
Nico mencium bibir Aihara dan melumatnya dengan brutal tangan Nico mulai menyusup ke dalam pakaian yang di kenalan Aihara *** gundukan kenyal di dada Aihara, Aihara mulai menggeliat dan mengerang namun ia segera sadar dan melepas ciuman mereka.
“Nic, bisakah kita melakukan setelah menikah?”
“baiklah...”
Nico membawa kekasihnya ke dalam kamar, mengambil ponselnya dan mengetikkan nama lengkapnya di pencarian internet lalu memberikan ponsel itu pada Aihara, Aihara membelalakkan matanya.
Nico adalah putra dari Haddad Caden seorang pengusaha di bidang pengeboran minyak bumi di Dubai, pertambangan batu bara di pulau Kalimantan dan memiliki beberapa kapal pesiar. Ibu mereka berkebangsaan Amerika, mereka lima bersaudara dan Nico adalah anak bungsu. Nico tinggal di Indonesia untuk mengurus pertambangan di Kalimantan, sedangkan Rebecca ia sebenarnya tinggal di singapura mengurus kapal kapal pesiar mereka. Dan kapal pesiar yang Aihara tempati selama ini adalah milik mereka, Aihara benar benar tidak tau.
Mereka sangat kaya namun gaya hidup mereka terbilang biasa saja, pantas saja Aihara tidak menaruh curiga sedikit pun. Dan Aihara yakin Song Hanyu juga tidak tau tentang hal itu hingga ia berani menyepelekan Nico.
“jika kau menikah denganku seluruh dunia akan tau, siap tidak siap kau akan menjadi Aihara Aramora Caden”
Tiba tiba Aihara terdiam
“apa kita bisa merahasiakannya?” tanya Aihara, ia tidak siap menjadi istri seorang Milyarder!!!
“tidak, aku tidak ingin bermain rahasia, semua orang harus tau kau milikku dan aku milikmu, kau telah berkata iya tidak ada jalan untuk kembali”
“kalau begitu bisakah setelah kita mengumumkan nanti setelah semua urusan selesai?”
“baiklah, apa orang tuamu tau di mana keberadaanmu?”
“mereka tau aku di sini karena kakakmu sangat baik, ia memberi tahu orang tuaku keberadaanku aku juga selalu berkomunikasi dengan cahaya kakakku”
“bagus, besok mereka akan tiba di sini, orang orangku akan membawa keluargamu”
Flash back on
Hari di mana Nico menyatakan cintanya pada Aihara, setelah makan di kantin perusahaan Aihara memasuki mobilnya dan memanggil Rebecca
“Ree aku ingin minta tolong padamu” kata Aihara sambil terisak
“katakan Rara ada apa? Kenapa kau menangis?”
“Nico baru saja menyatakan cinta padaku”
“lalu kenapa kau menangis Rara?”
“aku ingin bersamanya tapi dia menolakku”
__ADS_1
“maksudmu?” Rebecca jelas tidak paham.
“dua minggu lagi aku akan menikah dengan Song Hanyu, tapi demi Tuhan Ree aku tidak menginginkan pernikahan itu aku tidak mencintai Song Hanyu sedikit pun, aku tidak bisa menikah dengannya”
“terus?”
Rebecca perlu mendengar semua secara jelas
“Hanyu yang sejak awal mengklaim aku kekasihnya dan akan menikah meskipun aku tidak pernah setuju” Aihara menjelaskan hubungannya dengan Song Hanyu “dan hari ini Nico menyatakan cinta padaku, aku memintanya untuk membawaku pergi tapi ia menolakku” lanjutnya
“apa alasannya?”
“dia berkata tidak ingin menjadi bajingan yang mencuri pengantin orang lain”
“apa kau memiliki perasaan pada Nico?”
“ya, sejak kita pergi ke puncak aku merasa jatuh hati padanya” Aihara mengatakan yang sesungguhnya pada Rebecca
“kau serius? Bukan emosi semata bukan?”
