Memilih Cinta

Memilih Cinta
6


__ADS_3

“tapi aku hanya fans beratmu, aku tidak pernah berharap menjadi pacarmu” gerutu Aihara lagi


“aku tau kau hanya terobsesi denganku, kau menargetkanku kemudian setelah ambisimu terpenuhi kau merasa semuanya menjadi tidak menyenangkan lagi bukan?” tanya Song Hanyu pelan, nada suaranya murung membuat Aihara tidak tega melihat ekspresi wajahnya, walaupun semua yang Song Hanyu ucapkan benar, ia kini memang merasa muak mengejar idolanya terasa tidak menyenangkan lagi seperti dulu.


“Hanyu maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu” kata Aihara lirih, menjadi canggung.


“beri aku kesempatan mengenalmu, dan kau kenalilah aku dari sudut yang lain, bukan sebagai Song Hanyu seorang aktor tapi Song Hanyu kekasihmu” kata kata itu membius Aihara dan sempat membuat jantungnya berdetak kencang.


“Song Hanyu, aku belum pernah berpacaran selama ini dan aku juga tidak pernah dekat dengan pria mana pun, aku hanya bergaul dengan pria di tempatku bekerja, jadi aku tidak tau seperti apa itu pacaran dan harus bagaimana menjalin hubungan” kata Aihara menjelaskan dengan jujur dirinya.


“bagaimana jika kita mencobanya?”


“Song Hanyu aku tidak ingin main main dengan membuang buang waktu berpacaran kemudian putus” Aihara jujur pada Song Hanyu, ia tidak ingin membuang waktu, itulah mengapa ia benar benar tidak pernah tertarik dengan urusan cinta, ia sering melihat teman temannya menangis dan frustasi hanya karena urusan cinta. Ia tidak ingin menyibukkan pikirannya dengan urusan yang hanya menyiksanya.


“menikah, maukah kau menikah denganku?” Aihara terkejut seorang aktor yang telah membintangi puluhan drama dan puluhan film layar lebar sedang melamarnya?


Aihara tertawa menutupi kegugupannya


tak di pungkiri ia gugup karena ini pertama kali ia di lamar dan yang melamar adalah seorang bintang besar. bagai mimpi!!!


“hentikan actingmu Hanyu” Aihara tertawa renyah


Song Hanyu memandangi wajah Aihara lembut, mata tajam dan alisnya yang lebat membuat tatapannya seolah menusuk jantung Aihara, entah apa makna di balik tatapan matanya yang jelas tatapan itu seolah sedang mengharap dan merindukan sesuatu.


“bagaimana?” tanya Song Hanyu


“apanya?” Aihara gugup


“menikah” tanya Song Hanyu


“lalu ketika kita tidak cocok satu sama lain kita akan bercerai dan aku menjadi wanita yang telah bercerai di usia muda? Sungguh mengerikan” kata Aihara ia lelah duduk di lantai jadi ia berdiri


Song Hanyu juga berdiri dan menuntun Aihara keluar dari ruangan itu, mereka duduk di kursi yang berada di balkon kamar itu, memandang langit Shanghai di siang hari dengan gedung gedung pencakar langit.


“tidak akan ada perceraian, umurku 33 tahun tidak ada lagi waktu untukku bermain main”


Aihara mencerna kata kata Song Hanyu, iya mereka terpaut 10 tahun, pasti ini karma karena sering mengatai kakaknya yang menikah dengan bapak bapak. ‘Ya tuhan..... ini pasti karma, ini karma dari kakaknya!!!!’


Hell!!!


