memilih mu

memilih mu
eps 12. menikah lah


__ADS_3

 


selang beberapa waktu namjun sampai di rumah utama keluarga harda.


 


ia melangkahkan kakinya dengan kasar berjalan melewati pintu utama.


ia berpapasan dengan Nella yang hendak pergi keluar.


selamat datang pimpinan." ujar Nella membungkukan badanya.


di mana mama." ujar namjun dingin.


maaf pimpinan nyonya sudah menunggu di ruang keluarga." ujar Nella tegas.


silahkan ." ujar Nella mengarahkan kedua tanganya menuntun namjun menemui nyonya fanny.


namjun mengkuti arahan Nella.


sampailah mereka pada ruangan yang dimaksudkan.


namjun duduk di sebelah nyonya fanny dengan tatapan yang tak terbaca.


nyonya fanny menyuruh Nella meningalkan mereka.


setelah Nella pergi namjun membuka suara.


apa yang mama lakukan." ujar namjun lembut.


apa maksudmu." ujar nyonya fanny acuh akan tatapan namjun.


dimana dita." ujar namjun.


mana mama tau dia dimana." jelas nyonya fanny mengangkat bahunya.


namjun menarik nafas panjang lalu menghembuskan pelan.


apa mau mama." tegas namjun.


turuti kemauan terakhir mama sayang." ujar nyonya fanny lembut mengelus pundah namjun.


aku akan menuruti kemauan mama.!!


tapi dengan satu syarat." lirih namjun memegang tangan nyonya fanny.


baiklah apa syaratnya." ujar nyonya fanny.


jangan sakiti dita ma...!!


jangan benci dia.!!


kembalikan dia." lirih namjun.


sayang...!!


mama tidak menyakitinya atau membenci dita.


tidak pernah sekalipun...!!


mama hanya membuatnya sadar bahwa dirinya bukan orang yang tepat untukmu.!!


tak ada seorang ibu yang mengiginkan anaknya menderita di dunia ini." ujar nyonya fanny membelai lembut puncak kepala namjun.

__ADS_1


lalu apa yang mama lakukan.!!


kenapa mengambil wanita yang aku cintai." ujar namjun menatap lembut nyonya fanny.


sayang.....!!


mama tidak mengambilnya darimu.!!


dita mengambil keputusanya sendiri." ujar nyonya fanny menidurkan namjun di pangkuanya sambil membelai lembut puncak kepala namjun.


tidak mungkin dia meningalkan ku.!!


dia sangat mencintaiku." ujar namjun lirih.


yang sudah berlalu biarlah berlalu.!!


kau harus melanjutkan masa depan.


jangan biarkan ini menghambat langkah mu." ujar nyonya fanny.


aku tak bisa melupakanya.!!


apa alasanya meningalkanku.


tak bisa....


aku harus bertemu denganya." ujar namjun sambil berdiri.


lupakan dia sayang..!!


biarkan dia melakukan keinginanya." ujar nyonya fanny meyakinkan namjun.


namjun tak mendengarkan perkataan ibunya.


namun pada saat ia mencapai pintu utama nyonya fanny mencegahnya.


tentukan pilihanmu .!!


jika kau memilihnya..(senyum nyonya fanny)


maka kau tak mengangapku ibu yang telah melahirkanmu..!!


kau boleh menikahinya dan pergi bersamanya dan jangan perdulikan mama lagi.!!


percayalah sayang mama tak mau membuatmu menderita yang mama inginkan hanyalah kebahagiaanmu." ujar nyonya fanny pergi meningalkan namjun.


namjun yang mendengar ucapan ibunya merasa sesak di bagian dadanya.


akhirnya ia mengurungkan niatnya mencari keberadaan dita.


ia memilih mengejar ibunya lalu berlutut di bawah kaki meminta maaf.


maaf kan namjun maa..!!


namjun janji tak akan melakukanya lagi.!!


maaf kan aku maa." ujar namjun sambil berlutut.


pergilah jika kau mau pergi.!!


mama tak melarangmu ." ujar nyonya fanny yang menguatkan dirinya agar tak menumpahkan air mata.


tidak...

__ADS_1


aku tak mau.!!


aku sudah berjanji pada papa bahwa aku akan menjaga dan berbakti pada mama.!!


aku tak bisa melakukan itu...!!


maaf kan kebodohan anakmu ini maa."ujar namjun yang emosional sambil memegang kaki nyonya fanny.


berdirilh...


kau harus kuat."ujar nyonya fanny meraih bahu namjun menuntunya berdiri.


terimakasih." ujar namjun memeluk sang ibu.


nyonya fanny melepaskan pelukan mereka lalu memegang lembut kedua pipi namjun dengan tanganya.


baiklah sekarang turuti kemauan mama." ujar nyonya fanny lembut di balas angukan namjun.


menikahlah." ujar nyonya fanny.


namjun yang menunduk lalu mendongakkan kepalany melihat wajah sang ibu memastikan bahwa kata-kata yang ia dengar barusan memang nyata.


apa yang mama katakan." ujar namjun tak percaya.


mama ingin melihatmu menikah dengan wanita pilihan mama." ujar nyonya fanny.


siapa.!!


aku bahkan tak mengenalnya.!


melihatnya saja tak pernah bagaimana bisa aku menikahinya." ujar namjun semakin tak percaya dengan apa yang di ucapkan ibunya barusan.


ya atau tidak." ujar nyonya fanny dingin.


aa..ahhh.


tidak bisa seperti ini ma."ujar namjun frustasi.


pilihanya ada dua.!!


yaa atau tidak." tegas sang ibu membuat namjun spontan mengatakan ya.


ya...


baiklah aku akan melakukanya." spontan namjun.


bagus bersiaplah besok kau akan menikah."seringai nyonya fanny penuh kemenangan.


tak bisa seperti itu maa.!!


aku harus mengenalnya terlebuh dahulu." protes namjun.


nyonya fanny tak mendengarkan ocehan namjun.


ia memilih pergi meningalkan namjun yang masih memprotes kemauanya.


namjun tak menyerah ia mengejar ibunya meminta keringanan walaupun tidak di gubris.


tidak bisa seperti itu maaa.!!


dengarkan aku dulu ..!!


mama." teriak namjun mengedor pintu kamar ibunya.

__ADS_1


__ADS_2