
Sudah 6 bulan Aihara menghilang, tidak ada Satu pun yang tau gadis itu berada di mana.
“kau setiap hari hanya mabuk, kenapa tidak mencari Rara bukan mabuk mabukkan seperti ini?” tanya Rebecca pada Nico adiknya
“dia pasti kecewa padaku” guman Nico
“kenapa?”
“Rara memintaku membawanya pergi, tapi aku menolaknya dan sekarang aku menyesal”
“kau memang pecundang, kau mencintainya bukan?” tanya Rebecca
Nico mengangguk
“pergilah berlibur, kau bisa pergi bermain casino, aku dan Leo akan pergi ke singapura”
“ikutlah bersama kami, siapa tau kau menemukan gadis yang mirip Rara dan kau jatuh hati padanya” goda Rebecca
Kakaknya itu terus memaksa Nico untuk ikut hingga Nico luluh dan mengikuti kakaknya dan Leo yang kini menjadi kekasih kakaknya pergi ke singapura untuk bermain Casino.
Sesampainya di kapal pesiar Nico langsung menuju kamar pribadinya, ia terkejut saat membuka pintu kamarnya, mendapati seorang gadis menghadap laut duduk memunggunginya, kamar pribadi Nico bahkan penuh dengan barang barang gadis itu, beraninya ada yang memberikan kamar itu pada orang lain. Nico akan memecat orang yang dengan lancang memberikan kamar itu pada orang lain.
Niat hati Nico akan berbalik dan memanggil manager yang bertugas namun ia sedikit penasaran juga dengan gadis berambut abu abu yang duduk menghadap laut sambil mendengarkan musik dari laptopnya.
Nico dengan hati hati mendekatinya ia merasa gadis itu familiar di matanya, dari bentuk punggungnya ia mengenali gadis itu, seperti Aihara namun melihat kulit coklatnya Nico sedikit ragu.
Penuh kerguan Nico menepuk punggung gadis itu hingga gadis itu menoleh dan mata mereka beradu
“rara....” nico merasa ia mungkin berhalusinasi karena ia sering mabuk akhir akhir ini
Aihara meletakkan laptopnya ke kursi di sampingnya,
“Ni....coooo?”guman Aihara sambil melepas earphone dari kepalanya tanpa melepaskan pandangannya pada Nico dan segera melompat ke pelukan pria itu.
Aihara sangat bahagia akhirnya pria yang ia nantikan datang di depannya “bagaimana kau bisa masuk?”
“aku aku.... salah masuk kamar” Nico tergagap, reflex ia berbohong. ia masih bingung dan juga merasa bermimpi
“Rara apa aku bermimpi?” tanya Nico
“tidak Nic, ini aku Rara”
__ADS_1
“Rara....” Nico memeluk erat gadis yang membuatnya linglung “maafkan aku seharusnya aku membawamu pergi” sesal Nico
“Ra maafkan aku”
“untuk apa?” kekeh Aihara sambil melepaskan dirinya dari pelukan Nico dengan lembut.
“membiarkanmu pergi”
“kau tidak membawaku pergi, tapi Rebecca membawaku pergi” kata Aihara dengan senang
“Rere?”
“ya... Rebecca dan Leo membantuku”
Nico terkejut dengan kata kata yang ia dengar
“Rebecca mengatakan ia kenal dengan pemilik kapal ini, dan pemilik kapal memberiku fasilitas di kamar besar ini, ia juga memberi aku pekerjaan, aku mengecek dan mengatur pembukuan dan transaksi di restoran karena kebetulan posisi itu sedang kosong”
“apa kau pernah bertemu dengan pemilik kapal ini? Tanya Nico serius
“tidak, kata Rebecca ia sangat sibuk”
“tidak, aku percaya Rebecca”
“kau naif sekali Rara”
“Nic, ku pikir kita tidak akan bertemu lagi”
“aku merindukanmu Rara”
Nico mengecup bibir indah Aihara, tanpa Nico duga gadis itu membalas kecupan Nico. Ciuman mereka menjadi ciuman panas dan menggairahkan. Nico buru buru menyudahi ciuman itu.
“aku ingin menemui Rebecca sebentar” Aihara sedikit terkejut, kenapa Nico tiba tiba menyudahi ciuman mereka.
