
Setelah kewat pukul 12 dini hari mereka baru kembali ke apartemen, setelah membersihkan tubuhnya Aihara merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil melihat berita di weibo, banyak foto dirinya dan Song Hanyu bertebaran di mana mana, sungguh menyebalkan!!
Namun ia tetap mencapture beberapa foto mereka dan menyimpan di ponselnya, dulu ada banyak foto foto Song Hanyu di ponselnya setiap malam ia mencium bibir Song Hanyu di layar ponselnya sekarang Song Hanyu ada di depan matanya, tidur seranjang dengannya dan hampir tiap waktu Song Hanyu mencumbui bibirnya, jadi ia menghapus semua foto lama Song Hanyu di ponselnya.
“kau sedang mengagumiku cinta?” tanya Song Hanyu mengejutkan Aihara
“Hanyu kau mengagetkanku” gerutu Aihara
“aku ada di sini jangan melihatku di ponselmu” goda Song Hanyu “kau tidak ingin memberiku hadiah? Aku baru saja memenangkan 2 nominasi sekaligus”
“hadiah apa yang bisa ku berikan?” Aihara bangkit dari posisinya kemudian menyandarkan dirinya pada kepala tempat tidur “aku bahkan tidak mempunyai uang untuk membelikanmu hadiah” lanjutnya sambil meletakkan ponselnya di pangkuannya kemudian mencubit ujung lengan pakaian yang Song Hanyu kenakan dan memutar mutar dengan ujung jarinya.
“hadiah tidak harus berupa barang bukan?” goda Song Hanyu
“aku tidak mengerti” jawab Aihara lugu
“misalnya kita membuat bayi malam ini”
“tidak, itu hanya boleh nanti setelah menikah” kata Aihara
“mmmmmmmm baiklah, yang lain saja” song weilong mengangkat sebelah alisnya
Malu malu Aihara menatap Song Hanyu “tutup matamu” ucapnya lirih
Song Hanyu menutup matanya, dan sebuah kecupan lembut mendarat di bibirnya, tak mau menyia-nyiakan kecupan itu Song Hanyu menangkap bibir Aihara dan melumatnya hingga ciuman itu berubah menjadi decapan penuh gairah, lidah mereka saling membelit nafas mereka terengah engah.
Ketika tangan Song Hanyu mulai meraba raba halus punggung aira, ia segera melepakan tautan di bibir mereka dan menjauhkan tangan Song Hanyu dari tubuhnya, ia sangat takut lepas kendali dan melakukan hal hal yang tidak semestinya.
Song Hanyu tersenyum dan segera membawa gadis itu kepelukannya, setidaknya malam ini cintanya telah berinisiatif untuk menciumnya terlebih dahulu.
“besok seluruh kru film akan mengadakan jamuan makan malam, aku telah memesankan gaun untukmu” kata Song Hanyu
“baiklah” jawab Aihara, kali ini ia tidak terpaksa, kali ini ia mulai sedikit merasa nyaman berada di sisi Song Hanyu
Malam itu Aihara tidak dapat memejamkan matanya, ia gelisah, ingin sekali rasanya memiliki pintu ajaib untuk kembali ke indonesia.
Ia harus secepatnya mendapatkan kepercayaan Song Hanyu dan melepaskan diri dari cengkeraman pria aneh idolanya itu.
“cinta? Kau tidak bisa tidur?” tanya Song Hanyu yang tiba tiba membuyarkan lamunan Aihara
“hhhhmmmmmm” hanya itu jawabsn Aihara
“tidurlah wajahmu akan kusam jika kau tidur larut malam” kata Song Hanyu sambil megeratkan pelukannya pada Aihara, sangat nyaman batin Aihara.
__ADS_1
Akhirnya Aihara tertidur dan baru terbangun setelah jam 8 pagi, tempat tidur di sampingnya telah kosong, Aihara bangun dan menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya kemudian menuju dapur, ada cacatan kecil di meja
makan.
‘makan sarapanmu dan kembali tidur, aku pergi ke perusahaan sebentar- hubby’
Aihara tersenyum membaca catatan itu, ia memakan sarapannya yang telah di sediakan oleh Song Hanyu tanpa menghangatkan lagi di microwave karena benar benar lapar.
Dan benar saja sebelum jam 12 Song Hanyu kembali ia membawa beberapa kotak makanan untuk makan siang mereka, dan mereka menghabiskan hari mereka hingga sore untuk mengobrol dan menonton drama.
