
setelah lelah berjalan mengunjung jembtan korea ,dengan segala macam cerita yang menyedih kan hingga saat ini seorang sahrul amaddani Aizat .yang mengalami hari tersulit nya .bahkan makin kesini makin banyak perubahan antara hidup yang paling kelam. dengan muncul sosok sahabat yang setia mendengar keluh kesah nya membuat ia merasa hidup ini tidak akan ada kata putus selagi kaki masih berpijak di atas bumi .
dengan ada nya seorang sahabat walaupun berbeda fisik tidak mengubah kesetiaan mereka.
" jadi gimana ?apa kamu mencoba melupakan semua nya ?" tanya marni yang masih setia menunggu kelanjutan cerita sahrul.
"aku akan coba membuka hati ku untuk nya walau berat untuk menghadir kan rasa itu kembali"
jawab sahrul tenang melihat kearah marni yang kini juga melihat nya namun sesaat kemudian sahrul kembali melihat ke arah laut yang kini memancar kan cahaya dari lampu - lampu kecil yang terletak di setiap perahu yang berada di sekitar perairan tersebut.
" kapan acara nya,apa aku juga di undang hihi?" tanya marni dengan ketawa pelan .
namun tiada jawaban dari sahrul bahkan kini ia membunag nafas dengan kasar sesekali meraup wajah nya . namun akhir nya ia menjawab dengan sedikit pelan.
"semua nya akan ada kelanjutan ketika momy pulang dari luar negara?" jawab sahrul pelan .
mungkin setiap orang terlihat tenang bahkan selalu tersenyum namun siapa yang tahu jika di sebalik tenang dan senyum nya banyak luka menyelimuti nya.
namun perkataan sahrul hanya di iakan oleh marni tanpa mau bertanya kedalam nya.
melihat marni hanya beroh ria sahrul memutus kan untuk bercerita tanpa harus menunggu sahabat nya yang kurang peka ini yang bertanya.
"mungkin ini bakalan lama jika di ikuti struktur dokter pakar yang momy temui nanti, namun cepat lambat nya agaan dokter aku hanya mampu berdoa agar kesembuhan beliau di percepat kan.?" ujar sahrul panjang menatap kosong ke arah lautan yang tenang di kala malam hari .
sedang kan marni yang bingung akan cerita sahrul memaksakan diri ingin bertanya .
"do-dokter pakar emang kenapa ? apa momy kamu lagi sakit ?atau gimana rul kok kaya aneh ya cerita nya?"
tanya marni yang kini sedang membetul kan duduk nya dari samping agar bisa melihat wajah datar namun ada taman di dalam hati .
seketika sahrul melihat ke arah marni kemudian berkata.
__ADS_1
"momy lagi sakit namun ia mengingin kan aku menikah dengan winda secepat nya ,namun aku menolak dengan alasan kalau beliau akan mudah lelah jika mengingin kan pernikahan sekarang sedangkan ia tidak baik - baik saja." jelas sahrul kemudian pikiran nya menyerewang enta kemana dan itu sahrul saja yang mengetahui nya.
"apa pernikahan itu baru di rancang atau gimana ?"
"pernikahan itu di rancang sudah dari jauh -jauh hari namun aku belum memikir kan nya sampai akhir nya momy meulau kumat sebulan yang lalu dan itu salah satu permintaan nya?" tutur sahrul lagi dan lagi masih betah dengan pemandangan dengan pandangan kosong dan tidak tersirat.
"aku harap segala urusan mu cepat terselesaikan dalam masa dekat ini ,walau nanti acara pernikahan. di percepat kan ." ujar marni tulus kemudian menyentuh bahu sahrul yang berada di dekat nya.
menyalur kan rasa persahabatan yang murni bahkan iya nya rasa yang sangat tulus dari hati.
saling membagi cerita hingga tidak terasa waktu sudah untuk menunjukan pukul delapan lewat lima belas menit akhir nya kedua nya memutus kan untuk pulang karena lelah dengan acara mandian serta menelusuri setiap tempat yang berada di sekitar nya.
"mar sebelum kita ke kos aku mau bawa kamu ke suatu tempat lagi lepas tu aku antar kamu pulang?" ujar sahrul dengan mata yang setia menghadap ke arah jalan.
"siatau tempat? kemana rul ,kamu kenapa sih akhir -akhir suka sekali main rahasia tau enggak?" ujar marni cemberut dengan bibir yang di di buat semonyong mungkin.
