
“kayanya seneng banget masih pagi udah senyum senyum sendiri” kata pak indra supervisior Aihara
“lagi good mood paak” jawab Aihara senang, memang ia lagi dalam keadaan mood uang bagus, entah karena apa.
“kamu di panggil tu sama direktur, di tunggu di ruang pertemuan” kata pak indra sambil menutup gagang telfon di mejanya
“ngapain sih pak martinus itu...” keluh Aihara, ia bahkan belum selesai mendata beberapa customer yang akan ia jadwalkan untuk bertemu hari ini.
Aihara menyambar tas dan buku agendanya, melangkah menuju lift dan menekan angka 4.
Pasti si bapak tua itu ingin ngobrol seputaran ilmu marketing yang telah di cekokkan padanya selama hampir 5 tahun, atau mengajaknya bermain golf, tapi tidak biasanya ia meminta Aihara menemuinya di ruang pertemuan.
Aihara mengetuk pintu ruangan pertemuan yang sedikit terbuka, mendorongnya dengan lembut dan mulai melangkahkan kakinya, hening hanya suara dari hak sepatunya yang terdengar.
Ia menyapukan pandangan matanya dan menemukan sesosok pria menjulang tinggi dengan setelan jas rapi berdiri membelakanginya menghadap jendela tangannya di masukkan ke dalam saku celananya, jelas Aihara mengenalnya. Song Hanyu!!!!
Dan klik pintu di tutup dari luar, ‘siaaal!!!!’
Aira mengatur nafasnya, ia harus menghadapinya mau tidak mau.
‘cih apa apaan ini, ku kira aku sudah lepas dari pria ini’ batinnya
Song Hanyu berbalik menghadap kan tubuhnya pada Aihara dan memandanginya dengan tatapan rindu
“cinta... apa kabar?” tanya Song Hanyu sambil melangkah menghampiri Aihara
“baik” jawab Aihara tenang
“aku membeli 45% saham di perusahaan ini untuk dapat bertemu denganmu seperti ini” kata Song Hanyu sambil menarik sebuah kursi
“bagus, kalau begitu sekarang anda adalah atasan saya” jawab Aihara ramah “ada yang bisa saya bantu sir?”
“duduklah” Song Hanyu memerintahkan Aihara duduk dan dengan patuh ia menduduki kursi yang di tarik oleh Song Hanyu “aku ingin kau mendengarkan penjelasanku” kata Song Hanyu sambil menarik kursi tepat di samping Aihara duduk
“baiklah” jawab Aihara tenang ‘dua bulan baru menjelaskan? Oh tuhan udah basi’
“cinta dengarkan aku baik baik aku mencintaimu sungguh sungguh mencintaimu, aku melihatmu setahun yang lalu di acara meet and greet setelah lounching film terbaruku kau duduk di kursi urutan ke 3 aku memang terkejut awalnya saat melihat kau begitu mirip dengan Shishi” kata Song Hanyu, Aihara sebenarnya terkejut dengan kata kata itu, namun ia berusaha tenang dan menutupinya.
__ADS_1
“namun saat aku tau kau mulai membuntutiku aku merasa tertarik padamu bukan sebagai Zhang Shishi tapi sebagai kamu, dirimu sendiri, cinta” Song Hanyu meraih telapak tangan Aihara dan menggenggamnya
“maaf sir ini tempat bekerja saya, anda tidak harus menggerayangi tangan karyawan anda” Aihara berusaha menarik telapak tangannya namun Song Hanyu menahannya
“menikahlah denganku, kumohon”
“maaf saya tidak mencintai anda, dan saya bukan Shishi, berhenti membual tentang pernikahan dan mengatakan bahwa anda mencintai saya” kata Aihara tenang
Song Hanyu melepaskan tangan Aihara dan meraih pipi Aihara dengan kedua telapak tangannya “aku tidak membual, aku memang memiliki perasaan hanya padamu, sedangkan Shishi itu berbeda, aku dan Shishi hanya teman masa kecil, kami di jodohkan dan kami menerima, tidak ada perasaan khusus padanya”
“omong kosong” jawab Aihara dengan nada mulai tersulut emosi “kau tidak mencintainya tapi sampai saat ini kau menyimpan fotonya, oke tidak masalah itu foto masa kecil kalian, namun kode ponselmu bahkan tanggal lahir Shishi” kata Aihara penuh kekesalan kali ini ia tak mampu lagi berkata kata tenang tanpa amarah.
