Memilih Cinta

Memilih Cinta
10


__ADS_3

“maaf miss Liu Feifei, apa maksud anda?”


“kau pikir Hanyu tulus mencintaimu dan sungguh sungguh? Dia hanya mempermainkanmu” katanya pelan setengah berbisik dengan nada sinis


Aihara terdiam jantungnya sedikit berdebar, ada rasa takut dengan kata kata Liu Feifei


“itu karena kau mirip tunangannya yang telah tiada 10 tahun yang lalu, coba kau buka ruang kerjanya di lacinya ada foto foto tunangannya itu dan kode akses ponselnya adalah 1103 itu tanggal lahir Zhang Shishi”


Aihara terdiam jantungnya seperti di remas ribuan jarum, namun ia masih mempertahankan ketenangannya


“baiklah semoga beruntung C I N T A” dan Liu Feifei meninggalkan Aihara dengan segala kutertegunnya.


Batinnya bergejolak, marah dan benci menjadi satu.


Cukup lama Aihara memandangi wajahnya di cermin ingin rasanya ia melempar cermin itu agar pecah berkeping keping, jika benar adanya maka ia ingin menghancurkan wajahnya sendiri agar Song Hanyu melepaskan dirinya dari cengkeramannya.


Mendadak Aihara membenci wajahnya, ia merasa muak dengan semua yang telah ia perjuangkan, bekerja dan belajar hanya demi mengejar idolanya, ia bahkan melupakan masa mudanya dan sekarang terjerat dengan hal seperti ini.


Air matanya mengalir tiba tiba, namun ia segera menyekanya, ‘air mata ini tidak boleh jatuh sekarang, orang orang akan menertawakannya jika ia menangis sekarang’ Aihara menghela nafas dalam dalam.


Beberapa orang yang datang dan berganti ke toilet memperhatikan Aihara yang hanya mematung memandangi wajahnya, ia tak peduli sama sekali.


Di luar Xiao Yan telah menunggu 30 menit namun Aihara tak juga muncul, ia ingin sekali memasuki toilet wanita namun Xiao Yan tak memiliki keberanian. Akhirnya ia memanggil Song Hanyu melalui ponselnya dan menceritakan keadaannya, Song Hanyu bergegas datang dan memasuki toilet wanita ia melihat Aihara sedang berdiri mematung memandangi wajahnya


“cinta...” panggil Song Hanyu


Aihara masih diam memandangi wajahnya tanpa berkedip


“cinta apa yang kau lakukan?” tanya Song Hanyu menyentuh punggung telanjang Aihara

__ADS_1


“Hanyu, aku hanya bosan, aku ingin kembali” rengeknya berpura pura


“baiklah ayo” jawab Song Hanyu sambil menggenggam tangan Aihara.


Mereka ber3 keluar menuju mobil mereka dan sepanjang perjalanan pulang tidak sepatah kata pun keluar dari bibir Aihara, suasana tiba tiba sangat canggung.


Sesampainya di apartemen Aihara langsung mengganti gaun yang dikenakan dengan piamanya ia tidak mandi, kemudian merebahkan diri dan berusaha memejamkan mata ia bukan bersedih tapi ia memeras otaknya untuk berpikir bagaimana caranya ia dapat masuk ruang kerja Song Hanyu.


“apa kau sangat mengantuk hingga tidak ingin mandi terlebuh dahulu?” tanya Song Hanyu sambil meletakkan ponselnya di atas nakas, Aihara melirik ponsel itu


Aihara mengangguk, ia enggan menatap mata Song Hanyu, Rasanya sangat sakit menghujami jantungnya setiap melihat wajah pria itu, ia takut kata kata Liu Feifei adalah sebuah kebenaran.


Segera setelah pintu kamar mandi tertutup dan bunyi gemericik air mulai terdengar Aihara melompat dari tempat tidur dan mendekati ponsel Song Hanyu dan mencoba akses 1103 dan benar saja ponsel itu terbuka. Tidak ingin berlama lama ia mengunci kembali ponsel itu.


Api kemarahan bercampur sakit di jantung Aihara yang tak mampu ia jelaskan tiba tiba bercampur aduk jadi satu.


