
Setelah acara pernikahan telah usai jisu di bawa ke rumah utama keluarga harda.
Di dalam perjalanan jisu tengah melamun memikirkan sesuatu yang tengah menganjal di pikiranya.
Bagaimana bisa dia orangnya.!!
Malaikat surga aaaaggghhh.!!!. Batin jisu
Sambil mengigit bibirnya.
Aaaahh menyebalkan. " gerutu jisu memukul kursi mobil.
Maafkan saya nona. " ujar supir yang bernama feri dengan wajah khawatir.
Aah bukan anda yang saya maksud. " kekeh jisu kaku.
Sang supir hanya mengangukan kepala.
Lalu suasana kembali hening.
Jisu kembali mengingat bagaimana ciuman pertamanya dicuri.
Bayang-bayang namjun yang menciumnya dengan sangat ganas yang hampir membuat bibirnya terluka.
Jisu meraba bagian bibir bawahnya yang terasa perih akibat gigitan namjun.
Aaghh menyebalkan.!! Batin jisu.
Ciuman yang seharusnya romantis penuh kesan yang di mulai dari menutup mata dan menikmati momen indah justru berubah menjadi ciuman pertama yang membabi buta.
Aaaaaa dasar pria gila.!!!! Teriak jisu.
Teriakan jisu memebuat supir yang berusia 40an itu sukses terkejut hingga mengerem mendadak yang mengakibatkan jisu terbentur ke kursi kemudi karna ia tak memakai sabuk pengaman.
Maaf nona anda baik-baik saja. " ujar supir.
Aaawww sakit. " ujar jisu memegang bagian kepalanya yang terhantuk.
Sementara di sisi lain namjun yang engan satu mobil dengan jisu memilih pulang dengan mobil yang lain dan yurri sebagai supirnya.
Citttttttt..
Yurri mendadak menginjak rem hingga namjun sedikit terhentak dari kursinya.
Maaf tuan anda baik-baik saja. " ujar yurri melihat namjun di kursi belakang.
Namjun yang terkejut sedikit mengalami
Sakit di bagian pungungnya.
Aku baik. " ujar namjun sambil memegang pungungnya yang sedikit nyeri.
__ADS_1
Apa yang terjadi. " ujar namjun membenahi kembali duduknya.
Sepertinya terjadi sesuatu dengan mobil yang membawa nyonya muda.
Saya akan memeriksanya. " ujar yurri hendak memebuka pintu mobilnya namun di halangi namjun.
Biarkan saja. " ujar datar namjun
Tapi tu-. " ucapan yurri terpotong.
Mau membantah atasanmu.!!
Mereka akan baik-baik saja. " ujar namjun dengan menyilangkan tangan di dadanya.
Taklama mobil jisu kembali melaju di ikuti mobil namjun dari belakang.
Membutuhkan kisaran waktu beberapa menit untuk menuju kediaman keluarga harda yang letaknya lumayan agak jauh dari tempat pelaksanaan pernikahan.
Mobil sampai di depan gerbang utama yang terlah terbuka.
Perlahan mobil mulai melambat dan berhenti di depan pintu utama.
Nyonya fanny tengah berdiri di depan pintu untuk menyambut kedua mempelai dengan senyum merekah.
Perlahan jisu turun dari mobilnya
Lalu ia menatap semua yang berada di sekelilingnya.
Jisu terus melangkah hingga ia sampai di hadapan nyonya fanny yang berada di
Muka pintu yang tergah bersiap menyambut kedatangan menantunya.
Nyonya fanny memeluk hangat jisu.
Aah sayang apakah kau lelah. " ujar nyonya fanny melepaskan pelukanya.
Jisu hanya senyum dan mengelengkan kepalanya menatap nyonya fanny.
Lalu nyonya fanny berdalih memeluk namjun yang sedari tadi berdiri di belakang jisu.
Anak tampan mama. " ujarnyonya fanny memeluk erat namjun.
Namjun pun membalas pelukan hangat ibunya.
Sudah puas sekarang ma. " ujar namjun datar sambil melepas pelukan mereka.
Terntu. " ujar nyonya fanny mengacungkan kedua jempolnya.
Namjun berdalih menatap jisu namun jisu yang sedari tadi hanya menundukan kepalanya tak berani untuk menatap siapapun.
Nyonya fanny yang sadar akan tatapan namjun menyarankan mereka untuk beristirahat di kamar mereka.
__ADS_1
Jisu melangkahkan berat kakinya menginjak anak tangga menuju kamar pengantin dengar raut sendu.
Perlahan ia meraih gagang pintu kamar dengan tangan yang gemetar.
Dan perlahan ia masuk ke kamar dengan suasana gelap gulita.
Jisu kemudian mencari tombol lampu.
Setelah ia menekan tombol tersebut lampu kemudian menyala dengan memperlihatkan namjun yang tengah menyandar di dinding di didekatnya sambil menatap lekat dirinya.
Jisu yang kaget perlahan mundur satu langkah dengan namjun yang maju satu langkah.
Jisu yang panik tak menyadari bahwa badanya sudah membentur tembok.
Namjun segera mengunci pergerakan jisu.
Perlahan namjun mendekatkan wajahnya hingga meny8sakan beberapa centi saja.
Namjun bisa merasakan nafas jisu yang terengah-engah karna ketakutan.
Di tatapnya wajah jisu, Di belainya pipi halus jisu.
Jisu hanya bisa pasrah dengan memejamkan matanya.
Tubuh jisu semakin bergetar karna merasakan tubuh namjun yang mulai menempel padanya.
Barapa. " ujar namjun lirih sambil mengelus pipi jisu.
Jawab aku.!!
Kau memiliki mulut kan. " ujar namjun mencengkram dagu jisu.
Jisu yang kaget membuka matanya menatap namjun.
Dan tatapan keduanya pun bertemu.
Apa maksudmu. " ujar jisu menatap namjun intens.
Cihhh...
Melepaskan dagu jisu kasar hingga membuat jisu meringis memegang dagunya.
Dasar murahan..!!
Apakah kejadian kemarin itu sabotase dirimu.
Jika benar woow kau sangat licik.
Bebat sekali kau bisa mempengaruhi ibuku. " ujar namjun dengan bertepuk tangan.
Bersambung...........
__ADS_1