"yaudah diam aja nanti juga tau ?ayo ke mobil hihi." ucap sahrul dengan tertawa pelan .
kini perjalanan menujuh ke taman perumahan moden dan elite yang merekomendasikan perumahan vila yang jarang di miliki oleh orang bahkan orang yang memiliki desain rumah vila hanya di miliki oleh keluarga Aizat semata.
tampak security berlari ke arah pagar dan membuka dengan sedikit buru - buru,soal nya tuan muda sangat jarang sekali pulang kerumah kecuali ada hal penting sahaja .
setelah memarkir mobil di tempat khas parkir mobil orang dalam kedua nya melangkah keluar dengan percaya diri .
terlihat pak mamud selaku satpam menyapa kemudian sedikit membungkuk pertanda menyapa dengan sopan.
"malam tuan ?" sapa satpam mesra yang di sambut sahrul dengan menepuk pelan bahu pria parubayah yang sudah bertahun - bertahun -tahun berkerja di bawa pimpinan keluarga Aizat.
sedang kan marni yang masih kaget dengan istana yang di pandang di depan mata hanya mampu mengusap -usap pelan wajah nya .
"rul ini rumah siapa sih ? kaya istana sultan aja rul?" tanya marni penasaran. namun bukan nya menjawab lelaki di depan nya malah menarik tangan nya dan menerobos langsung hingga kedalam .
__ADS_1
"aduh rul pelan - pelan napa sih ? sakit tau?"
ujar marni yang masih belum lepas gandengan tangan nya . semua yang terjadi tidak lepas dari pandangan pekerja -pekerja yang ada di dalam rumah tersebut
mereka di buat kaget oleh keakraban yang di tunjukan oleh tuan mudah mereka adalah satu kemajuan yang sangat meningkat pasal nya yang mereka sering lihat adalah tuan mudah yang jarang berbicara dan juga jarang menampakan diri di rumah ini bahkan tidak mengenal dengan gadis mana pun setelah kejadian berapa tahun yang lalu.
"maka nya cepat kamu jalan nya lelet bangat sih?" imbuh sahrul kemudian membetul kan ujung jilbab yang marni kenakan setelah mereka berdiri di depan sebuah kamar yang entah kamar siapa .
setalah itu sahrul dengan pelan membuka pintu kamar tersebut namun mereka di buat kaget dengan pemandangan yang sangat mengejut kan.
kenapa tidak winda yang di temani tangga yang duduk di sofa yang ada di dalam kamar momy nya sahrul .
sedang kan winda dengan sangat hati - hati menyuap kan calon ibu mertua nya dengan senyum yang sangat tulus. .seketika semua mata tertujuh kerah pintu yang di buka dengan tiba - tiba.
winda yang kaget dengan perlakuan sahrul menggenggam erat tangan marni tidak berani melihat keakraban itu langsung menunduk sedang kan rangga yang juga melihat kearah kedua nya hanya menyinggung kan senyum namun hanya sesaat mengingat marni adalah pacar nya sekarang.
dengan pelan sahrul melepas gengaman tangan marni kemudian di ajak duduk di kursi yang memang ada di dalam kamar tersebut sedang kan sahrul dengan cuek nya duduk di pinggir ranjang yang di gunakan tidur oleh sang momy .
tiada percakaapn antara mereka. sesaat kemudian marni yang merasa rangga tidak menyapa nya sama sekali ia merasa hairan dengan sikap cuek dan ketika pedulian rangga terhadap nya akhir nya memutus kan melihat kearah rangga dan benar saja rangga hanya menatap lurus ke arah winda dengan tatapan yang sulit di artikan.
"mungkin rasa itu masih ada?" ujar marni lirih di dalam hati .sesaat kemudian jatuh air mata yang tidak dapat di tahan nya, namun dengan cepat dan sedikit kasar ia menghapus nya takut sesiapa di ruangan itu melihat nya akan bertambah besar masalah nya.
sedang kan sangat momy hanya kaget dan melogo melihat sang putra yang sangat rapat dan juga akrab dengan seorang wanita setelah sekian lama dalam keterpurukan .
sedang kan sahrul yang mengerti akan tatapan momy nya langsung bersuara.
"my kenal kan ini sahabat sahrul ,pacar nya rangga?"
seketika momy yang tadi melihat ke arah marni kini kembali menatap rangga yang tak jauh dari situ.
sedangkan marni dan rangga yang kaget akan pengakuan itu langsung saling menatap.
__ADS_1
lalu kemudian pandangan seolah mengunci akhir nya marni memilih membuang asal wajah nya ke alin arah tidak ingin di kasih harapan palsu akan cinta nya apa lagi mendengar cerita sahrul petang tadi membuat ia sedikit ragu akan ketulusan yang rangga berikan seakan ada rencana di balik semua itu.