memilih mu

memilih mu
eps 11. malaikat


__ADS_3

baiklah sampai dimana tadi.!!


ahhh,. tiket pesawat." gumam jisu.


jisu membuka ponselnya mengutak-atik memesan sebuah tiket pesawat tujuan thailand.


setelah mendapat keiinginanya ia segera mengemasi barang-barangnya karna pesawat akan lepas landas dini hari pukul 9 malam.


mari berkemas." semangat jisu membara sambil mengangkat kedua tanganya tingi-tingi.


kringggg kringgg.


deringan ponsel namjun membuat seisi ruangan yang tengah melaksanakan sebuah rapat menjadi hening.


lanjutkan ." ujar namjun sambil menutup ponselnya.


rapat kembali di laksanakan sampai selesai.


tibalah namjun di ruanganya. ia kemudian merogoh kocek sakunya mengambil sebuah ponsel.


tutttt tuttttt tutttt


suara ponsel yang tersambung namun belum kunjung di sambut. namjun mencoba percobaan yang kedua.


apa." ujar nyonya fanny ketus.


namjun menghembuskan nafasnya dengan pelan lalu menjawab.


apa kabar ma." ujar namjun nada lembut.


jangan banyak tanya. dasar anak durhaka kapan kau kembali ke rumah utama." ketus nyonya fanny.


hari ini aku kembali.!!


mama jangan seperti ini nanti bisa berakibat buruk untuk kesehatan." ujar namjun lirih.


ya ya!!!


bukankah lebih baik aku tiada jadi kau bisa menikahi wanita itu kan." ketus nyonya fanny.


mama jangan seperti ini.!!


memangnya salah dita apa pada mama sampai mama begitu membencinya." ujar namjun frustasi sambil menatap kaca transparan ruanganya.


aku tidak membencinya hanya saja aku tidak menyukainya." ujar nyonya fanny.


cepatlah kembali mama mau membicarakan suatu yang penting." ujar nyonya fanny lalu menutup telponya.


sambungan telpon dimatikan.


namjun mendengus kasar. sambil mimijit pelipis kepalanya.


tak lama yurri masuk memberikan sebuah amplop.


dari siapa.."ujar namjun


seorang kurir memberikanya atas nama anda." ujar yurri

__ADS_1


namjun kemudian membuka amplop tersebut yang berisikan permintaan maaf dari sang kekasih yang mau mengakhiri semua hubungan mereka.


dita juga menuliskan jangan pernah mencarinya karna ia mengiginkan kebebasan.


brakkkkkkk....


gebrakan meja membuat yurri kaget dan pelakunya adalah namjun sang atasan.


YURRI...!!


cepat cari dimana keberadaan dita sekarang.


jangan berani menghadapku jika kau belum membawanya kemari." ujar namjun tegas.


baik tuan." ujar yurri membungkukan badanya lalu bergegas pergi.


MAMA...


namjun mengepalkan kedua tanganya.


ia segera pergi meningalkan perusahaan dengan penuh amarah.


namjun mengendarai mobilnya dengan kecepatan di luar batas berkendara.


sampailah ia pada perempatan lampu lalu lintas yang menunjukan warna merah.


namjun yang tak sabaran berniat menerobosnya.


namun tak disangka ada seorang wanita yang tengah menyebrang di zebra cross.


tinnnnnnnnnn....


sitttttttttt....


kepala namjun terbentur setir kemudinya.


hati yang berdebar dan nafas yang tak beraturan namjun memberanikan diri melihat ke depan.


seorang wanita tengah berdiri di depan mobil yang jaraknya hanya sejengkal dari sentuhan.


wanita tersebut diam mematung sambil menutup matanya.


namjun kemudian turun dari mobilnya memastikan keadaan wanita tersebut.


anda tak apa-apa nona." ujar namjun memegang bahu jisu.


ya aku baik-baik saja."ujar jisu yang masih syok dengan sura terbata-bata tanpa menatap namjun.


jisu berdalih menatap namjun.


namun reaksi jisu di luar ekspentasi.


aaaaakhhhhh.....


teriak jisu sampai membuatnya jatuh terduduk.


apa yang terjadi." ujar namjun heran sambil berlutut memastikan keadaan jisu.

__ADS_1


apa aku sudah mati." ujar jisu panik sembari memeriksa bagian tubuhnya.


apa maksudmu.


tentu saja kau masih hidup." teriak namjun menguncang bahu jisu.


tak mungkin kau pasti bohong.!!


buktinya aku sedang bertemu malaikat sekarang." ujar jisu


dimana." heran namjun melihat kiri-kananya.


tentu saja di hadapanku...." ujar jisu menatap namjun.


sadarlah nona aku bukan malaikat ." ujar namjun membantu jisu berdiri.


biar aku mengantarmu pulang." ujar namjun menuntun jisu masuk ke dalam mobilnya.


jisu hanya bisa mengikuti langkah namjun


dengan hati yang masih bertanya-tanya.


di mana rumahmu nona." ujar namjun menghidupkan mesin mobilnya.


tak jauh dari sini di jalan xxxx." ujar jisu sambil menatap namjun heran.


mobil melaju dengan kecepatan sedang


memecah jalanan.


benar anda bukan malaikat." ujar jisu polos menatap namjun.


apa yang kau bicarakan nona." heran namjun


 


jisu masih tak percaya. ia memutuskan untuk mengambil nafas panjang lalu menahanya sampai ia kehabisan udara dengan tatapan lurus pada wajah namjun.


 


huhhh huhhh huhhhh....."


jisu memegang dadanya dengan nafas tak beraturan.


apa yang kau lakukan." teriak namjun heran lalu menghentikan mobilnya.


Aaaaaa......


aku masih hidup ." teriak jisu girang dengan wajah polosnya.


kita sudah sampai.!!


sekali lagi maaf kan aku nona." ujar namjun menatap arah jisu yang masih kegirangan.


ya tak masalah yang penting aku masih bisa merasakan udara dan melihat dunia.!!


terimakasih maaf merepotkan." ujar jisu turun dari mobil namjun.

__ADS_1


__ADS_2