memilih mu

memilih mu
bab 19 jembatan korea


__ADS_3

setelah kejadian di dalam stor lias kini tidak berani bersemuka langsung dengan sahrul walau pun pangkat di tempat kerja lias adalah menejer resto sedang kan sahrul adalah pegawai biasa saja.


namun di luar kawasan lias bukan lah siapa -siapa nama bahkan pangkat tidak lah tersohor seperti nama belakang yang di gunakan sahrul namun sahrul menutupi nya dengan nama sahrul amaddani A atau selalu di panggil sahrul A siapa sangka nama A yang di maksud dari nama belakang adalah Aizat .


"rul sebenar nya aku malu bila bersemuka langsung dengan pak lias rul? kalau kamu gimana kaya nya biasa aja?" tanya ku pada sahrul ketika kami sedang berjalan pulang menuju kamar sewa kami .


sebenar nya kejadian di stor tadi berakhir begitu saja saat sahrul membelaku dan itu terlihat jelas raut wajah kecewa lias biar kan saja toh dia juga selalu cari masalah kok sama saya .


"a-aku juga sebenar nya sedikit takut juga sih soal nya sudah memalukan pak lias selaku menejer kita gimana kalau aku nanti di pecat ya mar?"


ujar sahrul di buat muka gugup seolah kesalahan yang di buat adalah ke salahan yang sangat besar.


dia sengaja melakukan itu agar marni tidak sedikit pun menaruh curiga terhadap nya.


"ya...aku juga mikir nya kaya gitu kalau kamu di pecat aku jadi enggak semangat dong buat kerja lagi?" ucap ku sedih.


"enggak usah di pikir kali besok aku akan ketemu sama pak lias dan meminta maaf ke pada nya ok? sekarang kamu enggak usah banyak pikir lagi ?"


tutur sahrul lembut kemudian dengan kebiasaan nya menyentuh ujung jilbab ku.


"hm.... yasudah tapi janji ya besok kamu minta maaf sama pak lias?" ujar ku mengangkat jari kelinci ku dan juga sahrul biar sama -sama janji.


"hm....ayo aku antar sampai di depan kamar kamu ingat ya besok sore aku bakalan ajak kamu ke suatu tempat ok? sana masuk ?" ucap sahrul mendorong pelan aku agar masuk ke dalam kamar ku .


"iya ia dasar tukang perintah ?" ucap ku kemudian masuk ke dalam kamar ku dan mengunci kembali pintu nya.


"hm capeh bangat ?" ucap ku merebah kan badan di atas tempat tidur dan membuang asal tas ku .


"kaya nya pak lias gugup gitu ya masa tau kalau aku sama sahrul di dalam stor barang tadi ada apa ya?" ucap ku mengelamun jauh.


drrrt.....drrrt.... bunyi hp di dalam tas ku memecah kan lamunan ku .


"duh siapa sih nganggu aja deh orang lagi asik -asikan ?" sekejap aku bagun kemudian duduk di atas tempat tidur . seketika senyum ku mengembang melihat nama yang tertera di hp ku.


"assalamualaikum , hello ? "ucap ku ketika banggilan tersambung .


"walaikumsalam salam ? gimana " jawab rangga lembut.


"gimana ? apa nya ?" ucap ku bingung.


"hubungan kamu sama sahrul ? apa baik -baik saja?"


"oh itu aku sama sahrul uda baikan kok ? kamu tenang aja semua nya baik -baik aja kok?"


" iya emang semua nya baik -baik aja aku tau sahrul enggak bakalan tahan kalau enggak usik kamu sehari aja ?"


ucap rangga dengan suara melemah.


"apa kamu sakit ga? suara kamu kok kaya enggak semangat gitu ya."


"enggak kok ya sudah kamu tidur gih ?aku juga udah ngantuk nie? bay sayang muach....?"


"iya bay juga ?"


