
teriknya matahari mulai mengantikan posisi rindangnya pagi hari yang sejuk.
ditambah dengan macetnya lalu lintas perkotaan dan banyaknya polusi.
tin......
klakson mobil berbunyi di tengah kemacetan yang merundung.
sayang turunkan saja aku di bibir
jalan sana." ujar dita menunjuk bagian jalan.
untuk apa.biarkan aku mengantarmu
pulang lagi pula meeting hari ini sudah selesai." jawab namjun sembari menatap layar ponselnya.
tak apa aku tahu kau pasti lelah.
lagi pula sinbi sudah menungu di sana." ujar dita.
lihat dia sudah ada di sana. yurri hentikan mobilnya." ujar dita sambil beranjak.
tak lama mobil menepi di bibir jalan.
sayang aku akan mengantarmu pulang titik jangan membantah." ujar namjun menghentikan dita yang hendak membuka pintu mobil.
ayolah . aku sudah berjanji akan ke mall untuk shoping bersamanya." ujar dita di tambah pupy eye yang mengemaskan
namjun sudah tak berdaya jika dita sudah mengeluarkan jurus ampuhnya yaitu mengedipkan mata secara imut ( puppy eye)
ya ya kumohon.
eummm eumm ya ya please." dita terus memprovokasi namjun.
namjun mendengus sebal pasalnya ia tak bisa lagi berkutit.
aihhh....
baiklah tapi jangan lupa kabari aku jika terjadi sesuatu." ujar namjun memegang lengan dita.
cupppp
baiklah sampai jumpa." ujar dita sambil mencium kilas bibir namjun.
dita beranjak pergi meningalkan mobil namjun menuju mobil sinbi yang sudah menunggu tak jauh dari sana.
namjun hanya melihat kepergian dita dengan senyum kecut. taklama kemudian mobil yang di tumpangi dita melaju meningalkan bibir jalan dengan satu dentinam klakson.
baik tuan kita menuju perusahaan sekarang atau tuan ingin singgah terlebih
__ADS_1
dahulu ke suatu tempat." ujar yurri menatap wajah namjun dari kaca mobil depan.
namjun mendengus lembut tampa menjawab pertanyaan yurri.
maaf tuan." ujar yurri
tak apa kita kembali saja ke perusahaan. " ujar namjun menatap layar ponselnya.
mobil melaju memecah jalanan perkotaan yang disinari teriknya matahar.
heuuhh....
yurri bagaimana pendapatmu tentang dita." ujar namjun
yurri tertegun sejenak dan mulai berfikir.
maaf tua menurut saya nona dita adalah wanita yang baik ia juga wanita yang berkelas yang cocok jika bersanding dengan anda saya kira itu cukup menjadi sebuah wacana tentang nona." ujar yurri tegas menatap jalanan dengan fokos setirnya.
heemmm baiklah." ujar namjun dengan senyum tipis.
yurri.."
panggil namjun dengan nada lembut.
bagaimana saranmu apakah aku harus memilih ibu orang yang terpenting dalam hidupku atau kekasih yang aku sayangi selama 3 tahun belakangan ini." ujar namjun menatap jalanan di depan.
maaf tuan jika jawaban saya terlalu sensitif.
tapi menurut saya ibu adalah prioritas utama
ia bahkan mampu melawan apapun
jika anaknya dalam suatu fase sulit.
hingga rela berkorban hanya untuk membuat anaknya tersenyum ria.
seorang ibu bahkan mampu menentukan
baik buruknya pasangan anaknya hanya dengan naluri kebatinanya." ujar yurri tegas.
keheningan tercipta beberapa saat.
namjun yang sibuk dengan pikiranya sedangkan yurri fokus dalam setirnya.
taklama deringan ponsel berbunyi menghentikan namjun yang ingin memulai pembicaraan nya kembali.
drutttttty .....druttttt
mama is call
hallo???
iya maa.?
__ADS_1
iya iya besok .?
ayolah maa please.??
tap-.?
tingg.....
huehhhhh....
suara telpon diputuskan menyisakan dengusan sebal namjun yang terlihat dari raut mukanya.
yurri antar aku pulang sekarang." ujar namjun memijit pelipis kepalanya dengan kedua tangan.
maaf tuan kita pulang ke mana??." ujar yurri
memangnya pulang ke mana lagi.
ya pulang ke rumahku masa haru pulang ke rumahmu." ujar namjun sebal
maaf tuan maksud saya." jawab yurri terpotong.ia tak jadi menyelesaikan kata-katanya karna melihat ekspresi namjun yang menahan rasa sebalnya.
baiklah tua maaf kan saya." ujar yurri mengangukan kepalanya meminta maaf.
helehhhhh kenapa tuan muka mu seperti itu.
seperti kurang di siram air saja.
cihhhhh....
setidaknya biarkan aku menyelesaikan kata-kataku.
menyebalkannnn." batin yurri sebal.
situasi yang berbeda di alami jisu.
apa menikah." teriak jisu tanpa ia sadari.
ahhh maaf tante bukan maksudku meningikan suara dan bersikap tidak sopan padamu." ujar jisu meminta maaf pada nyonya fanny dengan membungkukan setengah badanya.
nyonya fanny tersenyum dan mengangukan kepalanya memaklumi
sukap jisu.
jadilah nyonya harda wiratama dan lahirkan seorang penerus LOTUS SKY GROUP." ujar nyonya fanny sambil tersenyum penuh arti.
jisu membulatkan matanya menahan nafas akan keterkejutan mendengar pernyataan nyonya fanny.
tak lama ia menghembuskan nafas tersengal sengal.
huhhhh ...huhhhhhh.huhhhh
aku kehabisan nafas." ujar jisu memegang dadanya. nyonya fanny terheran melihat tingkah laku jisu.
__ADS_1
bersambung.....
wkwkwkwkwkwk...............