Malam harinya mereka pergi untuk menghadiri acara pesta makan malam untuk merayakan kemenangan film bersama para kru
Seperti biasa Aihara hanya berdiri menempel pada Song Hanyu, ia tak mengenal siapapun selain sekretaris dan asisten Song Hanyu.
“kau tidak ku izinkan minum alcohol” Song Hanyu memperingatkan setelah mereka menghabiskan makan malam di perjamuan
“aku bahkan belum pernah menyentuhnya seumur hidupku” jawab Aihara
“gadis baik” bisik Song Hanyu senang
Di antara semua yang hadir ada Liu Feifei, mantan Song Hanyu tentu saja karena ia adalah pemeran ke 3 wanita dalam film tersebut.
“Hanyu ada mantanmu” bisik Aihara
“kau tidak perlu berbicara dengannya” jawab Song Hanyu tegas
“aku yang cemburu”
“dia perempuan, kau terlalu banyak bicara omong kosong”
“pokoknya jangan berbicara dengannya”
“apa kalian bermusuhan?”
“tidak, aku hanya tidak ingin kau berbicara dengan orang lain”
“aku bukan tawananmu”
“tawanan cintaku” kata Song Hanyu dengan nada sangat menggoda
Aihara tersipu malu wajahnya memerah dan mencubit paha Song Hanyu dengan pelan.
Baru saja mereka membicarakan Liu Feifei gadis itu datang menghampiri mereka
__ADS_1
“Hanyu gè gè apa kabar?” sapanya ramah
“baik” jawab Hanyu datar
“kau membawa calon istrimu, apa kau tidak ingin mengenalkannya padaku? Bukankah aku adikmu?” kata Liu Feifei dengan nada halus dan lembut.
“cinta perkenalkan ini Feifei temanku” kata Song Hanyu
“hallo saya Aihara senang bertemu dengan anda nona Liy Feifei ” kata Aihara ramah dan mengulurkan tangannya yang di sambut Liu Feifei
“hallo aku Feifei senang bertemu denganmu cinta”
“kau tidak pantas memanggilnya cinta, panggil dia Aihara” Song Hanyu berkata dengan tegas.
“oh baiklah, maafkan aku Aihara jika suatu saat kau bertengkar dengan gè-gè ku kau bisa memanggihku, aku akan membantumu” kata Liu Feifei ramah
“terima kasih” jawab Aihara tak kalah ramah
“baiklah nikmati malam kalian, aku akan bergabung dengan yang lain” kata Liu Feifei kemudian.
“apa kalian putus kemudian bermusuhan?” tanya Aihara polos pada Song Hanyu
“sudahlah cinta kau seperti wartawan saja” elak Song Hanyu
“nah itu Xiao yan kemari kau jangan kemana mana aku akan menyapa para kru sebentar” kata Song Hanyu
“Xiao Yan, kau temani cinta sebentar aku akan menyapa para kru, jangan biarkan ada yang mendekati dan jangan biarkan ia pergi kemana mana”
“oke boss”
“Xiao Yan, kenapa Hanyu tak mengizinkanku berbicara dengan Liu Feifei, apa mereka bermusuhan?”
“aku tidak tau, kau patuhi saja demi kebaikan kalian berdua”
“ooooo”
Setelah 20 menit Aihara merasa mulai bosan apa lagi tidak ada percakapan antara Xiao Yan dan dirinya mereka hanya diam mematung jadi ia ingin pergi ke toilet untuk sekedar melepaskan diri dari kebosanannya
“Xiao Yan aku ingin pergi ke toilet, bisakah kau tunjukkan arahnya?” tanya Aihara, ia tentu enggan tersesat.
“aku akan mengantarmu dan menunggumu, aku tidak mau di marahi boss” kata Xiao Ysn sambil melangkah di depan Aihara, Aihara mengikutinya dan memasuki area toilet, baru saja ia sampai di toilet Liu Feifei datang. Dan langsung berdiri tepat di samping tubuh Aihara yang kecil, Liu Feifei tingginya sekitar 175 jelas berbeda dengan Aihara yang hanya 160 cm.
“Aihara, kau pikir kau siapa?” kata Gadis cantik itu dengan tiba tiba
__ADS_1
Jelas saja Aihara sangat terkejut dengan kata kata yang tiba tiba itu
“maaf miss Liu Feifei, apa maksud anda?”