memilih mu

memilih mu
bab 22 bertahan


__ADS_3

marni yang tersentak kaget dengan bunyi bising sepda motor berhenti tepat di depan nya langsung berditi dari duduk nya.


"hai cewe boleh dong kenalan ,siapa nama nya manis?"


ujar salah satu pemuda yang bersama kedua kawan nya.


"e-eh maaf aku harus pergi?" jawab marni yang di selimuti rasa takut.


"eeh entar dulu ,ini masih gerimis loh ?nanti kamu bisa sakit .mau engga temanin kita- kita dulu di sini hahah..?"


ujar sala satu teman pria tadi yang dengan cekat menahan tangan marni.


sedang kan rahim yang berada di depan gerai itu mengambil asal helem nya yang di letakan di atas motor nya dan tanpa aba-aba lagi memecut ke arah beberapa orang yang ganguin marni.


srettt.... bunyi motor yang di rem dengan keras membuat beberapa pemuda dan juga marni menatap ke arah nya.


"woi kamu siapa jagan coba -coba ngusik makanan kami! kalau loh enggak mau ambil resiko silakan pergi dari sini aja!" ujar salah satu pemuda itu namun tidak di jawab oleh rahim ,yang malah melangkah kearah pemuda -pemuda itu tanpa melepas kan helem nya.


"kalau gue mau juga cicipin makan lo -lo pada giaman ?" ujar rahim dengan senyum sesumrik mungkin.


"lo, may ? ujar salah satu kawan pemuda itu yang memang mengenal suara rahim yang di ketahui nama yang di gelar anak nakal di geng berhampiran.


sedang kan rahim yang mendengar nama gelaran nya di ketahui oleh salah satu pemuda itu berniat membuka helem nya .


sedang kan marni yang menyaksikan perdebatan itu memilih meninggal kan tempat itu setelah para pengacau telah lalai .


"bagus lah kalau lo tau gue?" ujar rahim yang kini melepas kan helem nya dari kepala nya .


sedang kan para pemuda yang mengganggu marni sesaat yang lalu sudah pun berlari dengan cepat menghidup kan motor masing- masing dan meninggalkan rahim sendirian.


sedangkan rahim yang belum menyadari akan kepergian marni langsung mencari marni bahkan sampai di gerai yang tadi tempat ia melihat marni,namun semua nya nihil tiada siapa di sana bahkan gerai -gerai pun sudah di tutup rapih.


"kemana dia ,cepat bangaet ngilang nya ?sial.....! enggak sempat lagi cari tau nama nya!" ujar rahim dengan gusar dan meraup kasar wajah nya .


"gue harap lo pulang dengan selamat?" ujar rahim kemudian menghidup kan motor nya dan meninggal kan tempat tersebut.


sedang kan di lain tempat marni yang berjalan setengah berlari memasuki perkarangan kos nya dengan nafas yang terenggal -enggal.

__ADS_1


dengan keadaan sedikit berlari membuat marni tidak sepenuh nya melihat ke arah kedepan membuat ia melanggar seseorang yang menatap nya dengan pandangan menyelidik.


bruk.....


"duh sakit bangat ! " ucap marni kemudian berdiri dari duduk nya namun ia belum sepenuh nya sedar siapa yang di langgar nya barusan.


"kamu kenapa lari -lari !" tanya seseorang yang di depan nya .


marni yng kaget mendengar suara yang tidak asing bagi nya pun sejenak mengangkat muka beearah ke pemuda itu.


"rangga ? "panggil marni sesaat kaget .


"rangga ,kamu ngapain kesini? ulang marni tanpa menjawab pertanyaan rangga.


"harus aku jawab ?" rangga kembali bersuara menuntut.


"aku lagi nya mar, kamu ngapain lari-lari kaya di kejar setan tau enggak?" lagi rangga bersuara tanpa menjawab marni.


"a-aku ,aku engga papa kok ?cuma gi makan di gerai depan itu aja kok?" jawab marni sementara membuka pintu kamar nya.


"maksud nya?"