“aku serius, aku yakin pada perasaanku dan tau Nico menyukaiku sejak lama, tapi ia terlalu berhati hati”
“terima kasih Ree”
Akhirnya Aihara bisa bernafas lega.
Satu minggu setelah hilangnya Aihara, malam itu Rebecca duduk di samping Nico yang duduk di kursi mini bar, Nico memutar gelas wine di tangannya
“sebelum Rara pergi ia bercerita sedikit, ia memintamu untuk membawanya pergi, kenapa tidak kau lakukan?” tanya Rebecca
“aku takut ia hanya ingin lepas dari Hanyu, dan berlari padaku untuk pelampiasan” kata Nico
“dan sekarang ia menghilang, tidak bersamamu tidak juga bersama Hanyu, kau menyesal bukan?”
“ya aku terlalu bodoh”
“jika kau bertemu lagi, apa yang ingin kau lakukan?”
“entahlah”
“jika ia mengatakan ia juga mencintaimu apa kau percaya?”
__ADS_1
“itu mustahil” guman Nico terdengar putus asa
“kenapa?”
“sejak dulu aku selalu merasa takut ia menolakku”
“kau benar benar pecundang Nico” kata Rebecca sinis
Flash back off
Besok paginya kedua orang tua Aihara dan cahaya kakaknya benar benar berada di kapal pesiar itu.
Sebenarnya saat Aihara hendak melarikan diri dari Song Hanyu ia telah menghubungi cahaya kakaknya dan telah memberi tahu niatnya, hanya saja Aihara tidak memberitahukan pada kakaknya di mana lokasi tepatnya, Aihara melakukan itu agar keluarganya tidak terlalu menghawatirkan dirinya, meski orang tuanya harus kecewa dan malu karena putrinya tidak jadi menikah tapi mereka tidak marah pada Aihara, mereka menganggap itu hal yang wajar terjadi.
Aihara dan Nico menikah hari itu juga, Nico tidak bisa lagi melepaskan gadisnya. Ia ingin Aihara segera menjadi miliknya.
Persiapan di lakukan dengan cepat dengan satu jentikan jari seperti sihir, dengan uang apa pun bisa menjadi mungkin, bahkan upacara pernikahan di atas kapal pesiar dengan back ground matahari berwarna kuning yang mulai terbenam dengan altar pernikahan berhiaskan bunga bunga putih jauh dari impian aira, segalanya mendadak menjadi indah.
”*I Nicholas Caden , take you Aihara Aramora Zaitsev, to be my wedded wife. To have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness or in health, to love and to cherish 'till death do us part. And hereto I pledge you my faithfulness."
Dan di balas "I Aihara Aramora Zaitsev take you Nicholas Caden,, to be my wedded husband. To have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness or in health, to love and to cherish 'till death do us part. And hereto I pledge you my faithfulness*."
Mereka bertukar cincin dan saling berciuman sebagai pasangan yang sah di depan pendeta dan keluarga Aihara, hanya Rebecca dan Leo pihak keluarga Nico karena orang tua Nico sibuk dan entah berada di bumi bagian mana, namun yang jelas mereka tidak memasalahkan siapa yang menjadi pasangan hidup anak anak mereka apalagi mereka telah mengenal Aihara dari cerita Rebecca sejak gadis itu tinggal di kapal pesiar milik mereka.
“selamat Nico kau harus menjaga Rara seumur hidupmu” kata Rebecca
“Rebecca terima kasih, aku berhutang budi padamu” kata Aihara
“jangan berkata seperti itu”
“Rebecca terima kasih sepertinya aku harus membelikanmu hadiah” kata Nico
“belikan saja satu pulau di maldives” kekeh Rebecca
“baiklah daddy yang akan membelikannya” gurau Nico
Malam itu Nico memeluk Aihara dengan penuh kebahagiaan ia masih merasa semuanya bagai mimpi, gadis yang ia cintai diam diam selama empat tahun menjadi pengantinnya.
“Rara aku mencintaimu”
TAP JEMPOL KALIAN 👍😁
__ADS_1