
"kamu apaan sih rul !kok jadi aneh gini ?pemudah tadi itu tiada niat apa - apa loh ,dia kan cuma pengen kenalan apa salah ya? "
"ya salah lah ? jelas salah tau enggak?" lain kali kalau orang yang sok akrab padahal kenal aja bukan enggak usah di ladenin ingat itu?"
sekarang kedua sahabat itu sudah berada di dalam mobil yang hendak membawa mereka berdua ke tempat tujuan .
seakan tak rela marni rapat dengan pria lain selain diri nya dan juga rangga sahrul dengan sangat tiba- tiba melarang sahabat wanita nya itu dekat dengan pria lain.
"kamu kenapa sih rul akhir - akhir ini sikap kamu ke aku berbeda bangat enggak kaya biasa sebenar nya kamu nganggap aku apa sih?" kali ini marni hanya diam dan menatap ke arah luar jendela sesekali berbicara melalui hati nya.
"sikap kamu kek gini membuat aku merasa bersalah tau enggak sama winda ,aku ngerti bangat posisi dia saat ini apa lagi rangga juga dekat bangat sama winda seolah sakit yang winda rasa itu aku rasa sekarang ini bila melihat rangga dekat bangat sama winda?"
lagi marni hanya berbicara dalam hati sesekali ia melihat ke arah sahrul yang juga melayani perasaan nya sendiri .
selama dalam perjalanan tiada siapa membuka bicara sehingga akhir nya mobil yang di kendarain sahrul sampai ke tempat tujuan
marni yang sememang nya tertidur di separuh perjalanan sengaja tidak di bangun kan oleh sahrul ,bahkan sekarang lelaki itu makin menatap nya dengan perasaan yang sulit di artikan.
"mar , aku engak tau kenapa berada di dekat kamu rasa nya senyaman ini seakan kamu mengembalikan semua kenangan yang pernah aku lewati bersama syasa ? aku nyaman mar ,nyaman bangat?"
ujar sahrul dengan suara yang sangat pelan bahkan tidak mengeluar kan suara sedikit pun.
" aku enggak tau perasaan apa yang aku rasa kan yang pasti aku enggak mau ada orang lain yang menyakiti kamu , aku bakalan ikut terluka mar?" lagi hanya mampu berujar dengan pelan . akhir nya ia memutus kan untuk membangun kan sahabat wanita nya itu namun apa lah daya pandangan nya yang tak dapat di kontrol bahkan sahrul sendiri tidak tau dapat keberanian dari mana ia pun memajukan wajah nya hanya tinggal beberapa senti lagi wajah mereka saling menyentu namun tiba - tiba .
"aaaa kamu mau ngapain hah?" jerit marni tiba- tiba membuat sahrul dengan cepat menjauh kan wajah nya bahkan sedikit gugup saat ini.
"apaan sih geer bangat !aku cuma mau bangunin kamu ,asal kamu tau kamu tidur itu kaya karbau yang lagi kekenyangan ?"
jawab sahrul tak kalah jutek nya sesekali pemuda itu mengutuk diri nya dalam hati.
"aduuu kamu kenapa sih rul kalau ketauan tu anak tadi bisa berabe kamu ?"
namun sayang kejadian beberapa saat yang lalu ternyata di saksikan sendiri oleh rangga yang sememang nya menunggu kedatangan kedua sejoli itu.
dengan langkah cepat rangga menghampiri mobil yang di kendarai sahrul dengan keadaan marah ia memukul beberapa kali jendela mobil sehingga membuat kedua insan didalam menjadi syok sekalian kaget akan ulah rangga.
"rul keluar cepatan !woi dengaar enga keluar kamu !" jerit rangga yang kini sudah di kuasai oleh amarah.
marni dan sahrul sedari tadi asik perpandangan dalam diam pun membuka pintu mobil dengan cepat.
"lo kenapa teriak kaya orang gila hah ! kalau lo ada masalah ama gue engga usah pake cara kaya gini kuping gue juga masih bisa dengar kok!" balas sahrul yang tidak terimah oleh sikap sepupu nya itu.
__ADS_1
namun rangga mengabaikan ucapan sahrul ,kini dia melangkah ke samping mobil di mana marni yang berdiri dalam takut .
"ohh, jadi gini kamu di belakang aku ?kata nya teman kok kaya demen ya , apa aku saja yang merasa kalau kamu emang perempuan enggak jelas tau engga !" tutur rangga dengan senyum yang mengejek dan sesekali ia menunjuk marni menggunakan jari telunjuk nya.
sungguh perkataan yang begitu menyakit kan yang barusan rangga ucap kan terhadap marni .
marni kini sedang syok sekalian bingung akan kejadian tiba -tiba yang rangga lakukan baru sebentar tadi kini lelaki yang berstatus pacar nya itu malah kini memaki nya dengan kata -kata kasar.
"ga ,maksud kamu apa ngomong kaya gini sama aku hah, salah aku di mana ujar marni tidak bisa menahan air mata nya hiks....hiks .....hiks kamu tega tau enggak ngomong kaya gini ke aku hiks....hiks....hiks...."?
sedang kan sahrul yang tidak terima sahabat nya di gituin sama sepupuh nya melangkah dengan cepat kemudian mendarat kan sebuah pukulan di wajah rangga buk.....? sekali lagi lo ngomong kasar sama marni gue habisin lo?"
ucap sahrul dengan penuh penekanan dalam setiap kalimat.
"udahhhh -udahhhh kamu berdua kaya anak kecil tau enggak sebenar nya mau kamu apa sih ga ,datang -datang trus marah -marah sama kita hiks.....hiks...hiks....?"tutur marni dengan suara serak .
