
Pagi yang cerah, Aihara menyiapkan sarapan untuk suaminya.
Nico benar benar pria yang santai, bukan hanya dalam gaya hidupnya, namun dalam pekerjaannya ia juga sangat santai. Ia tidak tampak seperti CEO muda yang dingin, ataupun CEO yang tampil hidup mewah.
“Rara, aku akan pergi mengecek area pertambangan di Kalimantan untuk beberapa hari” kata Nico disela sela sarapan mereka
“bawa aku Nic, aku belum pernah ke Kalimantan”
“sayang, di sana sangat panas dan berdebu”
“Nic, aku ingin tau seperti apa pekerjaanmu”
“ra, medan di lapangan batu bara sangat berat”
Aihara cemberut, ia tau mengecek area pertambangan yang notabene di dalam hutan dan pegunungan Kalimantan bukan medan yang mudah.
“baik, jangan cemberut, baiklah, kau boleh ikut ke lapangan tapi kau tinggallah di hotel oke?”
Aihara mengangguk, tentu saja ia harus mengangguk dulu, ia akan mengikuti suaminya menempel kemana pun suaminya pergi.
Dan sore hari mereka sampai di kota Samarinda, mereka menginap di hotel yang cukup mewah, setelah makan malam dengan makanan khas daerah setempat Nico merebahkan tubuhnya di samping istrinya yang sedang memainkan ponselnya bermain game hay day
“apa yang kau lakukan?”
“aku main game” jawab Aihara
Nico terkekeh
“kau pengangguran sekarang” kata Nico
“ya aku ingin bekerja, aku bosan”
“kau akan bekerja sebentar lagi”
“di mana?” tanya Aihara
“mengurus anak anak kita” jawab Nico dengan tatapan menggoda menggoda
Aihara meletakkan ponselnya dan memandangi wajah suaminya
“kau tidak sabar lagi rupanya ingin memiliki anak”
“apa kau siap?”
“aku siap”
“jadi?”
Aihara merona, suaminya mengajaknya untuk bekerja sama, tentu saja ia sudah siap.
Nico melumat bibir Aihara, terus mencumbunya hingga tubuh istrinya menggeliat.
Tangan Nico mulai meraba punggung istrinya, menyentuh kulit halusnya dan melepaskan pengait bra yang di kenakan istrinya. Dalam sekejap tubuh Aihara telah polos tanpa busana, Bibir nico menjelajahi setiap inci tubuh Aihara.
Segelah istrinya mendapatkan puncaknya Nico segera menekankan juniornya ke bibir bagian sensitif istrinya dan menggoyangkan pinggulnya
“kau masih terasa sempit sayang” geram nico bersemangat
“fuck me harder nick.....” erang Aihara
“as you wish...!”
__ADS_1
Mereka melwatkan malam mereka di Samarinda dengan peluh yang menetes di sekujur tubuh, mereka bahkan tidak pernah lagi melakukan olah raga di pusat kebugaran karena waktu mereka habis untuk berolah raga di ranjang setiap kali ada kesempatan.
Paginya saat Nico akan pergi ke area pertambangan Aihara memasang wajah cemberut,
“sayang di lapangan sangan terik dan berdebu”
“aku bisa memakai jaket, payung dan masker”
“kulitmu akan terbakar”
“nico aku bosan di kamar, bukan kah kau mengatakan akan membawaku kemana pun kau pergi?”
Aihara mendekati Nico dan memeluknya,
“rara... aku memang berniat membawamu kemana pun aku pergi tapi tidak untuk ke tambang batu bara, di sana mayoritas adalah pria, mata mereka akan melotot melihatmu”
“tapi aku istri boss mereka apa mereka berani memandangku?”
“kau pandai sekali menjawabku”
Nico gemas pada istrinya, ia mengecup pucuk kepala istrinya, aihara berjinjit dan menciumi bibir suaminya, tentu saja Nico enggan melepaskan kesempatan yang ada di depan mata. Ia segera melumat bibir istrinya menahan tengkuk Aihara dan memperdalam ciuman mereka, jari jari tangannya menyusup dan memilin niplle dindada istrinya.
“kau belum puas tadi malam sayang?” geram nico
Aihara tidak menjawab ia melahap bibir suaminya kembali, tak perlu menunggu jawaban nico membuang seluruh pakaian yang melekatbdi tubuh istrinya dan jari jemarnyaa mengelus area lembab aihara, hingga aiharz menlenguh dan mendapatkan puncaknya.
