Memilih Cinta

Memilih Cinta
11


__ADS_3

Song Hanyu terduduk di sofa memegangi kepalanya, ia tak menyangka semuanya terjadi begitu cepat, 3 minggu mereka bersama tidak pernah terjadi pertikaian apa pun mereka hidup rukun dan Aihara tidak pernah serius membantahnya.


“berikan dompetku, aku akan kembali ke Indonesia hari ini juga” kata Aihara dingin ia berdiri tak jauh dari Song Hanyu bersama dua kopernya.


“cinta ini jam 3 pagi kita bisa bicarakan ini dulu, kau tidurlah dulu kau belum ada tidur hari ini”


“aku bisa tidur di pesawat dan mulai saat ini aku membencimu, aku tidak ingin menganggapmu idolaku lagi !!!”


“cinta kumohon”


“aku akan pergi seperti pengemis ke jalanan jika kau tidak memberikan barang barangku, aku akan pergi ke kantor polisi dan berkata bahwa aku di rampok aku juga tak peduli aku di deportasi sekalipun asal aku bisa kembali ke Indonesia”


“cinta kumohon jangan keras kepala”


“aku memang keras kepala aku bukan gadis penurut seperti cinta masa kecilmu jangan samakan aku dengan dia”


“aku tak melihatmu sebagai dia cinta, ku mohon dengarkan aku oke?”


“aku tidak ingin mendengarkan penjelasanmu” Aihara menutup telinganya “atau aku akan melompat dari balkon, aku lebih baik mati dari pada hidup bersamamu disini” ancamnya


Song Hanyu merasa ketakutan dengan ancaman Aihara, ia tak menyangka Aihara akan mengatakan hal itu, jantungnya terasa di remas. Kata kata yang sama namun diucapkan oleh orang yang berbeda.


“baiklah, aku akan menghubungi Xiao Yan barang barangmu ada padanya, kau tidurlah dulu di sofa, saat ia datang aku akan membangunkanmu”


Merasa ia berhasil dengan ancamannya Aihara duduk di sofa dengan patuh dan meletakkan kepalanya pada sandaran tangan di sofa, kepalanya berdenyut karena kurang tidur dan tubuhnya terasa letih karena menangis. Akhirnya ia jatuh tertidur.


Song Hanyu keluar dari kamarnya ia baru saja menghubungi Xiao YAN dan menceritakan garis besarnya, Xiao Yan memaki Song Hanyu karena sungguh keterlaluan memanggilnya jam 3 pagi hanya karena urusan wanita aneh yang baru di temui beberapa minggu.


Melihat Aihara tertidur dengan posisi kurang nyaman ia mengangkatnya dan meletakkan Aihara di sofa dengan posisi yang benar, ia juga mengambil selimut dan menutupi tubuh Aihara agar hangat. Song Hanyu membelai wajah Aihara yang kecil, menatapnya dengan linglung, ia tak sanggup membayangkan jika gadis itu matanya terbuka nanti ia pasti akan mengatakan hal hal buruk yang menyakitkan lagi.


Xiao Yan tiba dalam waktu 20 menit dan melihat bossnya sedang dalam keadaan linglung menatap Aihara, ia melewati Song Hanyu dan masuk ke ruang kerjanya, kemudian mengeluarkan tas Aihara, mengeceknya kemudian memberikan pada Song Hanyu.

__ADS_1


“carikan tiket pesawat jam 1 siang biarkan ia istirahat dulu, belikan kursi first class”


Xiao Yan mengikuti instruksi dari Song Hanyu, “mengapa kau tak menjelaskannya? Hubunganmu dan Shishi seperti apa”


“dia selalu berteriak tidak ingin mendengarkanku, percuma saja ia sedang terbakar emosi, tunggu emosinya mereda”


“cari satu orang untuk mengawasinya selama ia di Indonesia”


“boss kau serius dengannya?”


“apa untungnya aku meyakinkanmu?”


“baiklah, aku akan mencari orang setelah Aihara tiba di sana”


“apa tadi kau melihat Feifei mendekati cinta?”


“tidak ada, tapi seingatku Feifei masuk ke toilet setelah Aihara masuk toilet namun Feifei di dalam toilet tidak sampai 2 menit ia langsung keluar, ku pikir mereka tidak bertemu di dalam”


“sudah jelas ini ulah Feifei”


“dia hanya tidak ingin aku di miliki orang lain”


“bukankah ia bertunangan?”


