
Kedua mata saling bertemu, Song Hanyu menatap Aihara dengan tatapan penuh kerinduan yang dalam, 10 bulan Song Hanyu menunggu gadis ini. Hari ini tanpa hujan maupun angin, gadis pujaannya datang dan berdiri tepat di depannya. Tanpa paksaan, entah apa yang membawa Aihara menemui Song Hanyu.
Berbeda dengan tatapan Song Hanyu yang penuh kerinduan, tatapan yang terpancar di mata Aihara justru berbeda, tatapan itu seperti terbalut kabut amarah dan kebencian yang dalam, matanya cekung dan wajahnya penuh dengan keputus asaan, sisa sisa air mata yang telah mengering membuat wajah Aihara sedikit suram.
“Kembalikan Rebecca” kata Aihara membuka pembicaraan di antara keduanya dengan nada sinis
“Rebecca?” Song Hanyu bertanya, ia benar benar tidak mengerti apa apa
“Jangan bertingkah seolah kau tidak tahu apa apa!” desis Aihara penuh tekanan emosi, ia mengangkat dagunya sambil menyipitkan matanya, kilatan amarah di matanya sama sekali tidak di sembunyikan olehnya.
“Duduklah Cinta, ceritakan perlahan apa yang terjadi oke?” bujuk Song Hanyu, ia berusaha majunsatu langkah namun Aihara memelototkan matanya sambil mundur satu langkah, tampak tidak sudi di dekati oleh Song Hanyu.
“Aku tidak perlu kebaikanmu, kau.....! Jangan berpura pura lagi!” kata Aihara dengan nada tinggi
“Berpura pura bagaimana?” Song Hanyu semakin tidak mengerti
“Lepaskan kakak iparku, aku di sini untuk menggantikannya, jangan membawa kakak iparku dalam masalah kita berdua”
“apa maksudmu? Aku masih tidak mengerti”
“Kau memang **** Hanyu! Kau pria terlicik yang pernah aku temui di muka bumi ini!” setengah berteriak Aihara mengatakan semua yang menumpuk di otaknya
"Bisakah kau menjelaskan padaku tanpa emosi? ayo bicara baik baik" bujuk Song hanyu penuh dengan kesabaran.
"Dasar baji***n, kau memang aktor terbaik, actingmu luar biasa" sinis Aihara
Song Hanyu memijit kepalanya yang terasa berdenyut, kali ini bukan hanya karena efek kurang tidur tapi juga efek suara Aihara yang bernada tinggi dan terus memojokkan dirinya, gadis itu sama sekali tidak berubah. Dia tetap keras kepala dan emosinya meledak ledak.
”Xiao Yan ambilkan aku air putih dan aspirin” titah Song Hanyu
__ADS_1
Xiao Yan melaksanakan perintah bossnya, tidak lama kemudian Song Hanyu telah menelan satu biji aspirin.
Masih memandangi wajah Song Hanyu dengan tatapan penuh amarah
“Sekarang aku sendiri yang datang padamu, lakukan apa yang ingin kau lakukan!” kata Aihara, nadanya sedikit melemah “Kumohon lepaskan Rebecca” pintanya
“Xiao Yan antarkan dia ke kamar tamu, suruh dia istirahat, aku akan selidiki apa yang terjadi” kata Song Hanyu dengan nada datar.
Tanpa menoleh pada Aihara Song Hanyu bangkit menuju kamarnya.
Dua hari yang lalu Rebecca menghilang saat menghadiri pesta di Hongkong bersama Nico, Leo dan Aihara. Tidak lama kemudian seseorang menelefon Aihara, mengatakan jika ingin Rebecca di bebaskan, Aihara harus menyerahkan dirinya pada Song Hanyu tanpa memberi tahu Nico.
Tanpa pikir panjang Aihara mencari penerbangan ke Shanghai dan menemui Song Hanyu, bahkan tanpa sepengetahuan Nico suaminya.Dan sekarang di sinilah dirinya, menyerahkan dirinya pada pria yang dulu ia mati matian ia idolakan kemudian berubah menjadi satu satunya pria yang ia benci hingga ke ubun ubun, bahkan tidak menyisakan sedikit pun rasa suka pada Song Hanyu.