Cukup lama ia merasakan pergerakan pergerakan di ruangan itu, kemudian merasakkan Song Hanyu naik ke atas tempat tidur, membelai wajah dan rambutnya, mengecupi penuh kasih sayang, dan memeluknya.


“cinta, aku sungguh sungguh mencintaimu” bisiknya


Aihara mencibir dalam hati ‘kita lihat malam ini apa kah kau masih bisa mengucapkan cinta lagi padaku’


Setelah sekitar 1 jam Aihara berpura-pura tertidur ia perlahan lahan melepaskan diri dari dekapan Song Hanyu, ia berjalan dengan hati hati menuju ruang kerja Song Hanyu, pintunya tidak di kunci, Aihara menyalakan lampu dan membuka laci tepat di bawah meja, persis yang di katakan Liu Feifei ada sebuah album yang tidak terlalu usang dan sebuah pigura berisi foto dan seorang gadis yang sangat mirip dengannya, gadis dalam foto itu seumuran Aihara saat ini, bahkan ia merasa sedang bercermin, hanya bagian matanya ia lebih sipit, dan bola matanya juga berwarna hitam.


Ia membuka album dengan hati hati membaliknya satu persatu, itu adalah album dari mereka kecil, dari masa ke masa, ternyata Song Hanyu, Liu Feifei dan Zhang Shishi adalah teman masa kecil.


Benar, Song Hanyu tidak pernah mencintainya ia hanya mencari diri Shishi dalam dirinya.


Jantung Aihara berdegup kencang ia tak bisa lagi menahan air matanya perasaannya sangat sakit, ternyata ia di tawan oleh idolanya untuk menjadi pengganti seseorang yang telah mati.

__ADS_1


Di sisi lain Song Hanyu merasa bingung ia tak melakukan kesalahan apaun namun tiba tiba Aigara mendiamkannya, ia merasa sangat tertekan walaupun gadis itu hanya mendiamkannya tak kurang dari 2 jam. Ia tau Aihara hanya berpura pura tidur, ketika gadis yaang di di panggil cinta itu turun dari tempat tidurnya ia memberikan ruang dan terus berpura pura tidur, kemudian setelah 15 menit Song Hanyu bergegas mencari keberadaan gadis itu, ia mengira Aihara hanya pergi ke dapur untuk minum,


Tapi nyatanya di dapur tidak ada ia temukan gadis itu, dan ia melihat sorot cahaya lampu dari ruang kerjanya, gadis itu lupa menutup pintu rupanya.


Pikirannya langsung tertuju pada paspor dan dompet Aihhara, pasti gadis itu ingin kabur darinya.


Dengan langkah besar ia menuju ruang kerjanya, namun di depan pintu Song Hanyu terkejut, gadis itu sedang memandangi dan membolak balik album yang telah lama tak ia sentuh dengan pandangan menyedihkan dan air mata bercucuran.


“cinta...” Song Hanyu memanggil Aihara


“jangan panggil aku cinta” jawab Aihara dingin


“cinta aku...”


“tidak usah menjelaskan apa apa, sekarang berikan aku tas dan pasporku aku ingin kembali ke Indonesia” jawab Aihara dingin sambil mengembalikan album itu ke dalam laci dan menutupnya dengan pelan


“aku tidak sudi bersama orang yang mencari orang lain dalam diriku” kata Aihara dingin sambil berlalu


“cinta ini tak seperti yang kau pikirkan” Song Hanyu memeluk Aihara dari belakang


“lepaskan aku Song Hanyu aku tidak ingin di sentuh olehmu!!!” Aihhara sedikit berteriak


Song Hanyu terkejut, gadis itu benar benar marah Song Hanyu melepaskan dekapannya pada tubuh Aihara dan gadis itu berlari ke dalam kamar, mengambil kopernya dan mulai mengepak barang barangnya, ia tidak mengambil Satu pun barang yang yang di belikan Song Hanyu.


Song Hanyu terduduk di sofa memegangi kepalanya, ia tak menyangka semuanya terjadi begitu cepat, 3 minggu mereka bersama tidak pernah terjadi pertikaian apa pun mereka hidup rukun dan Aihara tidak pernah serius membantahnya.


“berikan dompetku, aku akan kembali ke Indonesia hari ini juga” kata Aihara dingin ia berdiri tak jauh dari Song Hanyu bersama dua kopernya.


Tap Jempolnya sayang 😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2