“bagaimana?” desak Song Hanyu “jika kau berkata iya aku akan pergi bersamamu ke Indonesia untuk melamarmu”


Aihara bingung tentu saja, sebagian hatinya melompat lompat gadis mana yang tidak senang di lamar oleh pria yang di idolakan, namun sebagian hatinya takut karena ia belum mengenal pria ini


“aku tidak mengenalmu secara pribadi, aku masih takut”


“baiklah, aku akan membawamu ke suatu tempat” kata Song Hanyu


Song Hanyu memakaikan Aihara blezer dan sepatu boat sederhana, serta sebuah topi. Semua itu bukan barang milik Aihara karena masih ada tagnya,

__ADS_1


“Xiao Yan yang memilihkan, aku tidak tau seleramu, nanti kita akan berbelanja kebutuhanmu” kata Song Hanyu


“terima kasih” kata Aihara manis


Song Hanyu hanya membawanya ke sebuah restauran yang sangat mewah dan juga sangat private, mereka makan dengan tidak berbicara banyak setelah puas makan dengan berbagai hidangan khas China yang belum pernah Aihara makan mereka keluar dan Song Hanyu mengemudikan mobilnya ke suatu tempat di atas bukit, ternyata itu adalah sebuah pemakaman.


“aku tidak memiliki orang tua lagi, jadi aku tidak tau kemana harus mengenalkanmu pada keluargaku” kata Song Hanyu “tapi aku masih memiliki seorang kakek, kita akan ke sana setelah ini”


Benar saja mereka datang ke sebuah rumah yang tergolong megah, kakeknya bernama Song Yuan Gun pria yang sudah nampak berumur namun masih tampak bugar, melihat cucunya datang ia sangat senang apa lagi ia bersama seorang gadis.


“kakek perkenalkan ini Aihara calon istriku” kata Song Hanyu “kami terburu buru datang kemari, maafkan kami belum sempat membawakanmu hadiah” lanjutnya, di China jika mereka mengunjungi kerabat yang di tuakan mereka biasa membawa buah tangan sebagai Hadiah


“hallo kakek Song” sapa Aihara sopan sambil membungkukkan badannya, bagaimanapun di depan orang tua Aihara harus bersikap sopan meskipun tidak ingin terlibat sandiwara.


“oh akhirnya cucuku membawakanku calon menantu yang sangat cantik” kata kakek Song “kapan kalian akan menikah?” kakek mengamati wajah Aihara dengan seksama.


“secepatnya kek” kata Song Hanyu agak sedikit tegang karena kakek mengamati wajah Aihara agak berlebihan


Aihara hanya tersenyum sopan sedikit malu malu


“kalau begitu kalian tidak boleh kembali malam ini, kalian harus makan malam dan kalian menginap disini”


“baiklah kakek” kata Song Hanyu sopan


Aihara mencubit paha Song Hanyu pelan nyaris tak terasa, dan Song Hanyu tersenyum penuh kemenangan.


“syukurlah kalian akan segera menikah, kekek sangat senang, tidak masalah kau berasal dari Indonesia, orang orang Indonesia sangat sopan dan berbudaya, aku menyukainya” kata kakek song pada Aihara “niat baik harus di segerakan, apa kau sudah bertemu orang tua cinta?” tanya kakek song pada cucunya


“aku akan ke Indonesia secepetnya kek”


Aihara berdecih dalam hati ‘cih siapa juga yang mau dinikahi’


“ya ya ya, kau harus secepatnya, aku ingin menimang cicit darimu” kata kalek Song membuat wajah Aihara kesal, Song Hanyu meraih tangan Aihara dan membelai belai halus membuat wajahnya semakin bertambah kesal. Song Hanyu menyukai ekspressi itu, ekspressi yang pemarah namun sedikit ketakutan.


Setelah makan malam Song Hanyu membawa Aihara masuk ke dalam kamar, ia berkata itu kamar masa kecilnya. Aihara merebahkan tubuhnya setelah membersihkan tubuhnya, ia memandangi langit langit kamar itu, ia merasa hidupnya berubah dalam sehari benar benar tidak terduga.