Dengan air mata yang terus saja membanjiri pipinya Aihara mencoba menata hatinya, mengingat Nico suaminya saat ini pasti sedang mencarinya, ia kakak kandungnya menghilang dan istrinya juga meninggalkannya, seperti apa Nico sekarang? Setiap kali mengingat hal itu dadanya terasa sesak, ia semakin membenci Song Hanyu, rasanya ia ingin membunuh pria itu dengan tangannya sendiri.
Berulang kali Aihara menggenggam ponselnya yang telah ia matikan sejak ia memutuskan melangkahkan kakinya mencari Song Hanyu, ia sangat merindukan Nico, namun ia merasa kehadirannya hanya memberikan malapetaka di kehidupan orang lain yang sama sekali tidak seharusnya terlibat, Aihara merasa ia tak seharusnya berada di sisi Nico.
“Nona, tuan muda memintaku untuk menyiapkan makan siangmu, tunggu sebentar lagi, kau duduklah dulu” kata wanita yang mungkni berusia 50 tahu itu dengan ramah
“Bibi, apa kau tahu di mana Hanyu?” tanya Aihara mencoba menggali informasi pada pelayan itu.
"Suamimu sedang keluar , ia mengatakan akan kembali secepatnya” jawab pelayan itu dengan ramah
“Bibi dia bukan suamiku”
“Jadi kalian belum menikah?”
“Itu tidak akan terjadi, aku memiliki suami” jawab Aihara sambil duduk di kursi
__ADS_1
“Aku kira kalian pasangan suami istri, maaf aku tidak tahu, aku baru beberapa hari bekerja di sini menggantikan sementara pelayan yang sebelumnya karena ia harus merawat suaminya yang sedang sakit” kata wanita itu berusaha memperkenalkan dirinya.
Aihara hanya tersenyum, beberapa menit kemudian beberapa hidangan telah tersaji di depannya.
“Tuan muda memintaku untuk membuatkanmu sup, ia mengatakan kau telah menempuh perjalanan jauh, jadi kau harus mengisi perutmu dengan sup agar pencernaanmu tidak terganggu” kata pelayan itu sambil menyerahkan semangkuk sup.
“Terima kasih” kata Aihara
Sementara di Hongkong, Nico dan Leo duduk agak berjauhan, keduanya saling bungkam tenggelam dalam pikiran mereka gadis mereka masing masing yang menghilang.
“Lambat sekali!” gerutu Nico, berulang kali ia mengecek ponsel di tangannya, ia telah lebih dari 30 kali memanggil detektif dan orang orang yang ia kerahkan untuk mencari istri dan kakaknya.
Tiba tiba sebuah pesan masuk, setelah membaca pesan tersebut wajah Nico semakin suram, dadanya naik turun emosinya hampir tak terkontrol.
Istrinya pergi ke Shanghai menemui Song Hanyu!
Betapa bodohnya gadis itu! Apa yang di pikirkan oleh gadis itu?
“Baji**an!!!!” Nico menendang meja di hadapannya hingga meja itu terpental dan mengenai kaca jendela hotel hingga pecah berkeping keping.
Leo tidak berekasi melihat yang Noco lakukan, sekarang posisi mereka sama, sama sama kehilangan wanita yang di cintai, pikiran Leo juga takmkalah kalut dengan apamyang di rasakan Nico.
“Hanyu kau harus membayar ini semua!” teriak Nico
“Nic ada apa?” tanya Leo yang terkejut dengan apa yang di katakan Nico, "Hanyu? apa hubungannya?"
“Song Hanyu dalang semua ini, ia menculik Rebecca dan menginginkan Aihara sebagai gantinya” jawab Nico dengan kilatan api amarah yang mungkin bisa membakar seluruh kota.
"Baji**an itu bermain seperti banci” Desis Leo tak kalah emosi, Leo mengambil ponselnya “Siapkan pesawat, kami akan pergi ke Shanghai, dan periksa saham perusahaan kecil Song Production, laporkan secepatnya padaku” kata Leo, entah ia memanggil siapa, namun yang pasti orang tua Leo memiliki perusahaan pialang terbesar di dunia.
__ADS_1
TAP JEMPOLNYA 😉😉😉😉