“kau bahkan tau kode ponselku?” tanya Song Hanyu sambil tertawa
Aihara membelalakkan matanya galak
“itu tanggal lahir adikku, Song Nianxi kebetulan tanggal lahir mereka sama hanya berbeda 6 tahun, aku akan mengubahnya menjadi tanggal lahirmu”
“bohong...” jawab Aihara singkat sambil memalingkan wajahnya
“nanti akan ku minta sekretarisku mengirimkan data diri Nianxi agar kau percaya”
“karena pria bernama Nico itu? Aku bisa membuat perusahannya bangkrut seketika”
“kau memata mataiku....?!!” Aihara benar benar terkejut kali ini!
“ya aku tau semua, kemana saja kalian pergi, kau bahkan menginap di apartemennya”
“ada kakak perempuannya di sana” bela Aihara
“apa kau pikir pantas seorang gadis yang bertunangan pergi bersama pria lain?” tanya Song Hanyu sambil menyematkan sebuah cincin berlian yang indah di jari manis Aihara
“aku tidak mau ini” kata aira sambil berusaha melepas cincin itu namun Song Hanyu menahan tangannya
“aku sudah melamarmu pada orang tuamu sehari setelah kau kembali ke Indonesia, jadi kita telah bertunangan 2 bulan, satu bulan lagi kita akan menikah”
“aku tidak merasa menerima lamaranmu, pertunangan ini tidak sah!!!” Aihara sedikit berteriak, ia kesal Song Hanyu bahkan telah berkomplot dengan keluarganya, sungguh keterlaluan.
__ADS_1
“baiklah, jika itu maumu maka akan ku buat perusahaan pria yang bersamamu bangkrut dalam hitungan detik”
“kau pria yang menyebalkan” Aihara menepis tangan Song Hanyu “aku tidak tau kau ternyata pria arogan, aku menyesal mengejarmu, menghabiskan waktu dan uangku” desis Aihara benar benar kesal
“aku tidak arogan, aku benar benar ingin memilikimu”
“kau hanya terobsesi padaku!!!”
Song Hanyu membawa tangan Aihara dan meletakkan ke dadanya “apa kau merasakan debaran jantungku? debaran ini karena aku jatuh cinta padamu bukan terobsesi olehmu” Aihara terdiam, memang benar ia merasakan debaran jantung Song Hanyu yang tidak berirama dan sangat cepat
Aihara tetap dengan ekspresii galak dan angkuhnya tidak berubah sedikit pun hingga Song Hanyu mengambil opsi terakhir untuk membujuknya
“kakek berada di Indonesia, ia ingin bertemu denganmu” kata Song Hanyu ia berharap banyak dari strategi ini.
Aihara tetap diam mengatupkan bibirnya
“apa kau tega membiarkan kakek tua itu tanpa menemuinya? Ia bahkan rela terbang jauh hanya untuk melihatmu”
“baiklah di hotel mana aku akan menemui kakek Song” jawab Aihara kaku
“kita akan ke sana”
“tidak aku akan ke sana menggunakan taxi”
“cinta menurutlah”
“Hanyu, ini jam kerja dan aku tidak ingin kita terlalu mencolok di sini. Mengertilah sedikit” Aihara benar benar kesal
“baiklah, aku akan menunggumu di sana” Song Hanyu meraih Aihara ke dalam pelukannya dan memeluknya erat erat
“Hanyu kau membuatku sesak nafas” Aihara meronta dan melepaskan dirinya dari pelukan Song Hanyu kemudian meninggalkan Song Hanyu dengan sangat kesal tanpa menoleh sedikit pun pada Song Hanyu.
‘apa apaan? Bertunangan? Menikah?’
NOOH YANG KEMARIN NANYAIN NICO 👆👆👆👆
__ADS_1
👍😁 tap jempol kalian