Song Hanyu baru saja selelasai membersihkan tubuhnya, ia juga merebahkan tubuhnya di samping Aihara, Aihara sebenarnya merasa risih namun karena mereka berada di kediaman kakek Song ia tak bisa melakukan banyak protes. Song Hanyu mulai bercerita banyak tentang masa kecilnya


“apa kau anak tunggal?” tanya Aihara


“aku memiliki adik perempuan, ia seumuran denganmu” jawab Song Hanyu tiba tiba pandangan matanya menerawang jauh


“oh ya? Dimana dia ?”


“dia telah tiada, meninggal dalam kecelakaan bersama kedua orang tuaku”


“Hanyu maafkan aku” Aihara merasa tidak nyaman karena membuka cerita lama


“tidak masalah itu 10 tahun yang lalu” jawab Song Hanyu, ia meraih tubuh mungil Aihara dan mendekapnya dalam pelukannya “tidurlah” Song Hanyu mengecup kening Aihara.

__ADS_1


“Hanyu, boleh aku bertanya?” kata Aihara


“mmmmm... tanyakanlah”


“apa kau tidur dengan sembarang fansmu?”


“kenapa berpikir begitu?”


“ketika aku bicara bahwa aku hamil kau langsung percaya padaku”


“aku tau sejak awal kau bohong”


“lalu mengapa kau membawaku?”


“bukankah sudah jelas aku tertarik padamu sejak awal melihatmu?”


“apa yang kau lihat dariku?”


“tidak ada, hanya gadis kecil yang aneh” jawab Song Hanyu sambil merapatkan dekapannya jantungnya berdegub kencang, bahkan ia juga merasakan degupan jantung Aihara yang sama sama berdegub kencang.


“yang jelas aku tidak pernah tidur dengan sembarang wanita”


“jadi apa benar rumor di luar sana bahwa kau gay?” tanya Aihara sambil menjauhkan tubuhnya ia berusaha menatap wajah Song Hanyu


“apa kau merasakan sesuatu?” tanya Hanyu sambil menggesek gesekkan sesuatu yang keras di paha Aihara


“Hanyu? Apa itu?” tanya Aihara polos


“kau ingin tau?” Song Hanyu dengan cepat mengambil telapak tangan Aihra dan membawanya ke benda keras itu


“kau tidak sopan” Aihara terkejut karena benda keras itu ternyata....


Ia membalikkan tubuhnya hingga tengkurap, wajahnya terbakar hingga bersemu merah karena malu.


“itu tidak akan menjadi keras di dekatmu jika aku seorang gay” bisik Song Hanyu di telinga Aihara, kemudian ia mengangkat tubuh kecil itu dan meletakkannya di atas dadanya


“tidak perlu malu, kita akan menikah kau bisa memegangnya kapan saja”


“you’re shamless...” umpat Aihara ia menyembunyikan wajahnya di dada Song Hanyu.


Song Hanyu menciumi rambut gadisnya kemudian meletakkan di posisi yang nyaman “tidurlah” katanya sambil memandangi wajahnya dan mulai melumat bibir Aihara, tidak seperti biasa Aihara lebih rilex saat Song Hanyu melumat bibir Aihara secara alami ia membuka mulutnya dan sedikit membalas ciuman Song Hanyu walaupun ciumannya sangat kacau dan berantakan. Ia sedikit mengerang karena ada sedikit rasa nyaman dan gelenyar aneh yang menjalar di tubuhnya.


Setelah ciuman di bibir mereka terlepas Aihara menutupi wajahnya yang memerah dengan telapak tangannya sedangkan Song Hanyu pergi ke kamar mandi, terdengar suara gemercik air mengalir, cukup lama. Aihara tentu saja bingung ‘apa Song Hanyu mandi lagi? Bukankah ia baru saja mandi’ batinnya.


Tanpa aira sadari ia terlelap dalam tidurnya.


Sementara Song Hanyu harus menyelesaikan gairahnya dengan solo di kamar mandi.


__ADS_1


__ADS_2