memilih mu

memilih mu
bab 23 sapu tangan sutra


__ADS_3

pagi yang cerah kini mulai menampakan sinaran nya


sesiapa yang bettah dengan tidur yang nyenyak terpaksa harus membuka lebar mata agar tidak lelap mulu.


termasuk gadis remaja yang masih bergalut di bawa selimut tebal dan juga mata yang di tutup menggunakan bantal .


suara birisik tetangga mulai terdengar riuh di telinga marni.


"duhhh ,suara mereka kaya alaran buat aku aja deh ada apa sih sebenar nya beberapa hari ini kawan - kawan pada kecoh bangat kalau pagi-pagi buta kaya gini?" ujar marni mengeluh atas keributan teman - teman nya ,sedang kan ia sendiri belum menyadari jam yang sudah pun melewati sholat subuh.


"bagun aja deh ,kalau lanjut tidur juga kaya nya enggak bisah deh ini mata di ajak kompromi?" ujar marni bangun dari tidur nya kemudian ia duduk sejenak dan memeriksa hp yang sememang nya terletak di bawah bantal nya.


"apaaaa ,ya ampun kok jam sudah mau masuk pukul enam aja sih? apa aku ...adu bakalan kesiangan ni aku?" uajr marni kemudian dengan buru -buru melangkah kedalam kamar mandi.


dengan tiga kali siraman dan sekali sabun tidak butuh waktu lama kini mandian kuda yang sering di gelar teman -teman semasa di kampung pun kini ia lakukan kembali setelah sekian lama di perantauan.


"duh kerasa engak sih ? kalau aku nya mandi kuda kaya gini? "


ujar marni sesekali tangan nya dengan telatan berhias diri.


"ahhh ,bodoh amat lah !yang penting aku nya enggak telat kerja?" dumel marni untuk menyemangat kan diri.


"harus nya lain kali aku pasang nada alaran tu gedde biar bisa di dengar jiran sebelah juga kali ya?"


lagi marni bergumam sesekali melihat kiri dan kanan agar ia bisa berlintas dengan selamat.


setelah merasa legah bisa melewati ketelatan nya ternyata kenyataan nya di dapat lebih menyakit kan di banding kan kesibukan nya beberapa saat yang lalu.


"loh kok masih tutup sih,ini kan udah jam tujuh llma belas harus nya kafe nya sudah beroperasi lima belas menit yang lalu ?tapi kok, malah belum di buka sih?"


"sebenar nya ini ada apa sih?"


berbicara sambil melihat kekiri dan kenan mencari seseorang yang bisa ia bertanya hingga ia melihat pak satpam yang bekerja kursus untuk perusahaan hap seng group yang memang terletak di sebelah kafe dan kebetulan kafe tersebut adalah sebuah reka bentuk perusahaan hap seng the group.


marni yang melihat pak satpam pun berlalri ke arah pria paru baya yang duduk di pondok penjaga.


"permisih pak boleh numpang tanya pak?"

__ADS_1


ujar marni berhati-hati agar cara bicara nya bisa terdengar sopan dan menghargai yang lebih tua.


"iya nak ada apa ,ada yang bisa saya bantu nak?"


"begini pak saya mau bertanya apa bapak tidak melihat jika sesiapa yang datang untuk membuka get yang ada di kafe itu.?"


lagi ia berbicara dengan sopan lalu mengangkat ibu jari sebagai penunjuk arah kafe yang berada di samping nya.


namun mata marni tertujuh oleh seseorang di sebrang jalan yang sedang mengejar seorang wanita .


"emm...,maaf pak aku harus pergi terimah kasih atas waktu nya pak?" ujar marni kemudian mengikuti kedua orang itu.


namun sebelum ia menyebrang seseorang terlebih dahulu mencekal tangan nya.


"mar ,mau kemana? " tanya seseorang yang menahan tangan marni.


