
Jisu yang merasakan sesak akan hinaan namjun mengengam erat kedua tanganya penuh amarah.
Dengan menikah dengan ku kau tak akan mendapat sepeserpun harta kekayaan keluargaku.!!
Ku pastikan setiap menit dan detikmu di rumah ini hanya akan ada penderitaan. " ujar namjun menatap jisu dengan senyum miringnya.
Tanpa berbasa basi namjun menarik kasar tubuh jisu lalu menghempaskanya ke kasur.
Aawwww....!!
S-sakit. " rintih jisu.
Namjun langsung menindih tubuh mungil jisu tanpa memperdulikan keadaanya.
A-ap apa yang kau lakukan. " ujar jisu ketakutan.
Ck...
Memangnya apa yang akan ku lakukan." ujar namjun senyum remeh sambil membelai rambut jisu.
Disisi lain atau lebih tepatnya di depan pintu yang tertutup rapat untuk membatasi privasi dari sang pemilik kamar telah berdiri dua orang wanita yang tengah melancarkan sebuah aksi.
Nyonya apa sudah ada tanda-tanda dari dalam. " ujar seorang wanita tanpa melihat orang yang ia ajak bicara di belakangnya.
Sabar dasar cerewat. " sebal nyonya fanny sambil mencari posisi yang baru untuk mendengarkan suara di balik pintu tersebut.
Namun nihil ia tak bisa mendengarkan apapun.
Kenapa tak ada suara dasar pintu sialan. " gerutu pelan nyonya fanny sembari menempelka kembali daun telinganya di dasar pintu.
Bagaimana nyonya. " ujar pelan nella sambil celingak-celinguk memantau dari segala sisi rumah agar tak ada yang
Melihat aksi konyol mereka berdua.
Berisik aku tak bisa mendengar apa-apa. "
Sudahlah nyonya ini sudah malam lebih baik nyonya istirahat saja. " ujar nella melihat sekilas ke arah nyonya fanny lalu fokus kembali memantau ke depan.
Sial dasar pintu laknat. " gerutu nyonya fanny.
Heii nella cepat kemari. "
__ADS_1
Tapi nyonya siapa yang menjaga jika saya kesana. " ujar pelan nella.
CEPATTT.....
nyonya fanny memberi isyarat membesarka kedua matanya agar nella cepat menghampirinya.
Aiiishhh...
Persetan dengan semua ini hiks hiks.
Nella memastikan sekali lagi dari semua sisi bahwa tak ada seorang pun yang datang.
Lalu nella segera menghampiri nyonya fanny.
Ada apa nyonya. "
Cepat bantu aku mendengarkan suaranya. "
Apakah dari tadi belum ada pergerakan nyonya. "
Jika sudah ada aku tak memerlukan bantuan telingamu itu tau. "
Hehee maaf nyonya. " cengir nella dengan gigi kelinci khasnya.
Selang beberapa waktu terdengar suara samar-samar seseorang di dalam kamar yang mengaduh kesakitan.
Aduhhh..
S-sa sakit. " rintih seorang wanita di dalam kamar tersebut di tambah decitan ranjang yang sedikit keras.
Nella dan nyonya fanny sontak menatap satu sama lain dan membelalakan mata mereka tak percaya akan apa yang mereka dengar.
Nyonya fanny yang syok ingin teriak namun nella segera membekap mulutnya dengan tangan kananya dan yang satunya di atas bibir menunjukan satu jari telunjuknya yang menempel.
Stttttttt nyonya kita bisa ketahuan. " bisik nella panik.
Nyonya fanny mengangukan kepalanya lalu melakukan gerakan yang sama seperti nella yang menempelkan jari telunjuknya di bibir.
Kau dengarkan nella. "
Iyo nyonya aku mendengarnya. "
__ADS_1
Aku bisa tenang sekarang. " ujar nyonya fanny yang tersenyum bahagia memandang pintu di hadapanya.
Sedangkan nella yang berada di samping nyonya fanny merengkul pundaknya.
Nyonya ayo kita ke kamar ini sudah larut. "
Aku berhasil nella sekarang beban di pundak ku sedikit berkurang. " ujar nyonya fanny lirih sambil memeluk nella.
Baiklah nyonya ayo...!!
Nyonya sekarang istirahatlah sudah larut tak baik untuk kesehatan anda. "
Nyonya fanny menganguk lalu nella perlahan menuntun nyonya fanny sampai pada kamarnya untuk beristirahat.
Di kamar nella segera membantu nyonya fanny untuk berbaring dan mengangkat selimut menutupi setengah tubuh nyonya fanny agar wanita tua tersebut tak merasa kedinginan.
Nella tersenyum hangat ke arah nyonya fanny lalu ia membungkukan badanya sebelum pergi.
Nella tunggu. " ujar nyonya fanny memegang satu tangan nella.
Nella berbalik lalu mendekat ke arah nyonya fanny.
Ada apa nyonya. " ujar nella bingung.
Aku percayakan tugas ini padamu. " ujar lirih nyonya fanny sembari menitihkan air matanya mengengam erqt tangan nella.
Percayakan semua padaku aku akan mengambil alih tanggung jawab ini nyonya jangan khawatir lagi. "
Aku akan melakukanya semampu dan sekuat tenagaku. " ujar nella membalas gengaman tangan nyonya fanny.
Terimakasih banyak. "
Seharusnya aku yang berterimakasih pada anda tanpa anda mungkin aku tak akan pernah bisa sampai sejauh ini. " ujar nella tersenyum hangat.
Aku percaya padamu..!!
Sangat-sangat percaya. " lirih nyonya fanny senyum bahagia.
Nella kemudian mengakhiri gengaman keduanya.
Selamat beristirahat nyonya fanny. " ujar nella berlalu pergi.
__ADS_1
Aku sangat percaya padamu anella elista.
SELAMAT MEMBACA READERSKU.......