memilih mu

memilih mu
eps 7. ishhh gila


__ADS_3

huuhhhh.huhhh.huhhh


aku kehabisan nafas." ujar jisu memegangi dadanya.nyonya fanny terheran melihat tingkah laku jisu.


apa yang terjadi. apa kau mempunyai riwayat sakit jantung atau yang lainya."ujar nyonya fanny panik mendekati jisu sambil merangkul badanya.


aish gila ternyata aku tidak sedang bermimpi.


siapa saja tolong aku bawa aku pergi dari sini atau sembunyikan aku di kantung saku seseorang. kumohon." batin jisu


fanny semakin panik melihat jisu yang diam saja sambil memegang dadanya memandang langit yang biru.


apa yang terjadi sayang, kau baik-baik saja." ujar fanny panik sembari menguncang bahu jisu.


jisu yang tersadar akan guncangan badanya membuyarkan lamunanya.


yaaa


ahhhh..


aku baik-baik saja tante ." ujar jisu kaget.


fanny yang masih panik berusaha menenangkan jisu dengan mengelus pungungnya. kemudian berdalih memandang Nella.


Nella ambilkan air." ujar nyonya fanny masih mengelus pundak jisu.


Nella segera menuruti perintah yang di berikan padanya. taklama ia kembali membawa sebuah nampan yang berisi air putih dan sebuah tablet vitamin.


ini nyonya." ujar Nella menaruh nampan di atas meja.


nyonya fanny menyuruh jisu meminum tablet vitamin namun jisu menolak dan meyakinkan nya bahwa ia baik-baik saja.


dengan sedikit paksaan akhirnya jisu mau menuruti permintaan nyonya fanny meminum vitamin tersebut.


sudah baikan ." ujar nyonya fanny menatap jisu.


ya aku baik-baik saja." jawab jisu meyakinkan.


bagaimana kau sudah memutuskanya." ujar nyonya fanny.


aammmhhh...


baiklah aku-" ujar jisu namun kata-katanya terpotong.


baiklah bersiaplah pernikahan 3 hari lagi akan menungumu." ujar nyonya fanny dengan senyum kemenangan.

__ADS_1


tidak maksudku aku akan berusaha melunasi hutang yang mengatas namakan diriku." ujar jisu.


eummm...


ternyata begitu baiklah aku menungu besok." ujar nyonya fanny kecewa.


emmmm....


bisakah tante memberiku waktu tiga hari untuk melunasinya." ujar jisu dengan nada rilih.


nyonya fanny yang merasa iba denga nada bicara jisu akhinya hanya bisa meng iyakan permintaannya.


baiklah waktumu hanya tiga hari." ujar nyonya fanny sambil berdiri dari kursinya meningalkan jisu yang masih duduk termenung.


jisu hanya menatap kepergian wanita paruh baya tersebut dengan wajah sedu.


jisu pun berdiri dari kursinya melangkah pergi meningalkan tempat yang menjadi alasan kesedihanya hari ini.


sampailah jisu pada pintu utama rumah yang megah tersebut dengan pikiran yang melayang entah kemana.di ikuti Nella dari belakang yang sedari tadi mengekorinya.


jisu hendak pergi namun Nella mencegahnya .


maaf nona biar saya antar pulang." ujar Nella


Nella memandu jisu ke mobil dan membukakan pintu seperti sebelumnya.


mobil kemudian melaju meningalkan rumah megah tersebut menuju gerbang utama.


dalam perjalanan jisu masih terngiang-ngiang dengan suara 1,3 milyar. ia menguncang-guncang kepalanya mengusir suara tersebut.


maaf nona.


nona baik-baik saja." ujar Nella.


ya ." jawab jisu singkat kemudian memejamkan matanya guna mengusir kegundahan hatinya.


ting....


bunyi sebuah pesan yang masuk di ponsel Nella. kemudian Nella membukanya tertulis di ponsel pesan dari nyonya besar.


yakinkan dia untuk menerima tawaran kita


dan pantau terus aktivitasnya agar dia tak bisa mendapatkan uang itu bagaimanapun caranya bila perlu hubungi seluruh temanya maupun seluruh penyalur pinjaman dana di negara ini.


pesan berakhir.

__ADS_1


Nella kembali menaruh ponselnya dan berpikir keras cara meyakinkan jisu.


ahahhh....Nella mendapat sebuah aidie


ekhemmm.


nona boleh saya memberi saran." ujar Nella melihat kaca depan mobil yang memperlihatkan jisu tengah bimbang.


apa ."ujar jisu membuka matanya mendengarkan seksama saran Nella.


menurut saya nona turuti saja permintaan nyonya besar, lagi pula tak ada ruginya dengan menikahi tuan pimpinan anda akan hidup dengan kemewahan dan kehidupan yang terjamin." ujar Nella dengan fokus setir.


aishhh saran gila." ujar jisu mendengus sebal.


aku tak membutuhkan harta dan kemewahan kehidupanku sudah cukup seperti ini saja.


dan jangan memberi saran yang menjerumuskanku." ujar jisu sebal


jika kau mau memberi saran. bantulah aku mencari solusi uang yang banyak itu." ujar jisu menatap kursi kemudi Nella dari belakang.


maaf nona.


walaupun anda meminjam uang dari teman maupun pihak bank jumlahnya tak akan mencapai angka tersebut." ujar Nella mencari alasan.


bukankah begitu nona." ujar Nella senyum kemenangan.


ahhhh...diamlah


kau mematahkan semangat juangku." ujar jisu frustasi.


Nella yang sedari tadi memperhatikan jisu dari depan mengembangkan senyum penuh kemenangan.


ahhhhhhh......


siapa saja tolongggg......


pinjamkan aku uang .......


hiks hiks hiks..... " batin jisu


cieeee ada yang sedang galau nihh


ckckckckckck ." batin Nella


keheningan terjadi dengan jisu yang bergelud dengan pikiranya dan Nella yang fokus menyetir.

__ADS_1


bersambung.............


__ADS_2