
“Rara aku mencintaimu.”
“Nico aku juga mencintaimu, terima kasih kau bersabar menungguku dan menjagaku empat tahun”
jawab Aihara tulus
“terima kasih juga kau berjuang untukku, minggu depan kita urus semua berkas berkas pernikahan kita mendaftarkan agar di akui negara.”
Aihara mengangguk.
Nico mulai mengecup kening Aihara, berpindah ke mata pipi kemudian ******* bibir istrinya, tangan Nico mulai meraba dada istrinya dada yang telah lama ia dambakan, Nico mulai menanggalkan gaun pengantin Aihara dan mencumbui gundukan kenyal di dada gadis itu, dan mulai bermain main membenamksn wajahnya di sana.
Jari jemari Nico turun ke bawah menuju kedua paha gadis itu membelai lembut sesuatu yang mulai basah dan berniat memasukkan satu jarinya, Nico mengurungkannya.
“Rara apa kau masih virgin?”
“Kenapa?” tanya Aihara dengan pipi merona merah.
“Aku akan berhati hati jika kau masih virgin.”
“Berhati hatilah,” kata Aihara.
Nico melanjutkan permainannya, ia dengan hati-hati menenggelamkan wajahnya di antara dua paha gadis yang akan ia ubah menjadi wanita miliknya.
Dengan hati hati ia menekuk kaki Aihara dan mulai menyatukan tubuh mereka berdua dengan susah payah.
“Katakan jika sakit sayang” Nico mendorong dengan pelan.
“Nic aku takut,” gumam Aihara tubuhnya menegang.
“Aku akan menyakitimu sebentar,” geram Nico.
“Sa--sakit...” Aihara terpekik dan menggigit pundak Nico.
__ADS_1
Nico berhenti nafasnya terengah engah dan membiarkan istrinya menggigitnya. Setelah istrinya tenang ia menatap wajah Aihara yang kesakitan dan ada air mata mengalir melalui pelipisnya.
“Sayang maafkan aku” Nico mencium bibir istrinya untuk menenangkannya.
Nico akhirnya berhasil menjebol dinding milik istrinya, ia memutar pinggulnya berirama, Aihara mulai menikmati permainan Nico hingga mereka meledak bersama dan Nico terkulai lemas di atas tubuh Aihara. Dengan pelan Nico melepaskan tautan mereka dan Nico tersenyum puas melihat banyak bercak darah di seprei putih
“Istriku sayang, terima kasih aku semakin mencintaimu,” kata Nico yang masih dengan posisi merangkak di atas tubuh Aihara
Aihara malu malu menutup wajahnya
“jangan malu, aku suamimu sekarang”
“aku mengecewakanmu, aku tidak ahli bermain seperti itu”
“i’ll teach you babe” kata Nico sambil dengan lembut menyingkirkan beberapa rambut nakal yang menutupi wajah cantik Aihara
“Nic, kau banyak memiliki mantan pacar bukan?”
“ya dulu, ketika belum bertemu denganmu, tapi selama kita kenal hampir setiap hari aku pulang kerja aku pergi ke tempat gym dan yoga bersamamu, demi mendekatimu aku rela ikut kelas yoga, sungguh bodoh”
“itu karena gadis tang ku incar seperti memiliki kesibukan sendiri dengan pikirannya”
“ya aku hanya memikirkan idolaku dulu”
“sekarang kau tidak boleh memikirkan pria lain, idola barumu sekarang ada di depanmu”
“idola baru” kekeh Aihara
“aku suamimu, panggil aku hubby”
Aihara hanya tertawa mendengar permintaan Nico, setelah membersihkan tubuh mereka kembali naik ke atas rsnjang, Nico mengecup kening istrinya, membawanya dalam dekapannya, kembali bercumbu dan membangkitkan gairah mereka lagi.
Nico mengambil telapak tangan Aihara dan membawanya ke pangkal pahanya, Aihara menurut dan mulai membelai benda keras tersebut.
“Nic besar banget”
__ADS_1
“masa baru sadar”
“Nic aku jadi takut”
“tadi gak takut”
Aihara tersipu, ia memandangi benda besar yang ia genggam
“mau coba?”
Aihara mengangguk, Nico berdiri di pinggir ranjang dan Aihara berjongkok di depannya
“bayangin makan eskrim sayang”
Aihara menurut dan membayangkannya melakukan seperti ia menjilat eskrim lalu melahapnya
Menggerak gerakan kapalannya maju mundur dan menghisapnya
Nico mengeram, “sayang jangan kena gigi.”
Akhirnya pelajaran blow job pertama Aihara berakhir dan Nico menindih Aihara namun baru saja Nico hendak menyatukan tubuh mereka, Aihara sudah menggigit kembali pundaknya.
“sayang sakit...” mendengar Aihara memanggilnya sayang Nico bukan berbelas kasih ia justru semakin bersemangat dan mengentakkan pinggulnya dengan satu sentakan.
“sayang stop aku gak kuat perih....” Nico tidak peduli, api gairah dalam dirinya yang telah berkobar tidak mungkin di padamkan begitu saja, penuh semangat ia terus menggerakkan pinggulnya, mengaduk aduknya, Aihara mulai menikmatinya dan akhirnya mereka meledak bersama lagi hingga mereka tertidur karena kelelahan, sebenarnya Nico ingin menambah lagi namun ketika ia melihat keadaan tubuh istrinya yang tampak tak berdaya lagi Nico tidak tega dan memilih tidur sambil memeluk pengantinnya.
Nico bukanlah pria polos, ia beberapa kali memiliki pacar ia juga beberapa kali berganti teman kencan sejak ia mengenal Aihara, namun tidak ada yang lebih nikmat di banding bercinta dengan Aihara, milik Aihara yang masih tersegel rapat, belum terjamah, sempit dan hangat membuatnya ingin memakan istrinya lagi dan lagi, meskipun permainan Aihara kaku Nico dengan senang hati menjadi guru pembimbing istrinya dengan baik.
TAMAT 🙂
TAMATIN SEKARANG APA MAU TAU GIMANA HANYU?
WKWKWK 😁
TAP JEMPOLNYA 😙😙😙
__ADS_1