
Paginya Aihara terbangun karena terasa sangat dingin ia memeluk erat erat selimutnya, dan ia terduduk. Dan segera sadar bahwa ia di dalam tendanya, ia tadi malam tertidur di gendongan Nico.
Aihara bergegas keluar dari tenda dan pergi ke toilet yang tersedia di kawasan itu, ia berniat menikmati pagi menghirup udara segar yang hampir tak pernah ia dapatkan di Jakarta sambil menunggu Nico bangun ia harus mengucapkan terima kasih.
Meletakkan keduanya di pinggang Aihara menghirup udara dalam dalam...
“sudah bangun?” suara Nico sukses membuat Aihara terlonjak
“mengagetkan saja Nico..!” kata Aihara “terima kasih tadi malam” lanjut Aihara
“kamu ngilerin jaketku Ra” kata Nico terkekeh
“nanti ku bawa ke loundry”
“bercanda... serius banget”
“kamu sudah lari berapa putaran?”
“lumayan 10” jawab Nico santai “ayo Ra ikut aku di sana ada sungai kecil, airnya jernih”
Aihara mengikuti dengan patuh sampai ke sungai kecil yang di maksud Nico, benar saja ada sebuah sungai kecil di sekitar situ, Aihara melepaskan sandalnya dan memasukkan kakinya ke dalam air merasakan sensasi dinginnya air yang gemericik di sela sela bebatuan.
“Waaah segarnya jadi ingin mandi di sini” kata Aihara girang sambil berjalan ke tengah tanpa melepas sandalnya.
“jangan ke tengah, licin Ra” Nico memperingatkan, namun baru saja Nico menutup kalimatnya Aihara telah tergelinci dan terduduk di air, memang tidak dalam hanya sebatas mata kaki namun tetap saja celana yang ia kenakan basah hingga ke dalam dalam.
Nico tertawa terbahak bahak melihat keadaan temannya “mandi sekalian Rara” katanya di sela tawanya
“Nic bantu aku, sakit aku tidak bisa berdiri” kata Aihara merengek
Nico bergegas melepas sepatu runingnya dan memasukkan kakinya ke air melangkah menuju tempat Aihara berada dan mengulurkan tangannya bermaksud menolong Aihara, namun Aihara benar benar menariknya hingga Nico tergelincir dan jatuh tepat di atas tubuh Aihara yang kini terlentang dengan kedua siku menahan tubuhnya
Beberapa saat pandangan mata mereka beradu, mereka saling menatap dalam.
“Nico aku basah semua...” guman Aihara membuyarkan suasana hening, jantung Aihara berdebar kencang saat menatap dalam mata Nico
“kamu jahil Rara” guman Nico tanpa mengalihkan pandangan matanya.
“Nico bangun aku berat”
__ADS_1
“tanganku menahan tubuhku, aku tidak **** kamu” jawab Nico masih dengan posisi yang sama “kamu nervous sama posisi ini?” ledek Nico
Aihara mendorong tubuh Nico pelan dengan sebelah tangannya, entak kenapa ia merasa gugup, jelas jelas ia dan Nico sudah sering menjadi partner saat melakukan acro yoga dengan bermacam macam posisi.
Mereka bangkit dengan pakaian basah kuyup, dan berjalan kembali menuju tenda, teman temannya masih tertidur, hanya Rebecca yang telah bangun dan sedang asik melakukan selfie, ia kemudian mengambil foto mereka berdua yang basah kuyup secara diam diam.
“kalian kenapa pagi pagi sudah basah kuyup?” Tanya Rebecca heran
“Nico mendorongku” jawab Aihara jahil sambil tertawa
“kamu Ra yang menarikku...!” elak Nico
“cepat kalian mandi agar tidak masuk angin, kita cari sarapan, dan kembali ke Jakarta” kata Rebecca
Ketika hendak kembali ke Jakarta Denny bermaksud masuk ke dalam range over milik Nico namun Rebecca buru buru menarik tangannya dan memasukkan ke dalam mobil yang di kemudikan Leo.
