
dengan berbagai cara untuk menolak agar tidak menerima sesuatu dari seseorang yang tidak kita kenal atau merasa akrab dengan orang itu bukan lah sesuatu yang mudah begitu juga dengan marni.
walau pun berbagai cara untuk mencoba menolak pemberian lelaki yang menyodor kan saputangan untuk nya walau dalam bentuk pertolongongan namun terasa sangat tidak enak hati .
"ambil aja gue enggak simpan kok , obat bius ?"
ujar rahim masih belum menyerah dengan tujuan nya.
"maaf tapi , kita tidak saling kenal jadi aku tidak bisa menerima ini?" tolak marni halus dengan tangan nya memindah kan lagi saputangan itu kembali ke tangan nya rahim.
namun belum sempat ia betul -betul menyimpan nya di tangan pria itu.
rahim kemudian dengan sigap berdiri dan berjalan menuju pintu bus dan melompat keluar dari dalam bas tanpa menyetop bus itu terlebih dahulu.
"e-eehhh, jadi bagai mana dengan ini?" ujar marni sambil mengangkat sapu tangan yang sempat terjatuh itu dengan sedikit menjerit soal nya pria yang tidak di kenal nya itu sudah pun berada di luar daripada bus.
namun bus belum sepenuh nya menjauh marni dengan reflek mengeluar kan kepala nya dari jendela kaca yang memang di sebelah nya.
"jadi mas ,saputangan nya bagaimana ?"
" itu buat lu aja ?tapi percaya lah kalau jodoh pasti kita bakalan ketemu lagi dan saputangan itu yang akan menjadi buktiii....?" rahim membalas ucapan marni dengan teriak yang tak kalah kuat nya ,namun dalam jeritan nya ada suara dan doa yang terpancar jelas bahwa perkataan terakhir yang ia ucap kan adalah sebuah janji yang harus ia tepati.
sedang kan marni yang kaget atas ucapan yang di lontar kan oleh lelaki yang bahkan ia sendiri tidak mengenal nya dan bukan hanya itu saja nama pria dan juga rupa pria itu aja ia juga tidak mengetahui nya.
"ada aja deh orang jaman sekarang datang bagaikan petir sekali pergi hanya hujan yang menjadi pertanyaan bumi."
"ada -ada aja deh?" ujar marni menggeleng -geleng kan kepala nya.
dalam perjalanan sepersingakatan drama yang terjadi kini bus melaju dengan sangat cepat sesekali berhenti untuk persinghan .
"pak setop pak di simpan depan panggkaln marin pak?" ujar jumran yang duduk di sebelah pengemudi bus.
*****
"hurt.....cape kali ?" ujar cika merenggang kan otot nya.
setelah turun dari bus semua nya memilih untuk kekamar masing -masing.
__ADS_1
"mar ,nanti malam kita berangkat nya bareng aja ya? soal nanti chef man yang jemput mau ya?"
panggil cika yang kebetulan beriringan dengan marni.
"kita liat nanti aja ya ? soal nya takut sahrul ngajakin bareng dia cik?" jawab marni asal memudin melangkah ke kamar nya.
"duh.....cape kali ,kaya gini kan nyaman ?"
gumam marni seraya merentangkan badan nya di ats tempat tidur.
oleh sebab terlalu capeh dan lelah membuat ia dengan mudah memejam kan mata nya dan benar saja tanpa menunggu waktu lama marni pun menuju ke alam mimpi nya tanpa membersih kan diri terlebih dahulu.
hingga ia melewat kan suara panggilan hand fon yang berbunyi nyaring yang berasal dari dalam saku hand bag yang di bawajalan petang tadi.
sedang kan di lain tempat sahrul yang risau akan keadaan nya terus mengutuk nya.
"marni nya kemana sih ,ini acara nya sebentar lagi mau mulai lagi dia kok enggak nongol-nongol sih itu anak?"
"apa jagan - jangan dia ketiduran lagi ya? benar -benar kebiasaan deh ?"
