
Paginya ia bangun sebelum jam 6 pagi, untuk pertama kali dalam hidupnya Aihara merasakan kesepian saat ia bangun tidur, 3 minggu bersama Song Hanyu mereka terbiasa melakukan aktifitas bersama dari bangun tidur hingga tertidur kembali. Dengan berat hati Aihara membawa tubuhnya mandi kemudian memanggang roti dan menghangatkan susu untuk sarapan, biasanya ia dan Song Hanyu berbagi tugas untuk melakukan hal itu secara alami.
“kok aku jadi mikirin dia terus sih?!” gumannya sendiri sambil menelan sarapannya kemudian mengangkut oleh oleh untuk teman temannya dan melesat pergi menuju tempatnya bekerja.
Sesampainya di tempatnya bekerja teman temannya menyambutnya dengan riang dan mulai menghujaninya dengan pertanyaan pertanyaan seputar hubungannya dengan Song Hanyu
“pantesan ke Shanghai terus kalo liburan, terus pergi sendiri mulu ternyata pacarnya di sana” goda Karina teman satu timnya
Aihara hanya menyeringai dan tersipu malu
“kalian serius mau nikah?” tanya Linda
“gimana nanti aja deh di lihat kalau emang jodoh” jawab Aihara sebisanya.
‘astaga pertanyaan kalian hampir membunuhku, kalian gak tau sesungguhnya hubungan kami gimana’ batin Aihara
perih
“pantesan kamu nolak cowok terus di sini ternyata kamu standarnya tinggi banget” goda Maya
“gak juga may, gimana yaaah... pokoknya susah deh menjelaskannya” kata Aihara, gak mungkin kan ia mengatakan cerita yang sesungguhnya? Memalukan!!!! Batinnya lagi.
Hari pertamanya Aihara kembali bekerja akhirnya berakhir dengan penuh tekanan, Aihara benar benar frustasi menghadapi pertanyaan pertanyaan dari teman temannya.
Sudah 1 minggu Aihara kembali ke rutinitas seperti biasanya, ia menjalani hari harinya dan mengejar target penjualan dengan kurang semangat, apa ia harus mencari idola baru mungkin? Pikirnya sesaat, Lin yi juga cukup layak untuk di idolakan, tapi rasanya lucu jika mengidolakan dengan terpaksa hanya untuk menambah motifasi.
'Apa harus mengejar artis hollywood???
Aaahhh konyol!!! 'Batinnya.
Dan Song Hanyu juga tidak ada menghubunginya hingga saat ini, Aihara benar benar merasa di buang. Benar kata cahaya kakaknya pasti sekarang Song Hanyu ilfiil padanya karena kelakuannya saat marah tidak bisa mengontrol emosinya,
__ADS_1
“hhuuuuuffffttttt...” keluhnya sambil meletakkan kepalanya di meja
“Rara...” suara lembut itu mengejutkan Aihara, ia mengangkat kepalanya dan mendapati ibu Anita berdiri di depan mejanya “pagi pagi udah gak semangat gitu ra, ikut ke ruangan ibu sekarang” lanjutnya
“Iya bu.....” ia mengikuti ibu Anita dengan langkah yang di buat tidak lesu
“tutup pintunya” perintah Anita
“santai aja gak usah tegang ibu bukan mau marahin kamu” kata Anita sambil mendudukkan pantatnya di kursi kerjanya
Ahaira hanya diam namun ia merelakskan nafasnya.
“sejak kamu kembali dari Shanghai kayanya ada beban besar banget di pikiran kamu, kamu gak pernah terlihat santai lagi, kamu kaya lagi mikirin sesuatu yang benar benar rumit” Anita berhenti sejenak dari kata katanya, memandang wajah Aihara dengan intens “kalau gak keberatan mau cerita sama ibu?” tanyanya
Aihara merebahkan kepalanya lagi di meja beberapa detik, ia menghembuskan nafasnya beberapa kali lalu mengangkat kepalanya. Lalu mulai bercerita sedikit bahwa ia bertengkar dengan Song Hanyu dan ia menemukan album foto Song Hanyu dengan tunangannya yang bagaikan cermin dirinya namun telah meninggal.
