MEMBELAH BATAS DIRI

MEMBELAH BATAS DIRI
BAB 32


__ADS_3

Kami sama-sama masuk ke dalam mobil, " Beb Aku mau cerita sesuatu " ucap Ku pas barengan dengan Seta, Dia pun mengucap kan kata-kata yang sama.


Kami saling tatap sambil tersenyum " Kamu duluan lah Beb" ucap Ku berdebar, " Kamu aja duluan " jawab nya minta Aku duluan Cerita.


" Enggak Ah kamu aja duluan " Aku bertahan tetap gak mau duluan yang Ku yakin pasti Seta akan mengalah.


" Ya deh Aku duluan " jawab sambil memanyun kan bibir, pas seperti tebakan ku Seta pasti akan mengalah, " sebelum cerita kita cari tempat tenang dulu " imbuh nya.


Seta bawa mobil ke areal taman kota, ya pasti banyak orang lalu lalang jogging atau sekedar jalan-jalan menghirup udara segar pagi hari, Aku gak perotes kemana Dia mau bawa Aku toh Aku cuma numpang ya Kan.

__ADS_1


Setelah mobil masuk parkiran, Seta mematikan mesin, Aku mau turun tapi " Beb tunggu dulu " ucap Seta bikin Aku lansung lihat Dia gak jadi turn.


Seta membuka pengaman lalu dengan sengaja mencondong kan badan nya ke arah Ku, jantung Ku berpacu cepat karena gak tau apa maksud Seta.


" Aku kangen Kamu Beb " ucap nya, Aku gak sempat jawab Apa-apa karena Seta mencium bibir Ku, Aku gak tau harus apa karena rasa nya bagai bunga bermekaran, Aku membalas ciuman Seta jantung Ku terus berpacu karena rasa yang begitu indah dan sulit Aku gambar kan dengan kata-kata.


Aku mengangguk karena jujur Aku juga ketagihan ciuman Seta, " nanti malam kita keluar ya? " ajak Seta dan Aku langsung mengangguk meng iya kan.


" Kamu laper gak Beb " Tanya nya lagi, " Laper banget Beb dari semalam Aku gak makan gara-gara bau bangkai setan itu apa yang ku makan keluar lagi " ucap Ku mengalir gitu aja cerita yang tadi sempat Aku pertahan kan, ehh malah sekarang Aku duluan yang cerita.

__ADS_1


" Yaudah kalau masalah bangkai bangkai nanti aja cerita nya " ucap Seta dan Aku setuju karena ingin makan dengan tenang tampa harus mencium bau menyengat yang akan mengaduk seluruh isi perut Ku.


Kami turun bergandengan, tangan Ku yang dingin kini hangat berkat telapak tangan Seta yang panas, Aku dan Seta gak perduli dengan tatapan remaja atau orang yang lebih tua melihat kami.


Aku dan Seta jelas jadi pusat perhatian karena kami pakai seragam putih abu-abu, "hoyyy indah nya masa SMA" ada salah satu Ibu-ibu bersorak sampe lompat kegirangan ketika kami lewat di depan nya.


Aku tersenyum lucu liat tingkah Ibu-ibu itu bersorak mirip tingkah anak seumuran Ku, Kami masuk di warung lah kalau kata Ku, sebut aja gitu.


" Makan apa Beb? " Tanya Seta berbisik, Aku liat lagi papan menu yang terpampang, ada lontong sayur ada bubur ayam ada juga nasi rames pokok nya banyak lah macem nya dan Aku milih lontong sayur.

__ADS_1


__ADS_2