
Setelah nya kami pindah ke kamar Ku, Aku lihat wajah Ibu ku sudah tidak lagi sendu, hati Ku senang kalau Ibu bisa tertawa.
Kami baring berseblahan, Aku sengaja peluk Ibu sebelum Aku bertanya soal kemarin, Ibu juga terlihat bahagia sambil menepuk-nepuk punggung ku seperti dulu ketika Aku kecil.
" Buk boleh Ayu tanya" tanya Ku buka percakapan, " Ya boleh sayang " jawab Ibu sambil benahi uraian rambut Ku yang berjuntai menutup sebelah pipi , " tapi Ibu jangan marah Ya " ucap Ku sekalian masuk ke dadanya.
Aku menghirup wangi tubuh Ibuk ku, sama seperti saat Aku kecil dulu, hangat dan selalu buat Aku tenang dan nyaman.
" Iya Ibu gak akan marah " jawab Ibu sambil sedikit dorong kepala Ku agar menjauh dari dada nya mungkin geli, Aku jadi ragu untuk bertanya, tapi rasa penasaran mengalah kan keraguan Ku.
__ADS_1
kembali Aku peluk pinggang Ibu Ku, sempat Ibu Ku pukul sayang tangan Ku kemudian memeluk Ku dan Ku dengar Ibu tertawa" Buk setelah Ayu pergi kemarin malam apa yang terjadi Sama Ibuk" tanya Ku memulai pertanyaan serius.
Ibu diam hanya tarikan nafas berat yang Ku dengar, Aku juga diam menunggu jawaban Ibu Ku.
Aku tarik diri Ku setelah sekian menit tidak mendengar jawaban nya, Aku sedikit menjauh agar bisa lihat wajah Ibuk, " Ibu kenapa!? " tanya Ku .
" Ibu gak apa-apa Nak, Ayu gak usah tanya-tanya soal kemarin, yang penting kalau Ayu sayang Sama Ibuk, Ayu nurut aja ya?, apa yang Ibuk bilang" ucap Ibu Ku menarik aku kembali kedalam pelukan nya.
Ingin Aku bertanya sekali lagi, tapi kayak nya percuma!, gak mungkin Ku paksa kalau Ibuk memang gak mau cerita apa yang terjadi.
__ADS_1
" udah malem tidur lah, Ibu mau solat isya dulu " ucap Ibu Ku lalu turun dari tempat tidur, Aku tidak menjawab hanya bangun dan duduk melihat kepergian Ibu ku sampe hilang di balik pintu.
kembali Ku hempas Diriku , fikiran Ku benar-benar kusut, makin kesini Aku makin gak ngerti dengan orang-orang yang ada dalam Rumah Ku.
Otak Ku penat, gak tau harus ngapain, untuk tidur masih terlalu awal, Aku bangun lalu keluar dari kamar untuk membuat segelas teh hangat.
Aku bersandar di dinding dapur, menunggu air yang ku masak mendidih, " Ngapain Kamu Ndok " tanya Eyang muncul di depan pintu dapur, " Eh..Oh.. Eyang, Ayu mau bikin Teh, Eyang mau" jelas Ku sambil menawar kan, Aku sedikit tergagap Karena kaget dengan kemunculan Eyang yang tiba-tiba.
" Ya boleh Eyang mau " jawab nya masih terdengar canggung, Eyang pergi, air yang ku masak juga mendidih, Ku buat teh dua gelas satu untuk Ku satu lagi untuk Eyang.
__ADS_1
Ku letakan di atas napan dua gelas teh yang sudah Ku buat, Aku keluar dari dapur untuk memberikan teh jatah Eyang.
" Ini Eyang teh nya " ucap Ku setelah menemukan Eyang di ruang tamu, " Taruh aja di meja situ ndok " jawab nya tampa melihat Aku.