MEMBELAH BATAS DIRI

MEMBELAH BATAS DIRI
BAB 11


__ADS_3

" cantik ya? " ucap Mama Seta sengaja menggoda putra nya, Seta nunduk lalu tersenyum malu pada Mama nya.


prov Ayuninda Hapsari


Aku melangkah perlahan, bukan pengen kelihatan Anggun, tapi aku segan malu dan takut dengan Mama Seta.


Melihat Aku sudah di samping nya, Seta bangun lalu menarik bangku, layak nya gaya seorang kekasih yang sedang menjamu kekasih hati, sempat Ku lihat Mama Seta mengulum senyum melihat tingkah Seta.


" Yaudah kalian makan Mama ada kerjaan sikit " ucap Mama Seta bangun sambil membawa piring kotar bekas makan nya tadi.


Aku cuma ngangguk tidak berani mengeluar kan suara, Aku hanya berani menatap punggung Mama Seta sampai hilang di balik dinding pemisah antara ruang makan dan dapur.

__ADS_1


" Ayo, Beb makan!" Seta memberikan piring yang sudah berisi nasi pada Ku, " makasih Beb, tapi Aku gak selera " jawab Ku entah kenapa hati kembali sedih, Karena kembali teringat ke rumah.


Seta menggeser piring lauk pauk kedepan Ku, " Beb Kamu harus makan, suka yang mana, " Seta mau mengambil kan lauk, tapi setelah melihat wajah Ku yang kembali mendung, Seta kembali duduk.


Mungkin Dia juga dapat merasakan kesedihan Ku, " Beb, Aku memang gak tau apa yang sedang menimpa Kamu, tapi kalau kamu percaya, Aku bisa kok jadi tempat Kamu berbagi " Seta meraih telapak tangan Ku


" Maafin, Aku ya Beb, udah ngerepotin Kamu!" ucap Ku juga membalas genggaman tangan Seta, Seta menarik nafas dalam, " Makan ya Beb sedikit aja " bujuk Seta agar Aku mau makan.


Selesai makan Aku membersihkan bekas kami makan, " jangan Non biar bibik aja " tiba-tiba Bibi muncul dari balik dinding dapur, tidak mengijin kan Aku mengerjakan pekerjaan nya.


" Ya gak Apa Kok Buk, biar Ayu bantu" bantah Ku tetap mau bantu, "Udah Beb biar Bibi yang urus" ucap Seta juga melarang, tapi karena kebiasaan dari rumah Aku gak memperdulikan larangan Seta.

__ADS_1


Ku lihat Bibi menatap Tuan muda nya, Seta menarik nafas panjang lalu mengangguk pada Bibi agar Bibi membiar kan Aku membantu nya, Seta kembali duduk menunggu Aku selesai mencuci piring.


pandangan Seta tak lekang dari Ku, sudut bibir nya terangkat saat Aku dengan sengaja memercikan air dari tangan Ku, " Sudah selesai kan? " Aku mengangguk, " udah sekarang masuk kamar kamu tidur besok kita ada ulangan " ucap Seta dengan nada memerintah lalu meninggal kan ku.


Sebenar nya Aku ingin bilang kalau Aku ingin libur besok , tapi belum sempat ngomong Seta udah berbalik meninggalin Aku, Aku hanya bisa menghempas nafas kasar lalu pergi masuk ke kamar.


Di dalam kamar Aku bingung harus ngapain, kalau tidur jelas Aku belum ngantuk Karena tadi sempat tidur walau sebentar.


"sedang Apa Buk "Aku ngomong sendiri, karena terus terbayang wajah Ibu, rasa nya Aku mau pulang sekarang juga buat ketemu Ibuk Ku.


Ntah lah kenapa, tadi nya Aku berusaha gak mau ingat lagi kerumah, tapi sekarang lain lagi mungkin Karena Aku gak pernah ninggalin Rumah atau pisah dari Ibuk.

__ADS_1


__ADS_2