
“Nic bawa aku pergi”
Nico sesaat tersiam, memandang wajah gadis di depannya.
“Rara aku ingin membawamu pergi tapi aku enggan menjadi bajingan yang pencuri pengantin pria lain” kata Nico lirih
Aihara menggigit bibir bawahnya, perih menjalari hatinya.
“baiklah, Nic ayo kembali aku harus kerja” pinta Aihara sambil menyeka air matanya “kita tidak bisa berlama lama, aku takut anak buah Hanyu melihat kita bertemu”
“memangnya kenapa jika mereka melihatku?”
tanya Nico dengan nada sinis.
“Hanyu mengancamku ia akan membangkrutkan perusahaanmu, terlebih aku takut kalau dia mencelakai kamu” kata Aihara lirih
“omong kosong, kamu tidak perlu takut, bahkan jika benua Asia ini di jual uangku masih bisa untuk membeli keseluruhan benua ini” kata Nico sambil tertawa hambar
Ia menghidupkan mesin mobilnya, dan melajukannya menuju tempat Aihara bekerja.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam tenggelam dalam pikiran masing masing.
Sesampainya di perusahaan sudah menunjukkan pukul 2 siang Aihara benar benar memakan gaji buta hari ini, ia tidak bergerak mencari customer maupun mem follow up calon customer, ia memilih pergi ke kantin perusahaan untuk makan dengan santai.
Karena bosan Aihara memutuskan pulang lebih awal, ia juga membeli bahan bahan masakan sebelum sampai di apartemennya.
Aihara memasak dengan riang di dapurnya, hari ini moodnya membaik ia memasak sambil bersenandung kecil.
Tiba tibaa Song Hanyu melingkarkan tangannya di pinggang Aihara dan menciumi gadis itu.
Kali ini Aihara tidak berontak ia menanggapi dengan santai.
“Hanyu kapan kau kembali ke Shanghai?”
“kau begitu ingin bebas rupanya?”
“tentu saja 2 minggu lagi aku akan terikat, aku harus menikmati kebebasanku”
“termasuk pergi lagi dengan Nico?”
“kau tau?”
__ADS_1
“tentu saja aku tau”
“syukurlah kau mengerti, tapi aku hanya berteman dengannya”
“tidak ada pertemanan murni antara pria dan wanita, dan aku akan kembali ke Shanghai setelah kau ku nikahi”
“aku tidak ingin tinggal di Shanghai bisakah aku tetap di sini?”
“tidak, kau istriku kau harus ikut bersamaku”
“Hanyu kau menyebalkan”
“tema pernikahan apa yang kau inginkan?”
“baiklah, aku akan menikah denganmu tapi aku ingin tidak satu pun media mengetahui pernikahan ini” Aihara mencoba bernegosiasi
“kau merencanakan sesuatu?”
“apa kau pikir aku bisa lari sementara kau selalu mengawasiku?" tanya Aihara
Song Hanyu tampak berpikir
"aku tidak ingin ada orang lain tau, cukup keluarga kita yang tau, aku tidak suka hidupku di kejar wartawan gosip, Hanyu itu melelahkan” kata Aihara manja sambil berbalik dan memeluk calon suaminya,
“aku menyukai hidup sederhana, hanyu kau terima syaratku atau tidak sama sekali?”
“baiklah”
“dan kau tidak boleh menyentuhku sebelum kita resmi menikah, ingat itu Hanyu”
“baiklah tuan putri” kata Song Hanyu sambil mengecupi rambut calon istrinya
Dua minggu Aihara mencoba bersikap manis, mereka melakukan tugas di rumah dengan saling membantu seperti pasangan harmonis. Tinggal 2 hari lagi mereka akan menikah di Solo, dan hari ini Song Hanyu sedang pergi ke kedutaan China untuk mengurus beberapa dokumen.
"Hanyu jangan terlambat pulang, aku ingin makan siang bersamamu" kata Aihara manja ketika Song Hanyu hendak keluar.
"baiklah" kata Song Hanyu senang
"aku akan berkemas untuk perjalanan kita besok" kata Aihara karena besok mereka akan pergi ke Solo.
Song Hanyu kembali ke apartemen Aihara dan mendapati calon istrinya tidak ada, ia mengecek barang varang Aihara, semuanya tampak buasa, hanya tasnya yang tidak ada. Ia mencoba menghubungi Aihara namun nomer ponselnya tidak aktif, Song Hanyu juga menghubungi cahaya dan calon mertuanya, mereka juga terkejut. Bahkan mereka tidak menyangka Aihara kabur menjelang hari pernikahannya padahal ia sudah tidak menolak pernikahan itu.
__ADS_1
Ternyata itu yang di maksud Aihara ia tidak ingin pernikahannya tercium media, Song Hanyu benar benar tidak menyangka gadis kecil itu begitu licik, bertingkah jinak selama hampir 2 minggu.
Song Hanyu segera mendatangi apartemen di mana Nico tinggal, nico terkejut melihat siapa yang datang.
“di mana kau sembunyikan tunanganku?!” tanya Song Hanyu tanpa basa basi begitu Aihara membuka pintu.
Nico terkejut melihat siapa yang datang dan dengan pertanyaan yang lebih mengejutkannya lagi
“maksudmu?”
“kau jangan berpura pura!!!”
“aku benar benar tidak tau” Nico kini merasa mulai panik “kau apa yang kau lakukan padanya hingga ia memilih pergi darimu? Nada suara Nico meninggi, kini Nico jauh lebih emosi
“kau bajingan!!!! Di mana tunanganku?!”
“kau yang bajingan!!!! Kau membuatnya kabur!!!
Nico mencengkeram leher pakaian yang di kenakan Song Hanyu
“hentikan!!!!” itu suara Rebecca “kalian seperti anak kecil”
Rebecca memandang kedua pria itu bergantian.
“Rara pernah bicara padaku bahwa ia tidak mencintaimu, seharusnya kau menghargainya bukan memaksakan kehendakmu, sekarang semua menjadi kacau di saat pernikahan kalian tinggal beberapa hari lagi” Rebecca berbicara fakta.
Song Hanyu menatap marah pada Rebecca tapi ia juga sadar cintanya telah berulang kali mengucapkan kata kata itu padanya dan ia memaksa Aihara untuk tinggal bersamanya.
Nico melepaskan cengkeraman tangannya, Dengan frustasi Song Hanyu meninggalkan tempat itu.
Ia mengerahkan seluruh orang kepercayaannya untuk mencari gadis yang ia panggil cinta itu.
Sehari kemudian Rebecca mengatakan harus pergi ke batam selama 1 minggu.
Dan Nico ia hanya merokok dan minum sepanjang hari, ia menyesal tidak membawa Aihara pergi. Kini gadis yang ia cintai dalam diam selama 4 tahun benar benar pergi entah ke mana.
“Nic bawa aku pergi”
“Rara aku ingin membawamu pergi tapi aku enggan menjadi bajingan yang pencuri pengantin pria lain”
Nico terngiang kata kata Aihara.
__ADS_1
Ia membanting gelas wiskinya hingga pecah berkeping keping lalu ia pergi meninggalkan club.
TAP JEMPOLNYA PLISH 😆😆