI
BAB 14


__ADS_3

" Turun lah Nak, maafin Ibu sama Ayah " kali ini Ayah Ku yang bicara, Aku diam rasa sakit hati kemarin kembali menjalar di hati Ku, Ku lirik kedua nya dengan rasa sedih dan benci, biar lah Aku di anggap anak durhaka, entah kenapa hati Ku muak dengar kata pulang.


Ibu jatuh bersimpuh di samping pintu mobil yang terbuka, Aku noleh terkejut dengan sikap Ibu yang spontan, " Ibu minta maaf Nak" Ibu memohon maaf sambil mengatup kedua tangan nya, hati Ku seperti di tampar kuat Aku gak sampe hati, " Buk bangun Buk" Aku menurun kan kaki lalu merunduk meminta Ibu Ku untuk berdiri.


Aku turun setelah Ibu Ku berdiri, Aku peluk Ibu Ku, sempat Aku lihat, Ayah Ku menunduk masih berdiri di samping Seta, Bel sekolah berbunyi, Aku gak tau harus melepas pelukan Ibu pergi masuk atau memang seperti niat awal bolos sehari.


Ku edarkan pandangan lihat keramaian yang tersisa ,Jelas Kami jadi tontonan teman-teman sekolah Ku, bisa Ku tebak pasti mereka banyak yang ngatain Aku anak durhaka, Tapi biar lah mereka juga gak tau apa yang Aku lalui dan rasakan, Aku gak perduli, Kurasakan Ibu semakin mengeratkan pelukan nya.

__ADS_1


Ibuk memeluk ku erat sekali, Aku juga dapat merasakan penyesalan nya yang dalam soal kemarin, " Pulang Ya Nak " ucap Ibu Ku di tengah isak tangis nya, " Iya Buk, nanti Ayu pulang " jawab Ku, ingin menyudahi drama Lama-lama gak enak juga jadi tontonan.


" Sudah Bu biar Ayu masuk belajar nanti kita jemput saat pulang sekolah " Kata Ayah Ku lembut sambil megang bahu Ibuk, Aku gak lihat muka Ayah Ku, suara lembut nya bikin Aku neg.


Ibu mengurai pelukan nya, " Pulang ya Nak " ucap Ibuk lagi dengan mata basah dan bengkak, Aku ngangguk, " Gak Pa-pa tante nanti biar Seta yang antar Ayu pulang " jawab Seta bikin Aku menoleh gerah.


Aku dan Seta saling lihat, Kami sama-sama tersenyum, Aku gak tau apa arti senyum Seta jelas kalau Aku senyum karena kesempatan bisa jalan-jalan Main.

__ADS_1


" Beb kita kemana?! " bisik Seta kebetulan kami berdiri rapat, " Pacaran lah " jawab Ku dengan senyum lebar, " Ya udah Ayok " ..ucap nya ngamit tangan Ku ajak pergi.


Kami pergi jalan-jalan, juga makan, kami gak perduli dengan tatapan beberapa orang tua yang mungkin mengira kami bolos karena masih pake seragam sekolah komplit.


" Beb kita ke danau yuk " ajak Seta, Aku ngangguk tersenyum pada nya, yang Aku suka Seta selalu teliti, sebelum berangkat ke danau, Seta selalu gak lupa beli cemilan dan beberapa minuman seperti Sprite dan lain-lain lah.


Seta bawa Aku ke tepi danau, tempat kami pertama kali bertemu setelah Lulus SMP, Kami duduk di atas bebatuan yang sengaja di atur untuk pengunjung duduk menikmati pandangan danau.

__ADS_1


" Beb masih inget gak tempat ini?! " tanya Seta, " Ya ingat" jawab Ku sambil ngunyah cemilan.


__ADS_2