"ya ,iya trus ngapain kamu lari-lari segala ,apa ada trend baru ,lari -lari malam?" ujar rangga menjeda ucapan nya lalu kembali tersenyum ke arah marni.


sedangkan marni yang menyadari artis senyum rangga langsung .asuk kedalam kamar nya.


sebenar nya marni tidak mau menanggung akibat akan hubungan nya dengan rangga ,apa lagi rangga terlihat sangat mempreoritas kan winda di banding kan dia.


"kamu engga kangen ama aku?" ujar rangga menahan agar marni membenarkan ia masuk di dalam kamar nya.namun marni hanya membalas nya dengan senyum.


"kamu tunggu sebentar aku akan kembali setelah menggantikan baju ku ,soal nya ini basah banget takut masuk angin?" jawab marni dengan kikuk .sebenar ia juga tidak tega melakukan ini ke rangga namun apa lah daya sebuah hubungan yang bermula dengan senyum maka ia ingin berakhir lah dengan senyum juga.


walau sebenar nya melepas kan orang yang pernah membuat kita nyaman itu rasa nya pasti sakit banget.


***


sesaat kemudian marni keluar dengan piama tidur bermotif hello kity dengan sarung bali yang di kait di leher nya agar menutup bahagian dada nya.

__ADS_1


" ini kamu duduk dulu ,aku juga hanya mempunyai ini?" ujar marni meletak kan kursi yang di ambil dari kamar nya sedang kan ia menggunakan kursi yang sememang nya sudah berada di situ,lalu tangan nya menyodor kan sebuah botol aqua kecil yang selalu ia sedia kan di dalam kamar nya.


lama kedua nya terdiam melayan pikiran masing -masing.sesaat kemudian rangga mengalih kan wajah nya menatap marni sangat dalam membuat sang empu nya gugup .


"ka-kamu kenapa melihat ku seperti itu ?apa ada yang tidak kena dengan muka ku?" tanya marni yang merasa aneh dan juga gugup akan pandangan rangga yang menurut nya terlalu intens.


"aku minta maaf?" ujar rangga the point.


"maaf ,untuk ?" tanya marni seolah tiada yang terjadi beberapa hari ini.


"aku tau kamu sahrul juga sudah menceritakan sesuatu sama kamu?"


ujar rangga tenang tanpa menjawab ucapan marni.


"aku harap kamu mau mendengar penjelasan ku"


"ia aku juga ingin bertanya tentang hubungan ini ,aku harap kamu bisa mengambil keputusan yang bijak tanpa harus menyakiti di antara ke dua nya?" jawab marni dengan meka memerah menahan tangis .


"aku memang mencintai winda dari dulu bahkan?"


"bahkan sampai sekarang?" ujar marni cepat memotong ucapan rangga .


sedang kan rangga yang mendengar kata yang di keluar kan oleh marni hanya diam tidak berkutik.


"kamu diam berkamna iya !kamu tau ga,aku bahkan ingin mendengar pengakuan yang lain dari mulut mu namun aku salah semua nya memang nyata adanya?"


ujar marni dengan pikiran merawang atas crita yang di dengar oleh sahrul beberapa hari yang lalu .walau crita sahrul tiada kebohongan didalam nya namun marni berharap pengakuan rangga malah sebalik nya.


"aku ingin hubungan kita di perjelas kan ,sungguh aku tidak ingin sakit hati ?sakit hati itu penyakit yang tidak ingin aku rasakan ?" ujar marni dengan suara bergetar.


rangga yang mendengar perubahan suara marni langsung menggenggam tangan nya kemudian membawanya ke dalam pelukan nya.


"maaf ,sekali lagi aku minta maaf sayang ?aku tidak tau kalau semua ini menyakit kan mu sedalam ini aku ingat kan walau aku menaruh hati terhadap winda kamu akan diam dan mengambil kesempatan atas kedekatan sahrul kekamu ternyata aku salah?"


ujar rangga pelan mengusap -usap rambut marni .


"kalau kamu mencintai aku aku mohon bertahan lah untuk hubungan ini,ajar kan aku agar aku bisa melupakan masalalu ku" ujar rangga mencium pucuk kepala marni

__ADS_1


__ADS_2