
Song Hanyu pergi meninggalkan Aihara dan masuk ke kamar mandi tanpa mengatakan apa apa dan Aihara mengubur diri dengan selimut, air matanya sedikit mengalir, ia benar benar tidak mengerti mengapa Song Hanyu begitu membuatnya kesal. Ia benar benar muak dengan tingkah laku pria itu, memang betul dahulu ia terlalu menyukai memuja dia mendewakan dia, dan sekarang semuanya lenyap hanya karena...
Karena apa? Tiba tiba Aihara bimbang? Apa salah Aihara? Karena masa lalunya bersama Zhang Shishi ?
Aihara tak ingin lagi berpikir ia mengubur dalam dalam kepalanya dan memejamkan matanya, dan pagi harinya ketika ia bangun ia menemukan satu set pakaian kerja lengkap dengan pakaian dalam di meja samping tempat tidurnya, ia bergegas mandi dan mengenakkan pakaian tersebut. Kemudian bergegas menemui kakek untuk berpamitan pergi bekerja namun ternyata kakek telah pergi ke airport dua jam yang lalu untuk kembali ke Sanghai dan Aihara juga sama sekali tidak melihat Song Hanyu pagi itu.
Di depan lift ia bertemu Xiao Yan namun Aihara dengan muka masam mengacuhkannya,
“nona Aihara sopir menunggumu di lobi untuk mengantarkanmu pergi bekerja”
“aku akan menggunakan taxi, tidak perlu di antarkan”
“tapi Hanyu memerintahkan”
“itu terlalu mencolok, aku tidak mau, dan tolong katakan pada Hanyu aku benci padanya” jawab Aihara ketus dan melangkah memasuki lift yang terbuka.
‘benar benar gadis yang keras kepala’ gerutu Xiao Yan dalam hati
Di perusahaan Aihara menyelesaikan semua pekerjaannya yang tertunda sejak kemarin, ia bahkan naik turun taxi berganti ganti karena client yang ia temui berada di tempat yang berbeda beda. Sungguh repot jika tidak membawa mobilnya sendiri dan ini semua karena Song Hanyu batinnya
Untunglah ia mendapatkan 5 deal dengan customernya hari ini jadi moodnya tidak semakin buruk dan merasa kerja kerasnya tidak sia sia. Ketika ia melangkah memasuki apartemennya ia terkejut karena Song Hanyu sedang duduk dengan anggun di sofa sambil menatap layar laptopnya, dan mood Aihara segera memburuk
“kau benar benar penguntit sejati” kata Aihara kesal
“mulai sekarang aku akan tinggal bersamamu di sini”
Aihara merasa benar benar ingin pergi dari dunia ini mendengar ucapan pria ini.
“silahkan, aku akan pindah” ucap Aihara dingin sambil melewati Song Hanyu dan memasuki kamarnya, ia segera mandi, memakai piyamanya dan pergi ke atas ranjang untuk mengistirahatkan matanya.
Sejak terhitung hari itu meskipun mereka tidur satu ranjang namun tidak ada percakapan yang berarti, Aihara terus mengacuhkan Song Hanyu. Aihara pergi bekerja lebih pagi sarapan di tempat kerja dan pulang jam 10 malam, ia mencari cari alasan bertemu calon customer sore hari dan kemudian makan malam di luar agar ia tak perlu lagi repot repot memikirkan perutnya sebelum tidur, dan masalah Song Hanyu ia tidak ingin ambil pusing, Aihara menganggap Song Hanyu itu udara yang tak terlihat. Aihara benar benar membenci pria yang pernah di idolakan hingga ke ubun ubun, Aihara tidak ingin menikah dengan Song Hanyu! Titik. Pria itu menyebalkan, possesive, dan terlalu tinggi untuk Aihara.
Hingga tibalah hari minggu Aihara tidak memiliki alasan untuk pergi dari apartemennya hari itu, jadi ia terpaksa tinggal di apartemennya.
Secara alami pagi pagi Aihara harus membuat sarapan, ia juga tidak mungkin membuat sarapan hanya satu porsi, dan mereka sarapan dengan canggung. Makan siang dengan canggung dan makan malam yang membosankan.
__ADS_1
Setelah menggosok gigi Aihara segera merebahkan tubuhnya untuk beristirahat, karena seharian hanya tinggal di kamar dan menonton drama China dan tidak merasakan lelah Aihara agak kesulitan untuk memejamkan mata.
