
Song Hanyu kembali ke tempat tinggalnya, ia mendapati Aihara yang menyambut kedatangannya dengan tatapan dingin.
“Cinta, aku akan mengantarkanmu kembali ke Indonesia, bersiaplah,” kata Song Hanyu.
“Aku tidak akan kembali. Tempatku di sini,” jawab Aihara dengan nada ketus.
“Suamimu pasti mencarimu, ia pasti sangat khawatir.” Dapat merasakan bagaimana khawatirnya Nico, saudara perempuannya diculik dan istrinya menghilang.
“Jangan mencoba bersilat lidah. Hanyu, ini yang kau inginkan bukan? Jangan munafik.” Aihara menuduh Nico dengan begitu kejam.
"Aku akan mengantarmu, Rebecca baik-baik saja mereka telah menemukan Rebecca. Sekarang kau kembalilah ke Indonesia aku akan mengantarmu."
Aihara menatap Song Hanyu dengan tatapan tajam bagaikan belati yang dapat menikam dada Song Hanyu kapan pun.
“Hanyu kau menginginkanku bukan? Aku menyerahkan diriku kepadamu, jangan munafik." Aihara berhenti sejenak untuk menghela napasnya. "Kau bahagia bukan melihat rumah tanggaku hancur? Tidak masalah bagiku rumah tanggaku hancur asal jangan kau hancurkan keluarga suamiku.”
Song Hanyu menarik napasnya dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan. Bagaimana caranya menjelaskan kepada Aihara yang sangat keras kepala? Gadis itu, ralat wanita itu sungguh keras kepala. Aihara sama sekali tidak ingin mendengarkan penjelasan hanya sedikit pun. Selalu begitu, entah kenapa Song Hanyu selalu salah di mata Aihara.
__ADS_1
Song Hanyu perlahan mendekati Aihara, tetapi kepalanya tiba-tiba terasa berdenyut kembali, pandangannya terasa berputar-putar, pandangan matanya perlahan kabur dan menghitam dan ia roboh menimpa tubuh Aihara.
Aihara tertindih tubuh Song Hanyu, wanita itu berusaha bangkit dan duduk, ia juga menahan tubuh Song Hanyu yang pindah agar tidak tergeletak di lantai.
Aihara merasakan suhu tubuh Song Hanyu sangat tinggi. Ia mengecek menggunakan telapak tangannya, pria itu ternyata sedang mengalami demam tinggi. Perasaan Aihara luluh lantak, ia merasa kasihan kepada Song Hanyu, apa sebenarnya yang sedang terjadi hingga semua menjadi begitu rumit?
Sekuat tenaga Aihara berusaha membenarkan posisi song Hanyu yang tak berdaya. Aihara berteriak memanggil pelayan yang ada di dalam tempat tinggal itu. Di bantu pelayan mereka berdua memapah membawa Song Hanyu merebahkan tubuh pria jangkung itu atas ranjangnya.
Pelayan segera mengambilkan satu baskom air hangat dan handuk kecil, dengan sabar Aihara mengompres kepala Song Hanyu menggunakan handuk basah.
“Aku di sini,” jawab Aihara dengan bibir bergetar.
“Cinta percayalah padaku...,” erang Song Hanyu.
“Istirahatlah, suhu badanmu sangat tinggi.” Aihara mengambil handuk kecil di kepala Song Hanyu untuk membasahinya kembali.
Song Hanyu menangkap telapak tangan Aihara dan membawa telapak tangan itu ke dadanya, meletakkannya di sana. Memeganginya dengan erat seolah ia takut kehilangan benda yang sangat nyaman di pegang.
__ADS_1
Aihara tidak kuasa menolak, melihat keadaan Song Hanyu yang begitu lemah tiba-tiba air mata Aihara tergelincir. Ia merasa selama ini sangat keterlaluan kepada Song Hanyu, ia selalu bertindak semena-mena terhadap Song Hanyu. Memang benar ia tidak memiliki perasaan apa pun kepada Song Hanyu dan ia juga sudah berulang kali menjelaskannya kepada Song Hanyu. Tetapi, Song Hanyu tidak mau mendengarkannya, pria itu terus memaksakan kehendaknya. Dengan kata lain sifat mereka sama. Aihara juga tidak pernah mau mendengarkan penjelasan Song Hanyu, sifat mereka bertabrakan.
Tidak berapa lama Xiao Yan muncul di dalam kamar pribadi Song Hanyu, ia tampak lega mendapati bosnya yang melarikan diri dari rumah sakit sedang di rawat oleh Aihara.
"Hanyu melarikan diri dari rumah sakit," kata Xiao Yan memberitahu Aihara.
Xiao Yan memberitahu semua yang di alami oleh Song Hanyu beberapa hari ini, Aihara hanya tertunduk dengan air mata yang berlinangan. Ia merasa bersalah kepada Song Hanyu.
"Berikan obat ini kepada Hanyu, aku berada di di ruang depan jika ada apa-apa aku panggil saja aku." Xiao Yan letakkan beberapa bungkus obat di atas nakas samping tempat tidur.
Aihara mengangguk, setelah Xiao Yan meninggalkan kamar tersebut Aihara memutar otaknya bagaimana cara memberikan obat kepada song hanyu yang pingsan.
SELAMAT BERISTIRAHAT 🤗
TAP JEMPOL KALIAN ❤️❤️
JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR KALIAN ❤️
__ADS_1