"kok ebgak ada kiss nya ya cepatan aku m-?"


tut.....


ucapan rangga tidak tersambung karena aku memutus kan talian dengan sepihak.


"ini anak main kasih mati aja deh"


sedang kan di dalam kamar wajah ku memerah seperti kepiting rebus .


"duh rangga apaan sih? pakai minta kiss jauh lagi aku kan jadi malah tau ?" ucap ku menutup seluruh wajahbku menggunakan bantal.

__ADS_1


"lama -lama bisa gila aku di buat nya mendingan aku mandi deh daripada nanti bisa -bisa aku nya ke bawa emosi lagi minta di halalin oleh rangga kan bisa gawat aku." ucap ku kemudian melangkah ke dalam kamar mandi dan melakukan ritual seberti biasa nya.


selesai mandi aku langsung rebahan menunggu kantuk yang menyerang .


oleh sebab tidak merasa ngantuk aku berniat membuka sos med agar menghilang kan bosan.


"duh banyak bangat lagi siaran yang aku tinggal kan lebih baik aku nonton aja deh film twilaigth lagi bagus ."


film yang mengisah kan tentang bella edward dan juga jasob .kisah cinta segi tiga yang sangat mencuit hati .


dan juga mengisah kan kehidupan sebangsa vampir manusia suci dan juga sebangsa serigalah.


di pertengahan film mata mulai buram namun sebisah mungkin aku menahan nya.


"duh....ngantuk bangat lagi ?apa tidur aja ya ?"


"ya ampun ini jam benaran ya kok cepat bangat ? "


ucap ku kaget setelah melihat jam yang tertekan di hp ku.


"mendingan aku tidur aja deh ,kan besok mau jalan ama dongki itu haha....?" ucap ku lalu mematikan hp dan menyimpan asalam di samping bantal kemudian dengan pikiran kosong dan mulai memejam kan mata.


***


"emang nya kita mau kemana sih rul perasaan kita jalan itu uda dari tadi deh kata nya kita mau mandi laut.


kok kita nya cuma lewat aja sih emang dimana kita mandi nya cape aku nya jalan muluh?"


"kamu ini diam napa sih nurut aja bakalan indah bangat aku jamin deh kamu bakalan suka kok?"


perdebatan selesai akhir nya kami meraka berdua jalan menuju ke sebuah jalan yang sangat sempit atau biasa di sebut dengan lorong sengsara .


"ini jalana kaya nya pelit bangat deh orang buat nya "


ujar ku murung.


ucap sahrul menunjuk ke arah ujung jalan yang tidak jauh dari sini.


"hah...?tutup mata ? pakai apa dan gimana aku bisa jalan nanti aku jatuh atau kamu membuang aku ke hutan atau apa gimana?"


"duh bawel amat kamu aku enggak sejahat itu kali mar ? dan ini dia kain kamu guna untuk tutup mata kamu ayo sini?"


ucap sahrul menunjuk kain hitam yang di keluar kan dari dalam tas nya lalu ia mengingat nya di mata ku.


"coba kamu tebak berapa yang aku tunjuk di jari ku."


"baik lah kalau tidak salah tiga ?"


"salah oon tiada apa -apa yang aku tunjuk ."


ujar lalu menosor kepla ku asal.


"iih sahrul ya mana aku tau nama juga di suruh tebak ."


ucap ku mencurut kan bibir ku.


ok sekarng pegang tangan aku dan jalan pelahan -lahan ya"


""ok kita mulai jalan ok jalan lagi ya tunggu kaki nya di angkat tinggi sedikit soal nya ini jalan kaya ada tangga nya ok?"


"rul kita dimana sih kaya nya mau hujan ya kok angin nya kencang bangat ya kaya kita di atas bukit gitu rul ? rul kamu dengar aku enggak sih?"


ucap ku sedikit keras dan menarik -narik lengan baju yang di gunakan sahrul.


"ok sekarang kamu bisa buka mata kamu "

__ADS_1


"benaran sekarang ayo cepat aku udah enggak sabar nie"


"satu ..."


