
Aihara memainkan jari jemarinya memandangi kukunya, ia mulai bosan ia telah membolak balik layar ponsel membaca berita di media sosial dan melihat postingan teman temannya, tapi ia masih bosan...
Song Hanyu melirik pada Aihara ia melihat kemudian menjeda rekaman dan mendatangi Aihara,
“apa kau bosan?” tanyanya lembut
Aihara mengangguk jujur,
“apa kau ingin meminum sesuatu?”
Aihara hanya mengangguk lagi.
“Xiao Yan, beli kopi di starbucks dan beberapa air mineral, beli untuk semua orang”
“Hanyu aku ingin greentea late dengan caramel” bisik Aihara
“kau akan sakit tenggorokan minum es”
“aku tidak mau yang lain”
“baik...”
“Xiao Yan, khusus untuk cinta greentea late dengan karamel” kata Song Hanyu pada asistennya dan di dengar semua orang.
Semua yang ada di ruangan itu tentu tercengang, Song Hanyu memanggil gadis itu dengan sebutan cinta? Romantis sekali.
Bahkan setelah kopi mereka datang Song Hanyu meminta wakil produser untuk melanjutkan rekaman hanya karena melihat Aihara menguap beberapa kali.
Setelah Song Hanyu pergi mereka segera berlari menuju pada Xiao Yan dan menanyai benarkah cinta sedang hamil seperti gosip yang beredar?, siapa dia?, dari mana asalnya?, sejak kapan mereka pacaran? dan Xiao Yan hanya mengatakan ia gadis dari Indonesia pacar Song Hanyu.
‘Song Hanyu itu, ia tidak tau betapa pusingnya aku menjawab pertanyaan semua orang’ keluh Xiao Yan yan dalam hati.
“jadi kau seorang producer dan CEO? Apa perusahaan ini milikmu?” tanya Aihara ketika mereka selesai makan siang di ruang kerja Song Hanyu, mereka memesan makanan dari restoran yang terkenal dan di antar langsung.
“kau ini, apa beenar kau fans sejatiku?”
“kau tidak menulis di wikipediamu apa saja asetmu” protes Aihara tidak mau kalah
“iya, aku pemilik Song production sekaligus pemegang saham terbesar di sini”
“kau benar benar pria yang sibuk”
“di masa depan aku tidak ingin meninggalkan istriku berhari hari untuk shooting film, aku ingin berada di belakang layar dan mengelola perusahaan” jawab Song Hanyu serius
“ku kira kau benar seorang gay yang hanya memikirkan ketenaran tanpa memikirkan untuk berumah tangga”
__ADS_1
“terus mengatai aku seorang gay, kamu akan tau nanti rasanya” goda Song Hanyu
“aku hanya menyampaikan pemikiranku, tidak mengataimu” Aihara membela dirinya
“baiklah, kau istirahat dulu aku akan menyelesaikan beberapa pekerjaan setelah itu kita kembali” kata Song Hanyu sambil mengantarkan Aihara ke dalam sebuah kamar besar yang terdapat di balik ruang kerja miliknya.
Aihara yang merasa sangat kenyang tidak butuh waktu lama untuk tertidur.
Song Hanyu memeriksa beberapa dokumen dan jari jarinya menari di atas keyboard macbooknya. Ia menghela nafas pelan, kemudian memindahkan kedua lengannya di belakang kepalnya dan bersandar pada kursinya, memandangi langit langit ruangan itu setelah beberapa saat ia membuka laci di meja kerjanya, mengambil sebuah bingkai foto memandanginya, menyentuh dengan jari jari panjangnya seseorang yang berada dalam foto itu, bibirnya tersenyum dengan pandangan mata yang penuh kerinduan kemudian ia membungkusnya dengan amplop coklat, dan menyimpannya di rak paling bawah.
Ia melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan lengannya, jam menunjukkan 3 : 30 ia memasuki ruangan di mana Aihara berada, gadis itu meringkuk dan tertidur dengan sangat pulas, Song Hanyu melepas sepatu dan jas yang ia kenakan lalu berbaring di sisi gadisnya memeluknya dan memejamkan matanya.
Ketika mereka terbangun hari sudah mulai gelap, mereka segera kembali ke apartemen namun di perjalanan Aihara meminta Song Hanyu membawanya ke market untuk membeli bahan bahan makanan, ia mengatakan ingin memasak sendiri karena merasa bosan makan di restoran dan bosan makanan China tentu saja Song Hanyu sangat tertarik dengan masakan gadis ini.
Aihara tidak hanya membeli bahan makanan ia juga membeli bahan bahan untuk membuat kue, untuk membunuh rasa bosan mungkin ia akan meembuat beberapa kue.
Sudah dua minggu sejak Aihara menjadi tawanan idolanya, ia hanya mengikuti Song Hanyu ke perusahaan, kemudian mereka pulang untuk memasak makan malam mereka, membuat kue dan menonton drama.
Jika bahan masakan habis Xiao Yan yang berbelanja walaupun berujung Aihara mengomel karena kadang yang di belinya berbeda dengan yang di inginkan Aihara.
Aihara tidak bisa pergi lagi berbelanja ke market karena terakhir mereka pergi, seseorang mengambil foto mereka dan mengunggahnya ke akun weibo dan instagram, bahkan kini akun istagram dan weibo Aihara mengalami lonjakan pengikut karena Song Hanyu telah mengikutinya.
Akun Instagram yang di ikuti Song Hanyu hanya ada beberapa, maka ketika Song Hanyu mengikuti Aihara dengan cepat orang orang menjadi ingin tau dan mengikuti Aihara juga, bahkan banyak menambahkan tag pada fotonya.