“tunggu di sini jangan kemana mana” kata nico lalu melesat pergi
Aihara selalu bingung dengan sikap Nico, ia mengatakan mencintai Aihara selama 4 tahun tapi pria itu tidak pernah berbuat apa apa, dan ketika Aihara memberi kode bahwa ia menerima cintanya pria itu berbalik seolah tidak menginginkan Aihara membalas cintanya.
6 bulan tinggal di kapal kulitnya kini sedikit kecoklatan, ia juga merubah warna rambutnya menjadi abu abu, memakai sedikit make up merubah bentuk alis.
Ia bekerja sebagai pemeriksa keuangan dan pembukuan di restoran yang terdapat di kapal itu, semua fasilitas itu di dapatkan dari pemilik kapal pesiar yang kata Rebecca kapal itu milik kenalannya. Ia tak ambil pusing, sekarang ia menikmati hari harinya dengan baik, semua karyawan di sana menghormatinya karena semua orang tau kinerja Aihara yang bagus di tambah lagi semua karyawan tau ia adalah orang titipan milik boss mereka.
__ADS_1
Nico masuk ke dalam kamar Rebecca dan mendapati kakaknya sedang berada di bawah Leo yang sedang memompa pinggangnya.
“hentikan dulu pernainan kalian” Nico tidak perduli mengganggu kesenangan mereka
Leo mencabut juniornya yang berada di dalam tubuh Rebecca dan menutup tubuh Rebecca dengan selimut kemudian leo dengan santai mengenakan boxernya.
“kau benar benar tidak tau malu mengganggu, ada apa?” tanya Rebecca tidak senang adiknya mengganggu kenikmatannya
“kenapa Rara ada di sini?”
“aku yang membawanya lari” kata Leo santai sambil mengelus elus Juniornya yang masih tegak terbalut kain boxer kemudian menceritakan hari itu Leo dan Aihara dari Jakarta menuju batam dengan mengendarai mobil semuanya telah di rencanakan sejak hari Nico menyatakan cinta pada Aihara, mereka menyetir bergantian, kemudian keesokan paginya Rebecca menyusul Leo dan Aihara menggunakan pesawat menuju Batam lalu mereka bertiga menyeberang ke singapura dengan menggunakan kapal fery. Dan mereka menaiki ke atas kapal pesiar. Rebecca menyimpan semua dari Nico hingga saatnya tepat dan suasana mereda ia memberitahu Nico, dan hari ini adalah saat yang tepat.
“kau mencintainya bukan? Dapatkan dia, kesempatan ini hanya satu kali atau Rara di ambil pria itu kembali, aku yakin jika Rara keluar dari kapal ini Hanyu tidak akan tinggal diam, ia pasti akan mengambilnya kembali” kata Rebecca “Rara gadis yang polos, jika kau tidak menunjukkan cintamu ia tidak akan mengatakan padamu perasaannya yang sebenarnya” lanjut Rebecca
Nico mengerti ia berbalik meninggalkan kamar kakaknya dan masuk ke dalam kamar di mana Aihara berada, gadis itu sedang berdiri termenung di balkon Nico memeluknya dari belakang “Rara aku mencintaimu, maukah kau hidup bersamaku?” tanya Nico langsung, ia tidak ingin melepaskan lagi gadis ini.
Aihara mengangguk, air matanya telah turun membanjiri pipinya.
Ia berbalik dan membalas pelukan Nico.
“maukah kau menikah denganku?”
Aihara mengangguk
“kau yakin?”
Aihara memandangi wajah Nico “sejak kita pergi ke puncak aku.. aku merasa jatuh cinta padamu, tapi sepertinya semua mustahil, karena aku bertunangan dengan Hanyu, aku memilih melarikan diri darinya meskipun aku sebenarnya tidak yakin bisa bertemu denganmu lagi”
“kau mau menikah denganku meskipun kau tidak tau nama asliku?”
“apa namamu penting?”
“karena kau telah menyetujui menikah denganku maka kau tidak bisa menarik kata katamu lagi”
Nico mencium bibir Aihara dan melumatnya dengan brutal tangan Nico mulai menyusup ke dalam pakaian yang di kenalan Aihara *** gundukan kenyal di dada Aihara, Aihara mulai menggeliat dan mengerang namun ia segera sadar dan melepas ciuman mereka.
“Nic, bisakah kita melakukan setelah menikah?”
“baiklah...”
👍TAP JEMPOL KALIAN 😄👍💖
__ADS_1