“tidurlah” suara Song Hanyu terdengar dekat di telinganya, pria itu juga melingkarkan lengannya di pinggang Aihara dengan posesive.
Aihara hanya diam seperti biasa ia memunggungi calon suaminya, namun dengan sabar Song Hanyu tetap memeluknya dari belakang hingga pagi tiba.
Pagi hari ketika Aihara sedang berada di kamar mandi ponselnya berdering, Song Hanyu melihat nama pemanggil dan segera menjawabnya
“hallo” sapa Song Hanyu dingin “Aihara sedang mandi, dan tolong jaga kesopanan anda, jangan menelefon gadis yang telah menjadi tunangan pria lain” lanjutnya dan mematikan panggilan dari Nico.
Song weilong berniat menghapus log panggilan di ponsel Aihara namun ternyata ponsel itu di kunci dengan kode akses. Dan Song Hanyu tidak bisa menebaknya karena itu bukan tanggal lahir Aihara.
Song Hanyu meletakkan ponsel itu dan berpura pura tidur kembali.
Sedangkan Aihara ia bergegas pergi untuk bekerja, di perjalanan menuju tempatnya bekerja Aihara membuka ponselnya sambil menunggu lampu tanda rambu rambu lalu lintas berubah menjadi hijau.
Ia melihat log panggilan masuk, rupanya pagi ini Nico memanggilnya.
Sesampainya di tempat kerja sambil mengunyah sarapannya di kantin Aihara memanggil Nico
“jadi kalian tinggal bersama?” tanya Nico dengan nada pahit
“panjang Nic ceritanya” jawab Aihara muram
“kalian sudah bertunangan? Kapan nikah?”
Tiba tiba Aihara terisak
“Rara kamu kenapa?” Suara Nico terdengar panik
“Nic, aku juga tidak tau kalau dia sudah melamar aku langsung pada orang tuaku di solo, aku tidak ingin menikah dengannya tapi Hanyu mengancam akan membuat perusahaanmu bangkrut kalau aku tidak menjauhi kamu”
“jadi itu yang bikin kamu menghindariku?”
“iya aku tidak bisa membahayakan kamu Nic”
__ADS_1
“kamu di mana?”
“di kantin perusahaan”
“tunggu aku di area parkir perusahaan kamu, 10 menit lagi aku di sana”
“tapi Nic”
“tidak ada tapi, tenang saja semua pasti akan baik baik saja”
Aihara mencoba menenangkan perasaannya sendiri, 10 menit kemudian ia berjalan menuju area parkir perusahaannya dan matanya mencari keberadaan Nico.
Sebuah BMW berwana hitam mengedipkan lampunya dan Aihara segera menghampirinya, pria tampan bermanik mata abu abu itu membuka kaca mobilnya
“masuk Ra” kata Nico
Aihara dengan patuh masuk ke mobil tersebut dan duduk di kursi samping kemudi dan Nico menginjak pedal gasnya, melajukan mobilnya melewati tol. Mereka terdiam tidak satu pun membuka mulutnya hingga mereka telah berada di jalur luar kota.
“Nic, kita sudah jauh dari kota”
Suasana begitu hening, Nico meminggirkan mobilnya di depan bangunan kosong yang halamannya tampak luas, dan mereka masih saling bungkam.
“Ra..." Nico membuka percakapan "sebenarnya aku sudah lama jatuh cinta padamu, mungkin sejak 4 tahun mengenal kamu” kata Nico sambil meletakkan kepalanya pada setiran mobilnya, terlihat begitu frustasi.
Aihara hanya diam sambil mempermainkan jari jemarinya, sebenarnya ia juga tau sejak lama Nico menaruh hati padanya tapi Nico menyimpannya sendiri.
“tapi sekarang sudah terlambat, kamu akan nikah dengan orang lain”
“maaf” kata Aihara pelan, air matanya telah turun membanjiri pipinya “2 minggu lagi aku akan menikah, dengan orang yang tidak aku cintai, entah harus bagaimana”
“maaf aku terlambat Rara”
Hening.... cukup lama keheningan itu menyeruak.
“Nic bawa aku pergi”
__ADS_1
TAP JEMPOL KALIAN 👍😄