MEMBELAH BATAS DIRI

MEMBELAH BATAS DIRI
BAB 8


__ADS_3

Suara guruh terdengar menandakan hujan akan turun, aku masih berdiri Seta juga sama, tidak ada jawaban dari permintaan tadi, fikiran ku semakin gak karuan aku benar-benar terpuruk cuma nangis dan nangis yang bisa ku lakukan.


Aku merasa jadi orang yang paling hancur, ku sudahi tangis walau air mata masih setia mengalir, " yaudah beb aku pergi dulu ya? "..ucap ku merunduk untuk ambil tas berisi pakaian yang tergeletak di beton jalan.


" Seta siapa ini nak?, temen sekolah kamu? " perempuan paruh baya menghampiri kami, dalam temaram lampu dapat ku lihat wajah nya mirip Seta pacar ku.


" Ini Ayu Mah yang sering Seta ceritain " jawab nya memegang pergelangan tangan Ku seolah melarang aku untuk pergi.


" kenapa nangis Nak? "...Tanya Mama Seta, sedikit mencondong kan wajah nya, aku menunduk karena tau Mama Seta ingin lihat wajah Ku lebih jelas.


" Sudah jangan nangis yuk ikut Mama pulang kerumah ,ini sudah mau hujan gak baik anak gadis malem-malem di jalanan sendirian" ucap nya merangkul bahu ku.

__ADS_1


Aku gak tau harus apa, sempat aku lihat Seta, dia pun mengangguk seolah mengatakan kalau aku harus ikut, Seta ambil tas yang terlampir di bahu ku.


Mama Seta terus rangkul bahu ku sampe keseberang dimana mobil mereka berhenti, aku dan Mama Seta duduk di belakang, sedang Seta sendiri di depan nyetir.


Aku benar-benar gak tau harus berbuat apa, gak ku sangka Mama Seta begitu baik, berbeda jauh dari cerita Seta.


Seta sering menceritakan Mama nya perempuan yang tegas, tapi yang ku dapati malah jauh berbeda Mama Seta lemah lembut sama seperti Ibuk ku.


Aku gak tau apa yang ada di fikiran Seta selain fokus pada jalanan, kulihat Seta juga perhatikan Aku dari kaca spion.


Mama Seta asik dengan benda pipih yang ada di tangan nya, gak tau aku urusan nya apa, aku juga males intip-intip takut di bilang gak sopan.

__ADS_1


gak Lama kami sampai di depan rumah mewah, aku makin merasa gak enak, " ayo turun sayang kita udah sampai " ucap Mama Seta bikin aku makin gak enak hati.


Waktu masuk Aku di rangkul Mama Seta, walau ada rasa nyaman tapi tetap juga rasa gak enak karena dia mama pacar Ku.


Yang lebih bikin penasaran Seta tadi bilang Dia sering cerita tentang Aku ke Mama, apa ya cerita Seta tentang Aku.


"Seta, minta bibi siapin makan pasti temen kamu ini belum makan!" Seta di perintah Mamanya, aku lihat Seta hanya ngangguk lalu pergi.


" Duduk dulu Nak!, sebentar ya Mama kedalam " Mama Seta suruh aku duduk juga permisi kedalam kata nya, Aku duduk sambil melihat-lihat perabot yang tertata rapi.


entah lah ingatan Ku kembali ke rumah, bahagia kah mereka setelah Aku pergi, senang kah Ayah dan Ibu setelah Aku gak ada, atau memang aku cuma anak pungut bukan darah daging mereka.

__ADS_1


hati Ku kembali sakit, ingin tidak ingat tapi semua itu terbayang di pelupuk mata , Aku nangis dalam diam, ingin rasa nya Aku mengahiri hidup, pasti gak akan ada yang merasa kehilangan kalau aku gak Ada.


__ADS_2