
Kepala ku sakit telinga ku berdengung sehabis di tampar Ayah tadi, Aku gak sanggup mikir apa-apa lagi, sudah aku putus kan untuk segera pergi dari rumah neraka ini, gak ingin lagi aku lihat mereka.
Aku lari ke kamar untuk ambil pakaian yang akan ku bawa, kembali lagi terngiang sumpah serapah Ayah dada ku semakin sakit.
Duduk di pinggiran tempat tidur, ku pejam kan mata sebentar untuk ngurangi rasa pusing dan segala kesakitan yang sedang mendera ku lahir batin, air mata ku tetap keluar tak bisa ku bendung.
Aku bergegas keluar dari kamar tampa mengganti baju seragam ku, ku lihat Ayah menatap ku dengan tatapan penuh amarah, aku gak perduli sengaja aku lewat di depan Ayah dan Eyang.
Aku keluar ke teras tampa ku duga ibu sudah duduk bersimpuh di teras menunggu ku, " Ayu jangan pergi nak" ucap ibu dengan suara paraw, mendengar larangan ibu ku justru aku semakin gak sudi berlama-lama.
__ADS_1
bukan nya tadi ibu juga suruh aku pergi sekarang kenapa melarang, hahhh... makin gak sanggup mikir Aku, sebentar ku lirik ibuk lalu pergi dengan langkah yang terasa ringan.
Aku gak tau apa rasa ini, kenapa langkah ku terasa sangat ringan, walau gak tau tujuan kemana tapi aku tetap melangkah.
aku merasa bebas sebebas nya, gak terasa hari mulai merangkak malam ku lihat sekeliling hati ku kembali perih. aku kembali sedih gak tau harus kemana.
Aku gak punya tujuan , wajah ibu ku kembali terbayang, aku sedih tapi bukan saat nya untuk mempertanyakan soal nasib , rasa pusing aku duduk di pinggir jalan, gak perduli tatapan orang yang lewat.
Ku lihat mereka yang lewat, ada yang ramah mau menegur atau sekedar senyum ada juga yang pura-pura gak liat bahkan sama sekali bahkan gak perduli.
__ADS_1
lama kelamaan keadaan jalan semakin sepi, aku juga gak tau kemana, batin ku menjerit aku jadi menyesal telah terlahir kedunia kalau hanya untuk hidup seperti ini, mau rasa nya aku menjerit agar Ayah dan ibuk tau kalau aku gak minta di lahir kan.
tangis ku pecah lagi , karena aku memang benar-benar bingung gak tau harus Kemana.
" hey beb ngapain kamu di sini?!" terdengar suara Seta saat aku lagi nunduk nangis, aku gak angkat muka ku pikir karena halu " apa yang terjadi beb? "..ucap Seta memeggang bahu ku.
baru Aku percaya itu nyata bukan karena halu, Seta jongkok di sebelah Ku, dengan segala sesak di dada tampa malu aku peluk Seta hingga hilang keseimbangan dan Seta jatuh posisi aku di atas.
sesaat ku rasa Seta seperti membeku, Aku terus menangis di dada nya, " beb malu di lihat orang " ucap Seta selang gak berapa Lama , aku langsung bangkit dari atas tubuh nya.
__ADS_1
" kamu kenapa beb?" tanya seta setelah Ia berdiri, aku nutup muka menangis, ingin rasa nya aku langsung pergi agar Seta gak banyak tanya.
tapi kalau gak sama dia sama siapa lagi Dan aku harus kemana " beb bawa aku pergi " cuma itu yang keluar dari bibir ku.