"dua...."


"tiga.... buka mata kamu?"


ucap sahrul setelah membuka ikatan di mata ku.


setelah penutup mata yang sudah dibuka marni pun dengan pelahan membuka mata nya. dengan gerakan pelahan kini.


"wah.....rul ini benaran ?aku lagi enngak mimpi kan ?ini tempat nya bagus banget rul?" ucap marni dengan mata berbinar dengan reflek marni kemudian memeluk sahrul karena saking senang nya.


bagai mana tidak di dalam lorong yang sempit itu ternyata ada keindahan yang tersembunyi .


dengan jembatan gantung yang sangat tinggi dan juga berada di tengah laut sisi kiri jika kita melalui dari arah berlainan dengan darat soal nya jembatan nya khas di gunakan untuk seseorang yang suka menikmati alam laut dan juga sisi kanan yang di buat sesuai dengan kretaria orang luar negara yang suka dengan lautan dan dapat di pandang langsung batu karang dan juga ikan -ikan kecil yang berkeliaran.


"duh rul maaf aku enggak sengaja ?"


ucap marni tidak enak hati namun sahrul yang melihat betapa senang nya marni yang di lihat dari bandangan yang sangat berbinar dari pandangan mata nymembuat senyum tidak pernah luput dari bibir se orang sahrul amaddani Aizat.


"apa kamu suka ?ini nama nya jembatan korea aku selaluh ke sini jika ingin refresing otak jika banyak yang aku pikir kan ?"


"jadi kamu selalu kesini ?sama siapa?"


ucap marni memandang ke arah sahrul soal nya mereka berdiri dengan sejajar.


"hanya sendiri tidak fengan siapa -siapa ?"


jawab sahrul kemudian membalas memandang marni dengan lembut.


dalam beberapa detik mereka saling pandang dan juga berbicara melalui mata bahwa sesuatu yang nyaman namun bukan kepibadian.semua nya hanay akan tinggal kenangan setelah masa telah tiba.


"ayo kita ke bawa kata nya tadi mau mandi kan?"


ucap sahrul mengalih kan suasana.


"hem... baik lah mari kita mengawi hari kita dengan mandi laut haha..."


ucap ku mencair kan suasana.


****


bermain bersanda gurau bahkan mandi bersama menciptakan lebih banyak kenangan yang akan datang.


tidak terasa kini sore pun menjelang kedua insan yang sedang menikmati hari - hari bahagia itu tanpa sedar sudah pun memasuki hingga kedalam hati bahkan kedua nya memiliki rasa yang sama namun siapa bisa menebak takdir.


sudah puas bermain kini kedua nya memutus kan untuk duduk di perhampiran laut dan di temani senja yang sangat indah.


"mar ,sebenar nya ada sesuatu yang ingin aku kasi ke kamu tapi aku enggak enak sama pacar kamu .


oleh sebab aku sudah menyediakan terlebih awal jadi aku terpaksa memberi nya juga ke kamu kalau kamu mau simpan tau membuang nya juga enggak papa?"


ucap sahrul dengan suara yang lemah dan menunjukan sebuah gantungan kunci yang berhias buneka beruang kecil yang sangat lucu. dan sebuah tedy bear yang ber saiz besar .


"kamu bisa memanggil nya dengan sebutan rince kalau kamu mau ?"


ucap sahrul menatap marni lembut.


seketika marni mengingat dimana sahrul pernah memanggil nya dengan sebutan rince seperti buneka beruang yang di beriakan sahrul saat ini.


"apa ini alasan nya hanya kamu seorang yang bisa memanggil ku dengan nama itu? "


ucap marni kembali menatap sahrul.

__ADS_1


sahrul hanya diam kemudian mengangguk kan kepala.


dengan senyum yang sangat manis.membuat sesiapa yang memandang nya pasti bakalan kepet .


__ADS_2