
" angak usah kamu nya ke kamar mandi aja ?" tunjuk marni ke arah kamar madi yang tidak terlalu jauh dari tempat tidur nya.
"ya...udah aku kekamar mandi aja?" jawab pemuda asing itu tanpa menoleh ke arang marni.
"mendingan dia ke kamar mandi dari pada aku yang harus keluar dari kamar ,nanti dia malah mengambil barang ku lagi ? yah....walau pun tiada yang berharga sih?" ujar marni yang tidak terlalu yakin akan pemuda yang datang tak di undang itu.
selang beberapa minit akhir nya orang yang di tunggu nongol dan menunjukan batang hidung nya.
namun dia kelihatan sedikit segar mungkin karena dia habis membersih kan luka dan juga wajah nya sebab terlihat dari susah air yang masi membakas di wajah nya.
"terimakasih sebab sudah menolo...long ku ?" ujar pemuda itu dengan kaget setelah ia benar- benar melihat wajah wanita yang menolong nya saat ini, kenapa tidak wanita ini yang membuat ia kesalahan tidak tidur malam bahkan memikir kan banyak cara agar bagaimana bisa menemukan nya lagi.
sedang kan marni yang berdiri tidak jauh dari pemuda itu menjadi merasa bingung akibat perubahan muka dan wajah bemudah itu kalau betatapan mata dengan nya.
" iya ....engak pa-pa aku ikhlas kok?" jawab marni sedikit meras risih akan tatapan pumuda iti.
sedang kan di lain tempat sahrul yang risau akan marni memutus kan untuk menjemput nya soal nya beribukali sahrul coba hubungi teman rasa pacar itu namun tak kunjung masuk melain kan suara operator yang menjawab bahwa nomor yang anda dail saat ini sedang berada di luar jangkauwan ,dan sila tinggal kan pesan .
membuat sahrul malah emosi sendiri.
"mar.... kamu kemana sih? di telepon juga engak masuk. sebenar nya kamu kemana sih ?aku kan jadi risau tau engak?" ujar sahrul kini ia sudah dalam perjalanan menuju kosan nya marni.
sedang marni yang lupa akan acara itu hanya bermalas - malasan melihat ke arah pemudah asing tersebut.
"ka....kamu ?" ujar pemuda asing tersebut tak. lain adalah rahim namun selalu di gelar may oleh geng anak jalan atau preman jalanan.
"kamu ngapain disini...?" rahim kembali bertanya setelah melihat wajah hairan marni .
"loh...kok kamu nya kaya gitu !ini kan kamar aku yang seharus nya bertanya begitu tu aku bukan kamu kok,malah sebalik nya sih?"
jawab marni ketus ,ia mersa pemuda yang berada di depan nya ini sudah pun hilang ingatan akan kejadian beberapa saat yang lalu.
"ma....maksud gue ini benaran l...?"
"marni.....?"....ucapan rahim terhenti oleh suara pangilan dari luar.
"siapa lagi sih gangu aja ! kenapa. terasa kaya sial bangat aku hari ini?" ucap marni bergumam namun ia tetap melangkah untuk membuka pintu kamar nya.
namun belum sempat terbuka marni malah berbalik dan menatap wajah pemuda tersebut.
"mendingan kamu umpat di kmaar mandi ku aja dulu soal nya dia itu kepo nya tingkat dewa?"
ujar marni yang kemudian mendorong rahim agar masuk kembali kedalam kamar mandi.
sedangkan sahrul yang mersaa marni terlalu lambat membuka pintu pun kembali mengedor pintu nya kali ini agak sedikit keras .
sehinga terdengar suara marni yany menyahut nya dari dalam.
"apa sih rul kok teriak -teriak sih ,ganggu orang tidur tau?" sinis marni memandang muka sahabat nya.
"mar...kok kamu belum siap sih ? kita kan ada acara malam ini gimana sih kamu?"
ujar sahrul marah sambil melihat ke arah marni yang mengenakan baju siang tadi bahkan belum mandi hingga ke saat ini.
"acara ?" ujar marni mencoba mengingat.
__ADS_1
"ya...ampun aku kok bisa lupa sih ,astaga rul sori bangat aku benar- benaran lupa rul?"
ungkap marni dengan nada kecewa.
" yauda sana buruan madi aku tungg di luar?"
ujar sahrul kemudian melangkah keluar kamar marni.
ok tunggu bentar ya rul?"
ujar marni sambil melangkah ke dalam kamar mandi.
marni yang kini lupa akan pemuda asing yang di sembunyikan di dalam kamar mandi tersebut ,ingin melepas baju yang melekat di badan nya namun baru ia menggkat separuh baju yang di kenakan nya,tanpa sengaja bertemu pandang dengan rahim yang membeku dengan mata yang melotot ingin keluar dari tempat nya akibat keadaan saat ini.
sesaat kemudian.
"aaaaaaa......teriak marni yang tak kalah kaget nya melihat ada seorang lelaki di dalam kamar mandi nya.
namun tidak beapa lama pemuda itu dengan cepat menutup mulut marni.
"mar...,kamu kenapa apa yang terjadi?"
teriak sahrul dari luar kamar mandi.
"engg....enggak kok ,cuma kaget aja kalau ada kecoh.
jawab marni ngasal.
"ya..ampun aku kok bisa lupa ya , kalau kamu masih di sini ?" ujar marni kemudian melangkah keluar kamar mandi kemudian menuju pintu kamar dannmengunci nya .
"ayo sekarang kau bisa keluar ?" ujar marni kini sudah kembali lagi kedalam kamar mandi .
melangkah mendahului pria tersebut dan berhenti tepat di depan pintu jendelal.
