
Aku gengsi tanyak duluan, Ku buang pandangan keluar malas liat Dia, saat mata Ku melihat keluar entah kenapa ingatan Ku kembali ke mimpi semalam.
Wajah pangeran masih jelas terbayang di pelupuk mata Ku," Kenapa Kamu senyum senyum semalam habis dari mana! " Tanya Seta membuat bayangan panggeran hilang gitu aja.
Aku kesal gara-gara Seta mengganggu Aku gak bisa lagi mengingat kehangatan pangeran, " Beb Kamu dengar gak sih !!" tanya Seta dengan suara meninggi.
Aku menoleh melihat wajah nya hati Ku sedih, kenapa Seta tiba-tiba marah gak karuan, " Jawab Aku Beb Kamu semalam kemana? " Tanya nya lagi masih dengan suara tinggi.
" Aku di rumah gak kemana mana " jawab Ku ketus dengan suara serak, Aku sedih karena Seta membentak Ku.
Gak tau kapan mobil berhenti yang Ku rasa mobil tidak bergerak lagi, mata Ku dengan sedih terus menatap Seta.
__ADS_1
Prov Seta.
Aku gak kuat kalau liat Ayu sedih tapi Aku jugak kesal karena Dia gak ngirim kabar apa apa dari semalam, jelas Aku kuatir Sama Dia.
Ku lihat mata nya mulai berkaca kaca, hati Ku juga ikut sedih, " Maaf Beb Aku terlalu kuatir Sama Kamu " ucap Ku lalu ku tarik leher nya.
Jujur dua kali berciuman Aku mulai kecanduan bibir Ayu, gak Ku lepas sebelum Aku puas dan Ayu ternyata tidak menolak malah membalas bikin Aku makin semangat hingga ciuman itu terasa sangat Lama dan hangat.
" uuuhhh.. Beb Aku gak bisa nafas " ucap nya setelah melenguh dan mendorong dada ku, Ku biar kan dulu Dia menghirup oksigen sebanyak banyak nya , tangan Ku terulur mengusap sudut bibir nya.
Aku menelusuri setiap inci rongga Muxxx Ayu, manis bikin suhu tubuh ku kayak bergelombang.
__ADS_1
Ku menyexxx lembut lixxx nya , tiba-tiba jendela mobil ku Ada yang ketuk, reflek ciuman kami terputus, Aku tau orang di luar mau nyuruh kami pergi agar tidak menutup jalan keluar nya.
salah Ku sih berhenti pas di depan pintu pagar rumah orang, Aku Gak nurunin kaca tapi langsung menghidup kan mesin, kemudian Ku klaksan beberapa kali sebagai tanda Aku permisi pergi.
" Maafin Aku ya Beb " Aku kembali minta maaf, " Iya Beb udah Aku maafin Kok " jawab Nya.
Kami berangkat kesekolah, sampai di parkiran sekolah Ayu turun duluan biasa lah biar pun kami pacaran tapi Ayu tetap jaga jarak Sama Aku seolah teman sekelas, Ayu gak mau yang lain tau takut di tegur pihak sekolah.
padahal mana ada begitu, banyak kok anak kelas lain pacaran dengan teman sekelas, yaudah karena Aku malas debat jadi Aku turuti aja kemauan Ayu.
" Heyy Ayu " Panggil Titin anak kelas tiga B, Aku lihat Ayu berenti nunggu Titin sampe di dekat nya, Aku jadi pengen tau apa keperluan Si Titin manggil Ayu.
__ADS_1
Ku percepat langkah biar bisa dengar omongan mereka, suara besing murid lain membuat Ku harus pasang telinga baik-baik biar dengar obrolan mereka.
" Ehh Ayu dapat salam dari anak baru, itu di sana " Tunjuk Titin bikin Aku ikutan lihat.