
kalian istirahatlah ini sudah malam." ujar lim
mengangkat koper jisu menaiki tangga.
jisu dan lisa menganguk paham mengikuti langkah kaki lim menaiki tangga menuju kamar lisa.
ini kopermu jisu ." ujar lim menaruh koper di sudut kamar.
baik terimakasih kak lim." senyum jisu.
jangan lupa tidur mengerti." ujar lim mengigatkan lisa dan jisu.
baik bos...!!
serempak jisu dan lisa sambil hormat.lim hanya bisa teraenyum melihat tingkah laku kedua adiknya tersebut.
haaaaaah...!!
tarikan nafas lembut jisu sambil merebahkan badanya di kasur lisa.
lisa menutup pintu kamarnya lalu merebahkan dirinya juga di atas kasur.
mengapa kau mendadak mengunjungiku." ujar lisa memiringkan badanya sambil menopang kepala dengan tangan kananya.
aku di kejar hutang."lirih jisu menatap langit-langit kamar.
apaa..!!
bagaimana bisa.!!
kapan.!!
dimana.!!
kenapa.!!
siapa.." ujar lisa terkejut .
heiiii pelankan suaramu.!
kau mau kak lim membawa ember berisi air lalu menyiram kita berdua karna belum tidur."ujar jisu memicingkan matanya ke arah lisa yang tengah membekap mulut dengan kedua tanganya.
heheehe.!
lanjutkan ceritamu."ujar lisa cengegesan.
lalu jisu menceritakan semuanya dari awal sampai ia berakhir melarikan diri ke rumah lisa.
lisa mendengarkan dengan seksama sambil mengangukan kepala tanda mengerti.
seperti itu." ujar jisu frustasi.
bagaimana bisa." ujar lisa yang masih tak percaya perkataan jisu.
tentu saja bisa..!
buktinya sudah di depan mata." ujar jisu yang masih menatap langit-langit kamar.
bukan itu maksudku.!!
__ADS_1
mengapa bisa pernikahan yang menjadi pelunasnya.
setidaknya dipenjara atau di-." ujar lisa namun ucapanya terpotong.
kau mau aku di penjara..!!
jahat sekali kau.!
lebih baik aku pergi dari sini." teriak jisu bangun dari tidurnya namun lisa menariknya hingga ia tetidur kembali.
heeeii..!
kau tau itu bukan maksudku." ujar lisa dingin
ahhh lupakan..!!
memangnya berapa hutangmu." ujar lisa
1,3 milyar." ujar jisu
Apaaa..!!
teriak lisa sambil bangun dari tidurnya.
lalu berdalih menatap jisu guna mencari kebohongan di balik wajah polosnya.
apa." ujar jisu binggung karna lisa menatap lekat wajahnya.
lisa...jisu..!!
tidur sudah malam apa perlu seember air membuat kalian diam dan tidur." teriak lim dari kamar ujung.
lisa kembali merebahkan dirinya di atas kasur.
uang sebanyak itu bagaimana cara membayarnya."ujar lisa menatap jisu.
aku tak tahu harus bagaimana.!!
penghasilan sebagai youtuber game tak sampai sebanyak itu...
bagaimana ini lisa." rengek jisu mengoyangkan badanya seperti anak kecil.
tenanglah...!!
ujar lisa menepuk-nepuk pundak jisu.
mengapa kau tak menikah saja dengan pria itu.
dia kan pimpinan perusahan LSG.
hidup denganya tak ada ruginya kan." ujar lisa .
cihhhh.
kau malah menjerumuskanku.
ini bukan masalah harta akan tetapi masalah perasaan." ujar jisu.
ya aku mengerti.!!
__ADS_1
kau belum mencobanya bagaimana jika
dia tampan dan seorang pria idaman." ujar lisa dengan khayalan tingginya.
heii..!!
lalu bagaimana jika dia sudah tua gendut dan juga bulat." ujar jisu
maka pada saat malam pengantin kau akan gepeng hahahahahhahah." ujar lisa terbahak bahak.
dasar kau ." ujar jisu memukul bahu lisa.
terima saja dengan begitu kau tak perlu beesusah payah mencari seorang pendamping." ujar lisa dengan candaanya.
diam kau.
bantu aku memikirkan cara membayarnya." ujar jisu sembari berfikir keras.
uang sebanyak itu kita dapatkan dari mana."ujar lisa menatap jisu.
waktumu juga hampir habis untuk melunasinya." ujar lisa.
entahlah mungkin aku akan aman sementara waktu di tempatmu." ujar jisu sedu.
aku tak bisa membantu banyak.
hanya ini yang bisa aku berikan untuk mengurangi bebanmu." ujar lisa
terimakasih ini saja sudah lebih dari cukup."
ujar jisu dengan senyum hangat menatap lisa.
kau sahabatku sudah seperti keluarga bagiku jangan sungkan." ujar lisa.
jisu mulai berkaca-kaca menahan tangis harunya.
jisu kemudian memeluk lisa dengan isak tangisnya.
terimakasih hiks hiks hiks." tangis jisu.
sama-sama ." ujar lisa sambil mengelus pundak jisu menenangkanya.
tidurlah besok kita lanjutkan." ujar lisa melepaskan pelukan mereka.
heeem." gumam jisu mengangukan kepalanya menatap lisa.
malam hari jisu lewati dengan memikirkan cara bagaimana melunasi hutang-hutangnya.
tanpa sadar ia mulai terlelap di naungan bunga mimpi malam.
jisu sayang bagaimana kabarmu." ujar seorang wanita yang mengenakan pakaian serba putih yang di sampingnya ada seorang pria mengenakan pakaian yang sama.
ayah...ibu." teriak jisu menghambur memeluk keduanya.
aku merindukan kalian hiks hiks hiks. " tangis jisu pecah di peluka orang tuanya.
maaf kan kami sayang.
kami sangat menyayangimu." ujar ayah jisu.
__ADS_1
aku ingin ikut." ujar jisu.