MEMBELAH BATAS DIRI

MEMBELAH BATAS DIRI
BAB18


__ADS_3

Perasaan Ku gak menentu, Aku mirip terdakwa yang nunggu keputusan hukuman dari Hakim.


Ayah bergeser duduk lebih dekat Aku, " jangan pergi dari rumah lagi ya nak " ucap Ayah Ku dengan tangan berada di atas kepala Ku, Aku nahan nafas takut setengah Mati.


" Iya ndok Eyang juga minta maaf ya? kemarin Eyang udah salah nuduh" ucap Eyang Ku, Aku makin ketar ketir gak tau apa maksud semua ini, " Udah dulu Mas!, Buk!, mungkin Ayu masih capek habis pulang sekolah " ucap Ibu Ku bangkit dari duduk.


" Ayo Nak, ganti baju dulu, makan pasti Kamu belum makan kan?! " tanya Ibuk, Aku langsung ngangguk, agar terbebas dari suasana yang sangat mengintimidasi ini.


Ibuk gandeng tangan Ku, " Nak jangan pergi lagi hadapi walau kamu menolak coba lah untuk terima" ucap Ibu Ku ketika kami sampai di depan pintu kamar Ku, "Ayah mu gak punya siapa-siapa lagi, Cuma Eyang dan kita yang Ayah punya " tambah Ibu Ku lagi.

__ADS_1


Aku gak ngerti dengan omongan Ibuk, apa cobak maksud nya, Aku masih berdiri natap Ibu Ku, " masuk sana nanti Ibu jelasin" ucap nya seakan tau kalau Aku gak paham, lalu Ibu pergi meninggal kan Aku yang masih berdiri bengong dengan segudang tanda tanya di kepala.


" ahh what's ever lah" fikir ku masuk ke kamar buat ganti baju, untuk makan tentu Aku belum selera, masalah baru kayak nya bakal ada lagi, cuma apa itu Aku belum tau, atau dari sini lah awal kehancuran, entah apa yang hancur Aku pun gak ngerti hingga Aku pusing ketiduran karena penat otak ku.


menjelang magrib, ada tangan yang ngelus-ngelus punggung Ku, perlahan Aku buka mata untuk liat siapa yang berada di atas tempat tidur ku, ternyata Ibuk.


" Bangun nak pergi mandi kita solat berjamaah " ucap Ibu Ku lalu turun dan keluar dari kamar Ku.


Ku buka mata Ku selebar nya untuk mengusir rasa ngantuk, lalu Aku turun dari tempat tidur,Ku tarik handuk yang tersangkut di tiang dekat lemari, Aku pergi mandi untuk segera ikut solat magrib berjamaah.

__ADS_1


Selesai pakai mukena, Aku keluar dari kamar, di ruang solat semua sudah ada, Ayah mengatur saf Kami kemudian langsung komat .


Aku berdiri tepat di sebelah Eyang Ku, Kami solat berjamaah Ayah sebagai imam, fikiran Ku entah kemana-mana, teringat sumpah serapah Ayah, Aku jadi gak fokus dengan solat Ku.


selesai salam buru-buru Aku salam Eyang dan Ibu, Aku gak salam Ayah karena Ayah masih memimpin doa.


Aku lari ke kamar, Aku bingung dengan perubahan drasti yang ada di rumah Ku, Ku buka mukena, perasaan Ku gak tenang terus meraba dan menebak dengan perubahan seisi rumah.


Aku duduk di tepi ranjang dengan segala tanda tanya akan perubahan mereka, tiba-tiba Ibu masuk menghampiri Aku, " Kamu gak makan Yu ?! " tanya Ibu Ku.

__ADS_1


" Ayu masih kenyang Buk,belum lapar " jawab Ku malas sambil melihat Ibu Ku sekilas, Ibu duduk di sebelah Ku, tangan lembut nya membelai punggung Ku.


__ADS_2