“hhhmmmm wanita licik itu” jawab Song Hanyu mengambang.


Aira baru bangun jam 10 pagi, ia mengerjap erjapkan matanya yang terasa bengkak, kemudian mengangkat selimut yang menutupi tubuhnya. Ia duduk dengan linglung.


“jika kau masih mengantuk kau bisa tidur lagi” itu suara Song Hanyu yang duduk tak jauh darinya,


“dimana pasporku?”

__ADS_1


“semua sudah siap, kau mandi dulu Xiao Yan akan mengantarkanmu ke airport”


“aku tidak ingin mandi, aku bisa naik taxi”


“orang lain akan pinsan berada di sampingmu, jadilah gadis yang penurut, ayo mandi” bujuk Song Hanyu


Aihara menurut, akhirnya ia pergi mandi kemudian ia di paksa untuk makan, ia menurut karena ia memang benar benar lapar.


Sesampainya di bandara saat chek in ia sangat terkejut karena ia mendapatkan kelas first class, ia meminta petugas untuk memeriksanya kembali namun itu memang benar adanya. Apa ia harus mengirim pesan pada Song Hanyu untuk berterima kasih? Ah tidak perlu batinnya, menunggu jam 2 siang ia memutuskan untuk mencari oleh oleh untuk cahaya dan teman temannya di perusahaan ketika ia membuka tasnya ia mendapati seikat uang pecahan 100 dolar, jelas itu bukan uang miliknya tapi uang dari Song Hanyu.


“hhhmmmmmm” gumannya ‘habiskan buat beli oleh oleh, bukan uangku juga kan?’ batinnya dengan penuh semangat, ia bahkan telah lupa dengan kesedihannya yang di pikirkan hanya senang dapat kembali ke Indonesia.


Sesampainya di cabin pesawat ia merasa menyesal tidak memakai dress yang indah dan tidak berdandan dan wajahnya berantakan karena terlalu banyak menangis sehingga tidak bisa berpose dengan gaya maximal, ia menggunakan fasilitas wifi on boardnya dan mengunggahnya di media sosial, lagi pula orang orang sudah tau ia sekarang kekasih dari aktor Song Hanyu tidak perlu lagi bersembunyi, yang akan terjadi nanti misalnya hubungannya tidak berlanjut toh tidak masalah.


Hubungannya dengan Song Hanyu telah berakhir, pria itu bahkan tidak mengantarkannya ke airport, ia hanya di antar oleh Xiao Yan. Apa Song Hanyu sangat marah? Batin Aihara . Ia agak menyesal telah mengatakan kata kata kasar pada Song Hanyu dan tidak bisa mengontrol emosinya ia akan merasa malu jika bertemu Song Hanyu suatu hari nanti.


Aihara memukul mukul kepalanya pelan, sungguh bodoh.... bodoooohhh batinnya.


Namun kata kata yang telah terucap tidak mungkin di tarik kembali, aaahhh biarlah. Ketimbang pusing memikirkanya lebih baik ia merebahkan dirinya dan menikmati fasilitas penerbangannya yang mungkin tidak akan ia dapatkan ke dua kali dalam hidupnya.


Paginya sesampainya di Jakarta ia langsung menuju apartemen menggunakan taxi, setelah mandi dan membersihkan tubuhnya ia menghubungi ibu anita untuk memberitahu bahwa ia telah kembali, ibu anita sangat senang pastinya dan menunggu di perusahaan besok.


“yess!!!” kata Aihara sambil menepuk pipinya di depan cermin “semangat!!!”


Kemudian ia menghubungi kakaknya cahaya ia akan ke rumah kakanya untuk mengantarkan oleh olehnya.


“loh mana calon kamu yang artis itu gak jadi datang?” tanya cahaya


Aihara mengatupkan bibirnya, ia mulai menceritakan kisahnya pada kakaknya


“dan kamu gak kasih dia kesempatan buat jelasin? Aduh bego banget kamu rara sumpah, kamu beneran cerdas gak sih rara?” ejek cahaya kesal pada adiknya

__ADS_1


“aku tu emosi kak. E M O S I”


Tap jempol dan komen!!!!


__ADS_2