Aihara cemberut karena merasa terjebak oleh teman temannya sendiri.
“jangan mengira aku sengaja Ra” kata Nico
“aku merasa tidak nyaman kita hanya berdua, mungkin saja mereka menganggap kita.... ada sesuatu”
“kamu selalu santai, dan senyum senyum”
“apa yang bisa ku lakukan? Apa aku harus menangis di depan kamu?” tanya Nico dengan nada bercanda
Sejak pulang dari camping itu Aihara dan Nico hampir setiap bersama hari Nico mengantar dan menjemput Aihara untuk pergi bekerja, memang karena mereka satu arah jadi Aihara tidak masalah. Dan hampir setiap hari mereka pergi olah raga, entah berenang, gym, sauna ataupun yoga.
“Nanti malam anak anak mau berkumpul santai di apartemenku, kamu ikut ya Ra...” kata Nico pagi itu
“oke...” jawab Aihara
“kamu tidak bertanya dulu apa yang akan kita lakukan?”
“bukankah kamu bilang berkumpul santai?”
“oke baiklah...” kekeh Nico
Malamnya mereka berenam berkumpul di apartemen Nico dan Rebecca, ternyata mereka hanya minum anggur sambil main kartu, jelas jelas Aihara tidak bisa melakukan dua hal tersebut ia hanya jadi penonton.
__ADS_1
“Ra main sini” ajak Leo
“gak mau Leo..., yang kalah harus minum, jelas aku pasti kalah dan mabuk” jawab Aihara sebal
“coba satu putaran saja” bujuk Rebecca
“aku ajarin” kata Nico
“nah tu Nico dewa penyelamat kamu Ra” kata Denny
Akhirnya Aihara mencoba beberapa putaran karena Nico mengajarinya dan ia belum merasakan kalah, Bobby dan Leo sudah tak terhitung berapa kali mengalami kekalahan namun mereka masih mampu bertahan karena kemampuan alkohol mereka tinggi.
Hingga tanpa terasa Aihara ketagihan memainkan kartunya dan mulai bermain sendiri
Baru dua putaran ia memainkan sendiri Aihara mengalami kekalahan.
“berani atau minum?”
“sebentar aku bingung” Aihara berpikir beberapa detik “berani saja” jawabnya
“cium Nico!!!” kata mereka berempat serentak
“hah?????” kata Aihara terkejut “gak mau, yang lain aja”
“maksud kamu mau cium aku?” tanya Leo senang
“enak aja! gak mau! aku minum aja”
“gak bisa menawar gitu Ra”
“oh astaga baiklah” kata Aihara, bagaimanapun ia harus sportif.
Rebecca memberikan lipstik merah menyala yang memang biasa mereka kenakan setiap mereka main kartu di tempat itu, akhirnya Aihara telah memberikan tanda merah di pipi Nico tiga kali karena telah mengalami iekalahan beruntun, dan wajah Aihara merah merona! Semua tang bisa melihat dengan jelas, bukan hanya Aihara yang merona bahkan Nico juga merona.
“kali ini aku pilih minum aja” kata Aihara ketika ia kalah ke empat kalinya ia telah berulang kali berusaha mengundurkan diri namun selalu gagal. Merasa frustasi ia memilih minum anggur, ada sensasi manis bercampur sedikit asam di lidahnya namun sedikit membakar saat melewati tenggorokannya, dan ia merasakan sesuatu yang sedikit nikmat dan ingin mengulanginya lagi.
“aku saja yang menggantikan kamu minum” kata Nico saat Aihara mengangkat gelas ketiga , kekalahan beruntun 6 kali benar benar membuktiksn bahwa ia tidak berbakat!!!
“aku masih bisa” Aihara menenggaknya dengan cepat dan tidak lama kemudian ia ambruk di pundak Nico. Tertidur...
__ADS_1
TAP JEMPOL KALIAN 😊😊😊