"kamu sekarang bisa keluar sekarang ?" ujar marni halus kemudian melihat ke arah pria yang hanya diam melihat ke arah meja kecil yang tak jauh dari mereka.
"i..itu ....,apa aku boleh tau nam...?"
"mar suda apa belum sih ?kok kamu nya lama bangat sih?" teriak sahrul dari luar menghenti kan ucapan rahim yang ingin berkenalan itu.
"iya...ini juga mau kelar kok?" balas marni ikutan teriak,boro - boro siap mandi aja belum.
marni yang hanya melihat pemuda itu masih saja diam di tempat nya sesekali memandang marni dan juga meja kecil secara bergantian.
sedang kan rahim yang melayan kan perasaan sendiri itu pun ditarik paksa marni agar keluar melalui jendela itu kembali.
"aa..ada apa ni kenapa aku ditarik ?" ucap rahim sedikit gugup setelah memastikan kalau wanita di depan ini adalah wanita yang beberapa hari lalu sudah pun sering menghantui nya bak setan hidup. namun menurut saja saat marni menarik nya.
"kamu itu udah ganggu bangat aku nya ,mendingan kamu pergi sebelum si dongki jantantan itu melihat mu?"
ujar marni kemudian membuka pintu jendela sebelum di jerit kan kembali oleh sahrul.
"ayo kamu keluar?" ujar marni kini sudah membuka besar pintu jendela nya.
lagi- lagi rahim hanya diam membisu.
__ADS_1
"kenapa lidah keu jadi keluh dan tidak dapat berfikir dengan baik ya? kalau di dekat kamu ?"
ujar rahim membatin .
namun ia melangkah kan juga kaki nya untuk keluar dari jendela itu.
"boleh aku tau nam.... ,marni kamu jadi berangkat engak sih ?"
lagi - lagi pertanyaan nya gagal akan tindakan tiba-tiba sahrul.
" ii...iya ini mau keluar kok?" jawab marni kemudian dengan cepat menutup kembali pintu jendela dengan kuat sehingga membuat rahim masi berada di situ hanya terlonjat kaget akan aksi marni yang tiba- tiba itu.
sedang marni selepas menutup pintu jendela kembali ke dalam kamar mandi dengan cepat ia melakukan ritual nya .
tidak butuh waktu lama marni kemudian keluar dengan pakalain lengakap menuju mejah rias mengoles kan sedikit bedak dan juga lip tin di bibir nya agar bertambah cantik walau pun natural make up.
" sori rul aku lambat ,aku itu tadi sakit perut ku agak kram gitu jadi nya tak nyaman ?" jelas marni setelah berada di depan sahrul.
"kok kamu pakai baju nya kaya gini sih ? kita kan mau ke pesta bukan makna di tepi jalan marni sayang ?" ujar sahrul kemudian seperti biasa membetulkan ujung tudung yang di kenakan marni.
bagaimana tidak ia mengomel hampir sejam ia menunggu dan marni keluar dari dalam kamar hanya mengenakan celan jeans dan baju muslimah sedikit ke besaran .
"ia rul kita tak jadi ya ke pesta nya kita makan aja di gerai depan balai polis aja mau ya aku lapar ?" ujar marni dengan muka memalas agar sahrul mengikuti keinginan nya.
sedang kan di lain tempat di mana pesta itu pun hampir bermulah diamana rangga dan juga winda yang menunggu kedatangan kedua sahabat itu pun tak kunjung datang.
"kemana sih mereka kok enggak datang -datang sih win ,ini pesta mau mulai loh?" ujar rangga yang sedikit kesalahan dengan sahrul dan marni yang tak kunjung datang .
"ga ,coba kamu hubungin marni lagi mana tau suda bisa di hubungin?" ucap winda yang sudah menyerah menunggu tunangan nya itu.
" ayo turun , kita makan di sini aja deh? tapi sebentar ya aku hubungi winda agar tidak perlu menunggu ku.?"
marni yang memang sudah lapar dari tadi hanya diam dan memesan makan nya dan juga sahrul sebab marni tau kalau berdua ke sini mereka hanya memesan ayam geprek dan juga ayam penyet yang di kurang nasi namun lapapan nya di lebih kan.
sedang kan sahrul mencoba menghubungin tunangan nya itu.
"hello win ,apa kau masih bersama dengan rangga ?" tanya sahrul ketika sambungan hp di sambung kan.
--------------------
"yauda ku tak perlu menunggu ku aku dan marni tidak jadi datang soal nya marni nya kurang sehat ?"
setelah menyatakna kalimat terakhir nya sahrul sangsing memutus kan talian secara sepihak .
sedangkan di lain tempat rangga yang melihat wajah winda yang murung setelah menerima telepon entah dari siapa.
"ada apa win apa tadi itu sahrul yang menghubungi mu?"
tanya rangga menatap haru ke wanita yang berada di depan nya ini.
sunggu ia tidak suka melihat wanita yang pernah dicintai nya serapuh saat ini.
walau pun rasa itu belum sepenuh nya menghilang.
sedang kan winda yang di tanya begitu langsung melangkah mendekat ke rangga ke mudian dengan tiba- tiba memeluk lelaki yang ber status sahabat nya itu walau winda tau akan persaan rangga terhadap nya.
__ADS_1
" ga ..kenapa sih sepupu kau itu enggak pernah ngerti perasaan aku ,dia selalu mengutamakan sahabat nya di banding kan aku ga?" tutur winda dengan suara serak menahan hiba yang bergejolak di dalam hati nya. sedang kan rangga yang mendengar nama marni langsung diam membeku akan kenyataan saat ini jika sepupuh nya itu selalu meperioritas kan marni yang berstatus pacar nya sekarang ini.