******
lenguh marni panjang kemudian menyedar kan ke semua sisi namun semua yang ia nampak hanya lah gelap gulita.
"i-iinii diaman ni kok gelap banget ?apa jangan -jangan .....?" ucapan nya terhenti saat ia kehabisan omsigen .
"aduh....kok aku nya jadi sesak nafas sih ? bagai mana ini hp aku dimana ya ?aku engga liat apa -apa lagi ?"
huh....huh..huh....?" ujar marni sesekali menarik panjang nafas nya.
"bigini yang bikin aku jadi heboh ni kalau hp nya jauh -jauh mana ini asma pada kambuh lagi huh.....huh..
huh..." masih dengan nafas satu dua .
namun keriuhan dari arah luar terdengar seperti orang -orang yang berlari mengejar orang.
walau dalam keadaan remang marni masih melihat cahaya lampu dari arah luar melalui celah tingakap.
__ADS_1
"duh kaya nya seseorang mencoba membuka cendela kamar deh ? duh bagaimana ini manalah hp aja belum ketemu gimana mau hubungin sahrul?" suara marni bergetar dalam berucap.
"bagus aku cari salar lampu aja deh biar aku bisa nyalain lampu nya?"
sedang mencari keberadaan saklar tiba -tiba pintu jendela terbuka lebar dengan muncul nya seseorang pria yang menggunakan masker yang menutupi wajah nya .
dengan mengambil kesempatan menggunakan cahaya dari luar dengan gerakan cepat marni menekan saklar lampu yang ada di sebelah meja yang berada tidak jauh dari jangkauan tangan nya.
dengan lampu yang tiba -tiba menyala bertepatan dengan pemuda itu menutup kembali jendela dengan cepat .
"aaaa....aumph...?" jeritan marni tertahan karena pria itu dengan cepat menutup mulut nya mengunakan tangan kanan nya sedang kan tangan kiri nya ia gunakan untuk menahan tangan marni yang mencoba memerontak.
"husssh....jagan teriak gue janji engga bakalan ngapa -ngapin lu dan gue juga cuma sebwntaran doang kok?"
ujar pria itu masih dengan membekap mulut marni.
setelah merasa tiada bantahan dari marni pria itu mencoba melepas kan bekapan nya dari mulut marni namun tidak dengan tangan nya.
namun tidak sengaja marni dengan sangat kasar melepas kan sebelah tangan nya dari tangan pemuda tersebut hingga terkena pada bekas luka di bahagian dada nya yang di dapat akibat perkelahian nya beberapa saat yang lalu.
"auhhh....?" rigis pria tersebut akibat ulah dari tangan marni membuat kan dara segar berloba untuk keluar .
"emm...ma-maaf aku engga sengaja ,biar aku obatin ya? kamu tunggu bentar aku ambilin obat nya?"
ujar marni gugup sekalian merasa bersalah .kemudian berlalu ke arah kamar mandi dan membawakan sebuah handuk kecil dan penggayung mandi dan jngan lupa pencuci detol untuk membersih kan bekas luka agar kuman tidak mengembang biak .
"emm....,apa baju kamu bisa di buka atau gimana ? maaf tapi aku tidak terbiasa dengan seseorang di dalam kamar ku apa lagi lelaki ?" ujar marni mencoba berterus terang atas ke gundahan hati nya.
"apa kamu mempunyai kotak p3 atau sejenis nya.?"
bukan nya menjawab pertanyaan marni pria itu malah balik bertanya seolah marni tidak berkata apa-apa berusan.
"tu-tunggu sebentar aku ambil kan ?"
sesaat Kemudian marni datang membawa sedikit kapas yang biasa ia gunakan untuk membersih kan muka setelah menggunakan mencuci clear pada wajah nya.
dan juga dua bungkus stempel luka yang semang nya ia letak di dalam tas nya.
__ADS_1
"kamu bisa keluar sebentar jika tidak ingin melihat ku namun aku menghargai mu sebagai wanita yang harus di jaga maruah nya?" ujar pria itu tanpa melihat kearah marni.