“hanya itu?” tanya ibu Anita
“astaga ibu kira ada apa?” jawab ibu Anita “santai aja kalau jodoh pasti gak akan kemana, kalau belum jodoh kamu juga masih muda, masih banyak punya kesempatan bertemu pria lain di luar sana, kalau dia gak nyariin kamu berarti Song Hanyu kamu itu memang gak serius sama kamu” kata ibu Anita “dan misalnya nanti nanti dia nemuin kamu lagi rara, kamu harus kasih dia waktu buat menjelaskan, dari ceritamu itu kamu marah marah teriak teriak, jelas sekarang dia takut menghubungi kamu, takut kamu masih terbakar emosi, mungkin dia sedang kasih kamu waktu, tapi jangan terlalu berharap juga, intinya kamu sekarang jalani hari hari kamu sebaik mungkin aja” ibu Anita menyampaikan kata katanya dengan pelan dan hati hati.
Aihara hanya mengangguk angguk mencernanya.
Sesudah itu mereka mulai membicarakan target penjualan yang harus Aihara kejar, Aihara merasa beban hatinya sedikit berkurang setelah berbicara dengan ibu Anita yang tentu lebih bijaksana di banding berbicara dengan kakaknya yang segala sesuatu di pikir dengan praktis dan tidak ingin pusing.
Namun tidak semua perkataan Cahaya tidak salah, Aihara merasa harus belajar mengendalikan emosinya, ia memang tidak pernah bertengkar dengan siapa pun apalagi masalah terkait perasaan dan asmara.
‘aaarrrrggghhhhh... menjengkelkan semakin memikirkan semakin memusingkan. Sepertinya aku lebih baik pergi ke pusat kebugaran dan berolah raga’ batinnya, gadis itu mengambil sepatunya menyiapkan peralatannya dan pergi ke pusat kebugaran untuk melakukan yoga, Aihara segera menghubungi Nico parter yoganya.
Di sisi lain....
Song Hanyu sudah dua minggu ia datang ke perusahaan dengan mood yang buruk, ia terus berteriak dan memarahi karyawannya sebagai pelampiasan.
__ADS_1
Bahkan ia pernah menyiksa karyawannya dengan pertemuan 15 jam tanpa ampun.
Benar benar pria kaku dan dingin, berbeda saat ada ‘miss cinta’ bersamanya batin karyawan di perusahaan itu, sekarang semua karyawan perusahasn itu benar benar mengharapkan ‘miss cinta’ datang ke perusahaan setiap hari bersama boss mereka agar bisa mengendalikan sikap arogan boss mereka, dan untuk pertama kali juga Xiao Ysn merasa ingin meminta tolong Aihara agar mereka berbaikan, namun mengingat komunikasi Xiao Yan dengan gadis bermata indah itu juga tidak terlalu bagus Xiao Yan mengurungkan niat menghubunginya.
“Xiao Yan, apa saja yang di lakukan cinta hari ini?” tanya Song Hanyu dengan malas
“seperti biasa ia hanya pergi bekerja, dan bertemu dengan beberapa clientnya”
“dimana mereka bertemu?”
“di restauran sambil makan, tidak perlu khawatir”
“pria atau wanita?”
“pria”
Song Hanyu mengepalkan tinjunya dan memukul meja dangan tinjunya
“oh ayolah Hanyu, ia benar benar gadis biasa, ia benar benar terlihat murni sejauh ini, ia tidak pernah berbuat yang mencurigakan meskipun clientnya rata rata pria”
“selidiki siapa pemilik perusahaan tempatnya bekerja” kata Song Hanyu dingin
“baiklah” Xiao Yan benar benar kehabisan akal, ia telah mengikuti Song Hanyu selama 15 tahun namun baru kali ini ia melihat pria ini benar benar rusak moodnya hanya karena gadis kecil bermata indah itu.
“Xiao Yan, apakah cinta mau mendengarkan penjelasanku?” tanya Song Hanyu seperti remaja bodoh
“kau sudah menanyakan ini setiap hari, kau tidak akan tau jika kau tidak mencobanya” Xiao Yan kali ini benar benar diolah pusing dengan urusan wanita Song Hanyu.
Malam hari ketika kembali ke apartemennya Song Hanyu merebahkan diri di kamarnya, sudah 3 minggu berlalu sejak kepergian Aihara, tanpa gadis itu apartemen yang ia tinggali berubah menjadi apartemen yang sunyi tanpa kehidupan, bukankah sejak dulu tempat tinggalnya sepi? Namun kali ini benar benar sepi dan dingin, ia merindukan memasak bersama Aihara, membuat kue yang terkadang tidak seindah di resep yang mereka coba dan membuat mereka tertawa kecewa namun tetap memakannya.
TAP 👍👍👍 PLISH
__ADS_1