Ia kemudia menempatkan aihara dinatas tubuhnya
“ride me babe” geram Nico
Seperti keinginan Nico suaminya Aihara mengerjakannya, dengan baik, pinggulnya berputar putar hingga ia mendapatkan puncak kedua kalinya,
Nico membalik tubuh Aihara dan menekannya dari belakang
Tubuhnya terasa penuh oleh Nico dan gaya ini benar benar membuat Aihara tergila gila.
Mereka mengakhiri pagi mereka dengan aroma percintaan yang tertinggal di setiap sudut kamar hotel itu,
“Kau istrirahatlah sayang”
“kau mau ke mana?”
“ke tambang sayang, aku tidak akan lama”
“aku ikut”
“rara.... kau sudah berjanji, kau boleh ikut tapi tinggal di hotel” Nico mengingatksn
“kalau begitu satu kali lagi”mAihara enggan berada di kamar hotel sendirian, itu membosanksn.
“rara aku sudah terlambat satu jam” Nico memang telah terlambat 1 jam,
“aku kan tinggal di mobil saja oke?”
Kembali Nico di buat tak berdaya, ia terpaksa mengikuti kemauan istrinya, akhirnya mereka pergi ke area tambang batu bara, di perjalanan Aihara berusaha memejamkan matanya karena bosan tidak ada yang bisa di lihat sepanjang perjalanan selain semak belukar.
Satu jam kemudian mereka sampaidi area pertambangan batubara tang tampak seperti gunung gunung hitam, Nico dan Aihara masih berada di dalam mobil.
“kau harus tepati janjimu, kau tidak boleh keluar” pinta Nico
“Nic kalau aku ingin pipis?”
__ADS_1
“Rara ku mohon jangan mencari cari alasan” kata Nico sambil memandang istrinya sedikit kesal
“sepertinya ada yang kau sembunyikan dariku” guman Aihara
Nico memandang wajah Aihara, tatapan matanya tampak sedikit khawatir.
“ingat, tetap disini” Nico berpesan sambil memasang jaket dan topinya “pak Sugiarto kamu jaga nyonya jangan sampai keluar” pesan Nico pada sopirnya.
“baik pak” kata sopir itu dengan sopan
Ia juga memanggil beberapa pria berbadan besar untuk menjaga Aihara tak jauh dari mobil mereka
“pak sugi siapa sih yang di temui Nico?” tanya Aihara
“oh itu pembeli dari China bu” jawab pak Sugiarto
“ooo” dari kejauhan Aihara melihat suaminya berbicara dengan seseorang.
1 jam berlalu suaminya masih belum kembali ia tak terlihat, Aihara mulai bosan.
Ia ingin keluar namun 2 body guard menghadang di luar mobil dan juga pak Sugiarto tampak siaga, batin Aihara semakin curiga.
Dua jam kemudian Nico datang, wajahnya tampak merah, ia meraih botol air mineral dan meminum isinya.
“panas sekali di luar” keluhnya
“bagaimana urusanmu?” tanya Aihara
“sudah beres, apa kau bosan?” tanya Nico
“tentu saja aku bosan” jawab Aihara
“baiklah, ayo pak bawa kita cari makan khas sini yang enak” perintah Nico pada sopirnya
“Siap mister” pak Sugiarto
Setelah menyantap beberapa makanan khas di Samarinda pasangan itu kembali ke hotel yang mereka menginap, di lobi seorang pria memanggil Nico
“mr. Caden...” sapanya
“selamat siang mr. Song”
Mendengar nama itu mendadak rambut Aihara terasa tegak lurus dan kulit kepalanya terasa tebal, menyadari ketegangan istrinya Nico segera merangkul pundak Aihara.
“jadi anda menginap di hotel ini juga?” tanya pria yang di sapa Song itu
“ya begitulah”
Mata pria itu melirik tajam ke arah Aihara, tentu saja Aihara semakin tegang.
“apa ia istri anda?” tanya pria itu
“ya”
“anda tidak mengenalkan pada saya?”
“sayang kenalkan ini pembeli batu bara milik kita dari China, mr Song”
“hallo, saya Aihara Caden” Aihara mengenalkan dirinya mengulurkan tangan untuk berjabat tangan
“hallo saya Song Tianzhi, andaa pasti mengenal keluarga Song kami” jawab Song Tianzhi sambil menjabat tangan Aihara
__ADS_1
TAP JEMPOL KALISN PLIS 👍😘