"ehh ..,yat kamu disini? ngapain?" tanya marni melihat tangan nya yang di cekal oleh dayat tadi.


dayat yang mengerti akan arah pandang marni kemudian dengan pelan ia melepas kan tangan nya lalu menggaruk asal kepala nya yang tidak gatal.


"emm..,aku mau ngambik bakul bunga ketinggalan di dalam?" jawab dayat kemudian menunjuk ke arah pintu kafe yang masih tertutup rapi.


"apa pak lias tidak memberitahu mu kemarin?"


"enggak tu ?emang nya ada apa yat?"


"kan ini hari hingga esok malam kita di beri libur oleh pak bos,soal nya pak bos ingin menghadiri pesta keluarga yang di seting langsung oleh istri pak bos ,jadi pak bos ingin menemani istri nya sekalian kita di suru ikutan bantu -bantu gitu?"


jelas dayat panjang lebar.


"oh kalau begitu aku pulang mau ganti aja deh?"


tapi yat, dia tempat mana acara berlangsung yat?"


"oh iya tempat nya tepat di tengah bandar sebuah hotel mewah yang bernama LA hotel ok?"


jelas dayat kemudian berlalu ke dalam kafe sedang marni melanjut kan jalan nya untuk pulang

__ADS_1


"perasaan tadi aku lihat deh rangga sama winda tapi ,kaya nya ada masalah deh? nyesel deh gue kelepasan?"


"aku rasa ada yang enggak beres deh sama mereka?"


"tapi biar kan saja rangga menyelesaikan kan nya lagian kau juga malas mau mau berfikir yang enggak- enggak kok?"


****


setelah nya satu hari penuh bertukak dengan pekerjaan di hotel kini marni dan teman - teman minta diri untuk pulang ke kosong masing -masing.


"kita naik bus rame -rame aja mau enggak?" tawar cika sesaat mereka saling pandang dan akhir nya mereka menyetujui untuk naik bus.


di dalam bas marni memilih tempat duduk bagian pojok dan di dekat cendela agar ia bisa dengan leluasa melihat jalanan.


sambil melihat keindahan taman dan juga susunan perumahan yang di bagun rapi .


namun mata marni menangkap pemandangan yang mengejut kan di luar toko kecil yang berada perhampiran bandar.


"itu kan rangga dan winda kok,mereka kaya senang banget ?" gumam marni dengan mata memerah menahan tangis.


"kata nya kamu ingin mengahiri masalalu kamu ga tapi apa ,kamu bohong ?" marni berucap dengan suara tangis tertahan.


"kamu bilang ingin selalu dekat dengan ku agar kamu bisa melupakan dia tapi apa ?hubungin aku aja susah ga?" lagi marni berucap dengan air mata yang mengalir deras.


namun ia tidak menyadari jika seseorang menatap ibah ke arah nya.


rahim yang duduk di samping marni hanya bisa menatap gadis yang di cintai nya dalam diam tanpa berani bersuara maupun bertindak .


otak nya mendadak buntuh saat melihat air mata mengalir tanpa henti di kedua pipi gadis kecil nya.


"kamu yang sabar jika mencintai tanpa memiliki itu lebih mulia di banding kan mengadai maruah untuk sebuah kata cinta?"


tutur rahim lembut sambil tangan mengulur kan sebuah sapu tangan untuk marni.


dengan kaca mata hitam dan juga masker yang menutupi seluruh wajah nya membuat ia nekat untuk menyapa gadis kecil nya dan jangan lupa topi hitam yang sudah menjadi kebiasaan nya yang menutupi keplaa nya .


sedang kan marni yang bingung akan ucapan pria di samping hanya diam melihat sapu tangan di genggaman pria yang tidak di kenal nya .

__ADS_1


apa lagi dengan penampilan yang sukar di kelas kan membuat marni berfikir dua kali untuk menerima sapu tangan tersebut.


__ADS_2