“kenapa kau mengikuti akun media sosialku? Sekarang aku tidak memiliki kebebasan hidup aku bahkan tidak bisa menambahkan foto di feed instagramku aku takut mereka mengataiku”
“kenapa takut?” tanya Song Hanyu
”mereka pasti masih mengira aku hamil” jawab Aihara
“jangan perdulikan”
“Hanyu, bisakah kau membiarkan aku kembali ke Indonesia? Aku telah terlalu lama meninggalkan pekerjaanku” tanya Aihara hati hati, ia telah berperilaku baik untuk merayu Song Hanyu agar ia memberikan paspor dan dompetnya.
Raut wajah Song Hanyu tiba tiba menjadi gelap, ia tampak tidak senang ia menyipitkan matanya dan berucap “kau tidak perlu bekerja lagi, kau cukup menjadi nyonya Song”
“maksudku begini, kita bisa bertunangan terlebih dahulu, lalu kau bisa mengunjungiku ke Indonesia atau aku yang datang mengunjungimu, tenang saja aku tidak akan lari kemana mana aku akan menikah dengamu kelak” kata Aihara hati hati, memang tidak ada pilihan selain ia menerima pernikahan yang di tawarkan Song Hanyu saat ini.
“aku tidak ingin jauh darimu cinta” jawab Song Hanyu sambil menatap wajah aira serius dan memainkan jari jemari Aihara
“hanya sebentar, mungkin kita bisa bertunangan 3 bulan” bujuk Aihara
“cinta apa ada seseorang di Indonesia yang menunggumu?”
“oh ayolah Hanyu kau mulai mengada ada”
Aihara mencubit tulang hidung di antara alisnya, ya tuhan ia datang ke Shanghai untuk mengejar seorang aktor idolanya, pada faktanya sekarang ia menjadi tawanan aktor yang ia kejar. Sungguh aneh, apa yang Song Hanyu lihat dari dirinya??? Tidak masuk akal. Bagaimana cara Aihara menyelidiki? Ia bahkan tidak bisa kemana mana, pria menjengkelkan ini bahkan tidak pernah jauh darinya selalu menempel di sisinya, ia bahkan tidak pergi berolah raga selama Aihara tinggal bersamanya.
__ADS_1
Aihara telah berulang kali menyuruhnya pergi ke pusat kebugaran namun Song Hanyu tidak menghiraukannya.
Aihara bisa saja pergi ke KBRI dan melaporkan kehilangan tasnya, tapi bagaimana caranya sedang pria ini terus menempel pada dirinya.
Ia juga bisa saja menghubungi Nico atau Rebecca temannya untuk meminta tolong, tapi itu terlalu memalukan. Aihara benar benar kehabisan akalnya.
“film terbaruku masuk nominasi, kau akan pergi mendampingiku untuk menghadiri festival film Beijing” kata sing weilong tiba tiba
“Hanyu aku tidak bisa, aku malu tampil di depan umum” tolak Aihara, benar benar ia telah terjebak sekarang.
“kau harus hadir bersamaku” kata Song Hanyu “cinta kau calon istriku sekarang jadi kau harus mendampingku kau akan terbiasa dengan itu”
“calon istri? Aku belum menjawab lamaranmu” kekeh Aihara
“kau barusan mengatakan akan menikah denganku kelak bahkan mengajakku bertunangan” jawab Song Hanyu
“tapi kau menolak syaratku bukan? Kau tidak mengizinkan aku kembali”
“lalu apa jaminan agar jau tak mengingkari kata katamu?”
‘sialaaaaaaaann.... pria ini benar benar penuh perhitungan’ batin Aihara
“baiklah, dengarkan aku Song Hanyu” kata Aihara ia menghela nafas sebelum mengemukakan sebuah gagasan “pergilah ke Indonesia bersamaku bertemu orang tuaku untuk melamarku kemudian kita bertunangan 3 bulan lalu kita menikah” kata Aihara hati hati ia sangat berharap pada gagasan yang menurutnya cemerlang itu.
Song Hanyu memikirkan dengan kata kata Aihara, ia hanya diam sambil memandang wajah Aihara menyapukan pandangannya pada seluruh wajahnya menatap dalam mata besar gadis itu.
“baiklah, setelah kita menghadiri festival film Beijing” katanya.
‘syukurlah’ batin Aihara pelan, walaupun harus mengikuti Song Hanyu ke acara yang pasti asing untuknya namun setidaknya ada harapan untuk melepaskan diri dari pria ini.
Malam itu juga Song Hanyu meminta Aihara memberitahu cahaya dan kedua orang tuanya bahwa ia akan kembali dari China dan mungkin membawa pacarnya untuk melamar, mau tak mau Aihara menuruti titah itu.
“kamu gila yah rara, kok bisa dapet artis gitu gimana ceritanya?” tanya Cahaya antusias
“aarrrgghhhh kakak, kak tau gak sih aku frustasi banget sebenernya, aku belum siap nikah” keluh Aihara
“kapan lagi kamu nikah sama artis? Udah gak usah mikir”
“aku belum ada perasaan sama dia kak”
“lah terus?” Cahaya tentu saja bingung
Akhirnya dengan berat hati Aihara menceritakan kebodohannya mengejar aktor idolanya dan berujung menjadi tawanannya, bukan bersimpati kakaknya justru menertawakannya hingga sakit perut.
“ku kira kamu itu pinter dalam segala hal, tapi nyatanya kamu punya sisi bego juga” ejek kakaknya “ya udah gih yang penting bawain kakak oleh oleh” jawab Cahaya, selalu ujung ujungnya tidak pernah memberi solusi.
Hai plish Jempolnya Plish 😭😭😭😭
__ADS_1