"mau tau kesalahan kamu apa mar, mau tau ! dengan kamu yang selalu di prioritas kan oleh dia itu ngenyakitin winda kamu tau itu ? winda itu sakit mar tapi dia bela -belain datang ke pesta itu agar bisa dekat dengan sahrul terpaksa harus pulang dengan bawa kekecewaan tau engga dan itu semua karena kamu yang selalu di nomor satukan oleh dia!"
tutur rangga penuh amarah yang sudah meluap dari ubun -ubun nya bahkan wajah nya yang memerah seolah ingin memakan orang hidup-hidup.
sedang kan sahrul yang mendengar itu tiada respon atau pun berkutik dari tempat nya bahkan mengangkat pandangan untuk melihat ke arah depan saja rasa nya berat sekali.
sedangkan marni yang mendengar ucapan rangga kembali pecah tangisan nya.
bagaimana tidak rangga berbicara seperti itu seolah marni disini yang menjadi punca semua permasalahan ini .jadi bagaimana pula dengan rangga yang selalu nomor satukan winda.
"hiks....hiks....hiks....bagaimana dengan kamu ga ,yang selalu mentingin winda di banding aku ga ? aku juga sakit disini aku juga terluka di sini bahkan aku juga punya persaan cemburu sama kaya winda ga apa kamu perna tau itu aku kecewa sama kamu hiks....hiks...hiks..."
rangga mendengar pengakuan marni hanya menatap kosong ke arah wanita yang beberapa bulan ini mengisih hati nya namun ia masi bingung akan perasaan nya itu.
" mulai malam ini kita putus "dengan cepat marni mengeluar kan perkataan itu kemudian melangkah menjauh nmaun sebelum nya ia kembali berjalan di depan rangga dan ..." plak ...sebuah tamparan yang mendarat di pipi nya.
"aku emang rapat sama sahrul namun aku tau batas nya dan kamu harus tau aku itu wanita yang di besar kan dengan adat dan agama yang kuat jadi aku tau mana baik dan mana yang buruk dan aku juga bukan wanita yang seperti kamu pikir kan di dalam pikiran mu yang kotor itu" tutur marni meluap kan segala sakit yang ia rasakan.
kemudian ia berjalan melewati rangga begitu saja .kemudian ia berhenti seketika di depan sahrul dan bicara hal yang membuat sahrul makin merasa bersalah.
"dan kamu rul kita emnag kawan namun winda itu calon istri kamu ,jangan kan winda wanita mana saja akan sakit jika kekasih lebih prioritas kan cewe lain begitu juga dengan aku jadi aku saran kan mulai esok bah kan seterus nya kita enggak usah lagi ketemuan kaya gini sebab ujung -ujung nya aku tetap akan di cap sebagai plakor dan aku tidak mau jika itu terjadi ?" setelah mengucapkan kan kalimat itu marni kemudian meninggal kan mereka berdua yang hanya melayan perasaan masing-masing.
----------------------
"tega kamu ga sama aku ,aku bahkan tidak pernah menyangka kamu akan berubah se cepat itu hiks....hiks ..."
__ADS_1
"sepi hati ku galau jiwa ku saat kau kata kan putus dengan aku......just songs."
bunyi telepon berada di dalam kamar nya membuat ia menghentikan tangis nya kemudian mulai mencari di mana asal suara tersebut.
-----------------
sedang kan di lain tempat rahim yang kehilangan hp nya kini mencoba menghubungi hp nya menggunakan hp teman nya entah kesekian kali bahkan mungkin pangilan yang tak di jawab mencecah dua ratus kali.
"duh kemana sih hilang nya ? ok lah jika sekali lagi orang belum menemukan nya maka aku memutus kan untuk ikhlas kan saja."
tutur rahim dengan diri sendiri dan benar saja ia menghubungi sekali lagi dan kini terhubung terdengar suara wanita yang berbicara di sebrang sana namun yang bikin aneh adalah wanita itu seakan baru berhenti menangis
"siapa sih ganggu aja ,tapi tunggu bukan ka bukan ini bukan bunyi hp aku trus ini hp siap ya
...kok bisa ada di kamar aku ya"...
kininia sedang memerhatikan hp yang ada di atas meja dengan berbagai ingatan namun ia juga tidak bisa dapat menemukan hp itu milik siapa . dert......dert...."namun getaran hp di atas meja membuat ia bangun dari ilusi.
yaudah aah angkat aja mana tau ia dari pemilik hp ini .
huh...." desaha. lega dari sebrang sana .
"akhir nya ia angkat juga hp nya."
"helo "
suara Wanita dari sebrang sana membuat si lelaki jadi terpaku namun ia berusaha senormal mungkin .
" iya hello ini dengan siapa ? saya rahim soal nya ini hp punya saya embak?"
"ohh jadi hp punya kamu ,nama saya marni pak ? saya juga engak tau kenapa hp bapak bisa berada di kamar saya pak."
"apa marni oh jadi ho saya di situ yaudah saya kesana sekarang?"
"tapi pak...ap...?" marni belum selesai bicara namun sambungan di matikan secara sepihak.
"padahal kan aku mau tanya apa dia tau tempat ku tapi ya sudah lah mungukin dia tau ?"
sedang kan di lain tempat rahim yang tau akan hp di ketinggalan di kamar marni merasa sesuatu yang aneh seolah bahagia itu datang dengan sendiri nya.
"aku yakin mar kalau kamu itu emang jodoh ku hahaaa?"
__ADS_1