
jisu berdiri mengikuti langkah Nella meningalkan kafe lotus.
nella kemudian mempersilahkan jisu masuk ke dalam sebuah mobil putih dengan nella sebagai supir dan jisu yang duduk di kursi belakang.
kk tunggu biarkan aku duduk di depan bersamamu aku tak mau duduk di belakang ."ujar jisu sambil membuka pintu namun tak bisa karna Nella sudah mengunci pintu mobil .
maaf nona itu adalah tempat yang seharusnya nona tempati dan saya mohon pada nona untuk pangil Nella saja bukan kk karna saya adalah asisten anda mulai sekarang ,besok maupun tahun-tahun berikutnya sampai saya tua." ujar nella tegas
aahhh baiklah Nella tapi bisakah aku duduk di depan saja aku tak nyaman disini." tak kalah tegas jisu
Nella hanya memperhatikan jisu dengan kaca spion belakang sambil memasang wajah dinginya.
bisa kita pergi sekarang nona jika nona tak keberatan." ujarnya dengan senyum tipis
jisu hanya mendengus kesal sambil melipat kedua tangan didadanya.
sudah beberapa menit berlalu namun mobil belum kunjung jalan dan itu membuat jisu semakin gundah.
kenapa belum jalan, kau bilang bisa kita pergi nona jika nona tak keberatan ." sambil memasang muka dingin menirukan ucapan Nella padanya tak lupa senyum tipis ia pragakan.
maaf nona bisa nona menjaga ketertiban umum dan mematuhi peraturan seperti menjaga keselamatan dengan memasang
sabuk pengaman nona ." jelas Nella
jisu mendengus frustasi sambil memasang sabuk pengaman miliknya.
baiklah sudah, ayo jalan ." ujar jisu sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
mobil kemudian berjalan meningalkan lotus kafe dan memecah jalanan.
cihh kenapa tidak bilang dari tadi jika aku belum memasang sabukya mobil ini tidak akan jalan ... batin jisu
__ADS_1
mobil berjalan dengan keheningan diantara jisu dan nella, baik jisu maupun nella hanya diam dan fokus dengan pikiran masing-masing.
jisu yang memikirkan siapa itu nyonya fanny hanya bisa bergelud dengan fikiranya sendiri ia ingin bertanya pada Nella tapi ia urungkan
karna di pikiranya ia akan bertemu sendiri dengan orang tersebut.
sedangkan Nella hanya fokus menyetir dan mematuhi segala aturan yang ada.
taklama mobilpun memasuki gerbang yang dibuka secara otomatis dengan akses sensor. Nella memberhentikan mobil sejenak jisu memperhatikan setiap langkah yang Nella lakukan dengan tatapan bingung
dan takjub.
Nella mengeluarkan sebuah akses kartu dan
mengangkat kartu tersebut sampai sejajar dengan sensor yang ada pada sisi kana gerbang.
sensor tersebut kemudian menampilkan lampu berwarna unggu dan menuliskan selamat datang nona nella pada monitor sensor.
jisu yang takjub hanya membelalakan matanya menangkap setiap pemandang yang ditampilkan hingga matanya tertuju pada sebuah rumah berwarna putih dan megah yang bertingkat dua dengan arsitektur yang modern.
taman yang luas di sisi kiri dihuni dengan banyak macam jenis bungga yang indah nan cantik di pandan sedangkan di sisi kanan terdapat lapangan tenis yang luas dan takklupa tempat duduk yang rindang di bawah pohon dan sebuah ayunan yang lucu.
jisu yang melihat semua itu bertanya-tanya siapa pemilik rumah yang megah ini dan kenapa ia mau bertemu denganya.
mobil berhenti di depan pintu masuk.
Nella membukakan pintu untuk jisu.
__ADS_1
jisu tersenyum ramah pada Nella dan mengucapkan terimakasih di balas angukan sopan Nella dan senyum tipisnya.
silahkan nona sebelah sini." ujar Nella menuntun jisu pada pintu masuk.
jisu hanya menuruti perkataan nella tanpa
bertanya atau apapun yang menyulitkan Nella.
sampailah pada ruang keluarga Nella mempersilahkan jisu untuk duduk dan menunggu sebentar di sofa.
Nella kemudia menghampiri seorang pelayan dan menanyakan keberadaan atasanya.
jisu diam tak bergeming ia hanya melamun memikirkan sesuatu.
dimana nyonya besar sekarang ." ujar Nella pada pelayan tersebut
maaf nona nyonya besar bilang jika anda sudah sampai silahkan bawa saja nona jisu ke taman belakang ." ujar pelayan tersebut dengan menunduk tak menatap Nella.
baiklah kau boleh pergi ." ujar Nella sambil berjalan ke arah jisu.
maaf nona nyonya besar menungu kita di taman belakang." ujar Nella.
jisu berdiri melangkah meningalkan ruangan
tersebut sampai ke taman yang dimaksudkan yaitu taman belakang rumah.
jisu di buat takjub kembali dengan pemandangan yang disajikan yang di mana menampilkan pagar yang terbuat dari tanaman berbentuk labirin persegi dan kolam renang yan luas.
jisu menangkap sesosok wanita paru baya sekitar umuran 50 tahunan yang tengah menatap hangat dirinya.
jisu kemudian berjalan menghampiri wanita tersebut yang tak lain adalah nyaonya fanny sang pemilik rumah yang megah ini.
__ADS_1
nyonya fanny mempersilahkan jisu duduk sembari menawarkan minuman teh padanya.
minumlah nanti ku jelaskan ." ujar nyonya fanny dianguki jisu